{"id":1652,"date":"2023-07-25T12:33:47","date_gmt":"2023-07-25T12:33:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/"},"modified":"2023-07-25T12:33:47","modified_gmt":"2023-07-25T12:33:47","slug":"distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/","title":{"rendered":"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal adalah distribusi probabilitas yang paling umum digunakan dalam statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini memiliki properti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-simetris-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Simetris<\/a><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Berbentuk lonceng<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata dan mediannya sama; keduanya terletak di pusat distribusi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi normal menentukan lokasinya dan simpangan baku menentukan penyebarannya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, grafik berikut menunjukkan tiga distribusi normal dengan mean dan deviasi standar yang berbeda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16281 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme2-1.png\" alt=\"\" width=\"518\" height=\"394\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Distribusi normal baku adalah jenis distribusi normal tertentu yang meannya adalah 0 dan simpangan bakunya adalah 1.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Grafik berikut menunjukkan distribusi normal standar:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16282\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme3.png\" alt=\"Contoh Distribusi Normal Standar\" width=\"505\" height=\"375\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara mengubah distribusi normal menjadi distribusi normal standar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal apa pun dapat diubah menjadi distribusi normal standar dengan mengubah nilai data menjadi skor-z, menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z = (x \u2013 \u03bc) \/ \u03c3<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x:<\/strong> nilai data individu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc:<\/strong> Rata-rata distribusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 :<\/strong> Simpangan baku distribusi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mempunyai kumpulan data berikut dengan rata-rata 6 dan deviasi standar 2,152:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16284 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme4.png\" alt=\"\" width=\"96\" height=\"438\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengonversi setiap nilai data menjadi skor-z dengan mengurangkan 6 dari setiap nilai dan membaginya dengan 2,152:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16283\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme5.png\" alt=\"Ubah distribusi normal menjadi distribusi normal standar\" width=\"184\" height=\"454\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skor-z<\/strong> memberi tahu kita berapa banyak standar deviasi setiap titik data dari mean. Misalnya, nilai data pertama &#8220;3&#8221; adalah 1,39 standar deviasi di bawah rata-rata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi skor ini mempunyai rata-rata nol dan simpangan baku satu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menggunakan distribusi normal standar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal standar mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sekitar 68% data berada dalam satu standar deviasi mean<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sekitar 95% data berada dalam dua standar deviasi dari mean.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sekitar 99,7% data berada dalam tiga standar deviasi mean.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-952 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/liste_normale.png\" alt=\"\" width=\"651\" height=\"275\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini dikenal sebagai <strong>aturan praktis<\/strong> dan digunakan untuk memahami distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, tinggi tanaman di suatu taman berdistribusi normal dengan rata-rata 47,4 inci dan simpangan baku 2,4 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Dengan menggunakan aturan praktis, berapa persentase tanaman yang tingginya kurang dari 54,6 inci?<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Aturan praktisnya menyatakan bahwa untuk kumpulan data tertentu dengan distribusi normal, 99,7% nilai data berada dalam tiga standar deviasi mean. Artinya, 49,85% nilainya berada di antara mean dan tiga standar deviasi di atas mean.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, 54,6 adalah tiga standar deviasi di atas rata-rata. Karena kita mengetahui bahwa 50% nilai datanya lebih kecil dari mean pada distribusi normal, maka total 50% + 49,85% = 99,85% nilainya kurang dari 54,6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi <strong>99,85%<\/strong> tanaman tingginya kurang dari 54,6 inci.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-praktis-masalah-empiris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Masalah dalam mempraktikkan aturan praktis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-praktis-kalkulator\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aturan Kalkulator Jempol<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/aturan-praktis-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana menerapkan aturan praktis di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Distribusi normal adalah distribusi probabilitas yang paling umum digunakan dalam statistik. Ini memiliki properti berikut: Simetris Berbentuk lonceng Rata-rata dan mediannya sama; keduanya terletak di pusat distribusi Rata-rata distribusi normal menentukan lokasinya dan simpangan baku menentukan penyebarannya. Misalnya, grafik berikut menunjukkan tiga distribusi normal dengan mean dan deviasi standar yang berbeda: Distribusi normal baku adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T12:33:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme2-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/\",\"name\":\"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T12:33:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T12:33:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T12:33:47+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardnorme2-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/","name":"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T12:33:47+00:00","dateModified":"2023-07-25T12:33:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi normal standar, serta beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-normal-standar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Distribusi normal dan distribusi normal standar: perbedaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1652"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1652\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}