{"id":1608,"date":"2023-07-25T16:27:13","date_gmt":"2023-07-25T16:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/"},"modified":"2023-07-25T16:27:13","modified_gmt":"2023-07-25T16:27:13","slug":"regresi-yang-kuat-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan regresi yang kuat di r (langkah demi langkah)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi Robust<\/strong> adalah metode yang dapat kita gunakan sebagai alternatif dari regresi kuadrat terkecil biasa ketika terdapat outlier atau <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-yang-berpengaruh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi yang berpengaruh<\/a> pada dataset yang kita kerjakan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan regresi yang kuat di R, kita dapat menggunakan fungsi <strong>rlm()<\/strong> dari paket <strong>MASS<\/strong> , yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara melakukan regresi yang kuat di R untuk kumpulan data tertentu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, mari buat kumpulan data palsu untuk digunakan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\ndf &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (x1=c(1, 3, 3, 4, 4, 6, 6, 8, 9, 3,\n                      11, 16, 16, 18, 19, 20, 23, 23, 24, 25),\n                 x2=c(7, 7, 4, 29, 13, 34, 17, 19, 20, 12,\n                      25, 26, 26, 26, 27, 29, 30, 31, 31, 32),\n                  y=c(17, 170, 19, 194, 24, 2, 25, 29, 30, 32,\n                      44, 60, 61, 63, 63, 64, 61, 67, 59, 70))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data\n<\/span>head(df)\n\n  x1 x2 y\n1 1 7 17\n2 3 7 170\n3 3 4 19\n4 4 29 194\n5 4 13 24\n6 6 34 2\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan Regresi Kuadrat Terkecil Biasa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, mari kita sesuaikan model regresi kuadrat terkecil biasa dan buat plot dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-terstandar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">residu terstandardisasi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kita sering menganggap residu terstandar yang nilai absolutnya lebih besar dari 3 sebagai outlier.<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit ordinary least squares regression model<\/span>\nols &lt;- lm(y~x1+x2, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create plot of y-values vs. standardized residuals\n<\/span>plot(df$y, rstandard(ols), ylab=' <span style=\"color: #ff0000;\">Standardized Residuals<\/span> ', xlab=' <span style=\"color: #ff0000;\">y<\/span> ') \nabline(h= <span style=\"color: #008000;\">0<\/span> )<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-15957 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/robusteregr1.png\" alt=\"\" width=\"411\" height=\"361\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari grafik terlihat terdapat dua observasi dengan residu terstandar sekitar 3.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa ada dua potensi outlier dalam kumpulan data dan oleh karena itu kita mungkin mendapat manfaat dari regresi yang kuat.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Lakukan Regresi yang Kuat<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, mari kita gunakan fungsi <strong>rlm()<\/strong> agar sesuai dengan model regresi yang kuat:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #993300;\">library<\/span> (MASS)<\/span>\n\n#fit robust regression model<\/span>\nrobust &lt;- rlm(y~x1+x2, data=df)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan apakah model regresi kuat ini memberikan kesesuaian data yang lebih baik dibandingkan dengan model OLS, kita dapat menghitung kesalahan standar sisa dari setiap model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar sisa (RSE) adalah cara untuk mengukur simpangan baku dari sisa dalam model regresi. Semakin rendah nilai CSR, semakin baik suatu model mampu menyesuaikan dengan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menghitung RSE untuk setiap model:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#find residual standard error of ols model\n<\/span>summary(ols)$sigma\n\n[1] 49.41848\n\n<span style=\"color: #008080;\">#find residual standard error of ols model\n<\/span>summary(robust)$sigma\n\n[1] 9.369349\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa RSE dari model regresi yang kuat jauh lebih rendah dibandingkan dengan model regresi kuadrat terkecil biasa, yang menunjukkan bahwa model regresi yang kuat memberikan kesesuaian yang lebih baik dengan data.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi polinomial di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi Robust adalah metode yang dapat kita gunakan sebagai alternatif dari regresi kuadrat terkecil biasa ketika terdapat outlier atau observasi yang berpengaruh pada dataset yang kita kerjakan. Untuk melakukan regresi yang kuat di R, kita dapat menggunakan fungsi rlm() dari paket MASS , yang menggunakan sintaks berikut: Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T16:27:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/robusteregr1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T16:27:13+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T16:27:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan regresi yang kuat di r (langkah demi langkah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T16:27:13+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/robusteregr1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/","name":"Cara Melakukan Regresi yang Kuat di R (Langkah demi Langkah)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T16:27:13+00:00","dateModified":"2023-07-25T16:27:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi yang kuat di R, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan regresi yang kuat di r (langkah demi langkah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1608"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1608\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}