{"id":1609,"date":"2023-07-25T16:24:42","date_gmt":"2023-07-25T16:24:42","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/"},"modified":"2023-07-25T16:24:42","modified_gmt":"2023-07-25T16:24:42","slug":"asumsi-varians-yang-sama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/","title":{"rendered":"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak uji statistik yang membuat <strong>asumsi varians yang sama<\/strong> . Jika asumsi ini tidak dipenuhi, hasil tes menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji dan prosedur statistik yang paling umum digunakan untuk membuat asumsi variansi yang sama meliputi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. ANOVA<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. uji-t<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Regresi linier<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan asumsi yang dibuat untuk setiap pengujian, cara menentukan apakah asumsi tersebut terpenuhi, dan apa yang harus dilakukan jika asumsi tersebut dilanggar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi persamaan varians dalam ANOVA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>ANOVA<\/strong> (\u201cAnalisis Varians\u201d) digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah contoh kapan kita bisa menggunakan ANOVA:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah kita merekrut 90 orang untuk berpartisipasi dalam eksperimen penurunan berat badan. Kami secara acak menugaskan 30 orang untuk menggunakan program A, B, atau C selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melihat apakah program berdampak pada penurunan berat badan, kita dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> .<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA mengasumsikan bahwa masing-masing kelompok mempunyai varian yang sama. Ada dua cara untuk menguji apakah hipotesis ini benar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Buat plot kotak.<\/strong><\/span> <\/p>\n<h3><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4762 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.jpg\" alt=\"\" width=\"438\" height=\"292\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Boxplot memberikan cara visual untuk memverifikasi asumsi kesetaraan varians.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Variasi penurunan berat badan pada masing-masing kelompok dapat diamati dari panjang setiap boxplot. Semakin panjang kotaknya, semakin tinggi variansnya. Misalnya, kita dapat melihat bahwa variansnya sedikit lebih tinggi pada peserta Program C dibandingkan dengan Program A dan Program B.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan tes Bartlett.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-bartlett\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji Bartlett<\/a> menguji hipotesis nol bahwa sampel mempunyai varians yang sama terhadap hipotesis alternatif bahwa sampel tidak mempunyai varians yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka kita mempunyai bukti bahwa tidak semua sampel mempunyai varian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang terjadi jika asumsi variansi yang sama tidak terpenuhi?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum,<\/span> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dianggap cukup kuat terhadap pelanggaran asumsi variansi yang sama selama masing-masing kelompok memiliki ukuran sampel yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika ukuran sampel tidak sama dan asumsi ini sangat dilanggar, Anda dapat menjalankan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-kruskal-wallis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji Kruskal-Wallis<\/a> , yang merupakan versi non-parametrik dari ANOVA satu arah.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi varians yang sama dalam uji-t<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t dua sampel<\/a> digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengujian ini mengasumsikan bahwa varians antara kedua kelompok adalah sama.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara untuk menguji apakah hipotesis ini benar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Gunakan aturan praktis rasio.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, jika rasio varians terbesar dan varians terkecil kurang dari 4, maka kita dapat mengasumsikan bahwa varians tersebut kira-kira sama dan menggunakan uji-t dua sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, sampel 1 memiliki varians 24,5 dan sampel 2 memiliki varians 15,2. Rasio varians sampel terbesar terhadap varians sampel terkecil dihitung sebagai: 24,5 \/ 15,2 = 1,61.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena rasio ini kurang dari 4, maka dapat diasumsikan bahwa perbedaan antara kedua kelompok kira-kira sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan uji F.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji F<\/strong> menguji hipotesis nol bahwa sampel mempunyai varians yang sama terhadap hipotesis alternatif bahwa sampel tidak mempunyai varians yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka kita mempunyai bukti bahwa tidak semua sampel mempunyai varian yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang terjadi jika asumsi variansi yang sama tidak terpenuhi?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini dilanggar, maka kita dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-selamat-datang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t Welch<\/a> , yang merupakan versi non-parametrik dari uji-t dua sampel dan tidak mengasumsikan bahwa kedua sampel mempunyai varian yang sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi Varians yang Sama dalam Regresi Linier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi linier<\/a> digunakan untuk mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier mengasumsikan bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">residu<\/a> memiliki varian yang konstan pada setiap tingkat variabel prediktor. Hal ini disebut <em>homoskedastisitas<\/em> . Jika hal ini tidak terjadi, maka residu akan mengalami <em>heteroskedastisitas<\/em> dan hasil analisis regresi menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling umum untuk menentukan apakah asumsi ini terpenuhi adalah dengan membuat plot residu versus nilai yang sesuai. Jika residu pada grafik ini tampak tersebar secara acak di sekitar nol, maka asumsi homoskedastisitas mungkin terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika terdapat tren sistematis pada residu, seperti bentuk \u201ckerucut\u201d pada grafik berikut, maka heteroskedastisitas menjadi masalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang terjadi jika asumsi variansi yang sama tidak terpenuhi?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini dilanggar, cara paling umum untuk menyelesaikan masalah adalah dengan mentransformasikan variabel respon menggunakan salah satu dari tiga transformasi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Transformasi log:<\/strong> ubah variabel respons dari y menjadi <strong>log(y)<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Transformasi akar kuadrat:<\/strong> Transformasikan variabel respon dari y menjadi <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">\u221ay<\/span><\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Transformasi akar pangkat tiga:<\/strong> ubah variabel respon dari y menjadi <strong>y <sup>1\/3<\/sup><\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan melakukan transformasi tersebut, masalah heteroskedastisitas secara umum akan hilang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk mengoreksi heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi kuadrat terkecil tertimbang<\/a> . Jenis regresi ini memberikan bobot pada setiap titik data berdasarkan varians dari nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, hal ini memberikan bobot rendah pada titik data yang memiliki varian lebih tinggi, sehingga mengurangi kuadrat residunya. Jika bobot yang digunakan sesuai maka masalah heteroskedastisitas dapat dihilangkan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ketiga hipotesis dirumuskan dalam ANOVA<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/untuk-menguji-hipotesis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keempat hipotesis dirumuskan dalam uji T<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Empat asumsi regresi linier<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak uji statistik yang membuat asumsi varians yang sama . Jika asumsi ini tidak dipenuhi, hasil tes menjadi tidak dapat diandalkan. Uji dan prosedur statistik yang paling umum digunakan untuk membuat asumsi variansi yang sama meliputi: 1. ANOVA 2. uji-t 3. Regresi linier Tutorial ini menjelaskan asumsi yang dibuat untuk setiap pengujian, cara menentukan apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T16:24:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\",\"name\":\"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T16:24:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T16:24:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T16:24:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/","name":"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T16:24:42+00:00","dateModified":"2023-07-25T16:24:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang asumsi equal variance dalam statistik, termasuk beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa asumsi varians yang sama dalam statistik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1609"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1609\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}