{"id":1606,"date":"2023-07-25T16:42:36","date_gmt":"2023-07-25T16:42:36","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/"},"modified":"2023-07-25T16:42:36","modified_gmt":"2023-07-25T16:42:36","slug":"regresi-lengkung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/","title":{"rendered":"Apa itu regresi lengkung? (definisi &amp; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi lengkung<\/strong> adalah nama yang diberikan untuk model regresi apa pun yang berupaya menyesuaikan <em>kurva<\/em> , bukan garis lurus.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh umum model regresi lengkung meliputi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi kuadrat:<\/strong> digunakan ketika terdapat hubungan kuadrat antara variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respons<\/a> . Jika dibuat grafiknya, jenis hubungan ini terlihat seperti huruf &#8220;U&#8221; atau &#8220;U&#8221; terbalik pada diagram sebar:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15938 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/curviligne1.png\" alt=\"\" width=\"430\" height=\"376\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi Kubik:<\/strong> Digunakan ketika ada hubungan kubik antara variabel prediktor dan variabel respons. Jika dibuat grafiknya, jenis hubungan ini menunjukkan dua kurva berbeda pada plot sebar:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15939 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/curviligne2.png\" alt=\"\" width=\"423\" height=\"384\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Keduanya berbeda dengan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi linier sederhana<\/a> yang hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon adalah linier:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15940 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/curviligne3.png\" alt=\"\" width=\"441\" height=\"361\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rumus model regresi lengkung<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model regresi linier sederhana<\/strong> mencoba menyesuaikan sekumpulan data menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u0177 = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 :<\/strong> Variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03b2 <sub>0<\/sub> , \u03b2 <sub>1<\/sub> :<\/strong> Koefisien regresi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> variabel prediktif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, <strong>model regresi kuadrat<\/strong> menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u0177 = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sup>2<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan <strong>model regresi kubik<\/strong> menggunakan rumus sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u0177 = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sup>2<\/sup> + \u03b2 <sub>3<\/sub> x <sup>3<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nama yang lebih umum untuk model regresi yang menyertakan eksponen adalah <strong>regresi polinomial<\/strong> , yang menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u0177 = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> x + \u03b2 <sub>2<\/sub> x <sup>2<\/sup> + \u2026 + \u03b2 <sub>k<\/sub> x <sup>k<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <em>k<\/em> menunjukkan <strong>derajat<\/strong> polinomial. Meskipun derajatnya bisa berupa angka positif apa pun, dalam praktiknya kita jarang menggunakan model regresi polinomial dengan derajat lebih besar dari 3 atau 4.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan eksponen dalam rumus model regresi, model regresi polinomial dapat menyesuaikan <em>kurva<\/em> dengan kumpulan data, bukan garis lurus.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan regresi lengkung<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk mengetahui apakah Anda harus menggunakan regresi lengkung atau tidak adalah dengan membuat plot sebar dari variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika diagram sebar menunjukkan hubungan linier antara kedua variabel, regresi linier sederhana mungkin lebih tepat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun jika scatterplot menunjukkan pola kuadrat, kubik, atau pola lengkung lainnya antara prediktor dan variabel respon, maka regresi lengkung mungkin lebih tepat digunakan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat menyesuaikan model regresi linier sederhana dan model regresi lengkung dan membandingkan <strong>nilai R-kuadrat yang dipasang<\/strong> dari setiap model untuk menentukan model mana yang paling sesuai dengan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">R-squared yang disesuaikan berguna karena menunjukkan seberapa besar varians dalam variabel respons yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor, disesuaikan dengan jumlah variabel prediktor dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, model dengan nilai R-kuadrat penyesuaian tertinggi memberikan kesesuaian yang lebih baik dengan kumpulan data.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan regresi polinomial dalam perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Polinomial<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Regresi Polinomial di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-polinomial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi polinomial dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi polinomial di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi lengkung adalah nama yang diberikan untuk model regresi apa pun yang berupaya menyesuaikan kurva , bukan garis lurus. Contoh umum model regresi lengkung meliputi: Regresi kuadrat: digunakan ketika terdapat hubungan kuadrat antara variabel prediktor dan variabel respons . Jika dibuat grafiknya, jenis hubungan ini terlihat seperti huruf &#8220;U&#8221; atau &#8220;U&#8221; terbalik pada diagram sebar: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T16:42:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/curviligne1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/\",\"name\":\"Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T16:42:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T16:42:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu regresi lengkung? (definisi &amp; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T16:42:36+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/curviligne1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/","name":"Apa itu regresi lengkung? (Definisi dan contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T16:42:36+00:00","dateModified":"2023-07-25T16:42:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang regresi lengkung, beserta definisi dan beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-lengkung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu regresi lengkung? (definisi &amp; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1606"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1606\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}