{"id":1717,"date":"2023-07-25T06:43:18","date_gmt":"2023-07-25T06:43:18","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/"},"modified":"2023-07-25T06:43:18","modified_gmt":"2023-07-25T06:43:18","slug":"menafsirkan-hasil-uji-t-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t dua sampel<\/a> digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang cara menginterpretasikan hasil uji-t dua sampel di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah dua spesies tumbuhan berbeda mempunyai tinggi rata-rata yang sama. Untuk mengujinya, kami mengumpulkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sampel acak sederhana<\/a> yang terdiri dari 12 tanaman dari setiap spesies.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create vector of plant heights from group 1\n<\/span>group1 &lt;- c(8, 8, 9, 9, 9, 11, 12, 13, 13, 14, 15, 19)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create vector of plant heights from group 2\n<\/span>group2 &lt;- c(11, 12, 13, 13, 14, 14, 14, 15, 16, 18, 18, 19)<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan dan interpretasikan uji-t dua sampel<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan perintah <strong>t.test()<\/strong> untuk melakukan dua contoh uji-t:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#perform two sample t-tests\n<\/span>t. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (group1, group2)\n\n\tWelch Two Sample t-test\n\ndata: group1 and group2\nt = -2.5505, df = 20.488, p-value = 0.01884\nalternative hypothesis: true difference in means is not equal to 0\n95 percent confidence interval:\n -5.6012568 -0.5654098\nsample estimates:\nmean of x mean of y \n 11.66667 14.75000 \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasil tes:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>data:<\/strong> Ini memberi tahu kita data yang digunakan dalam uji-t dua sampel. Dalam hal ini, kami menggunakan vektor yang disebut grup1 dan grup2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t:<\/strong> Ini adalah statistik uji-t. Dalam hal ini adalah <strong>-2.5505<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>df<\/strong> : Ini adalah derajat kebebasan yang terkait dengan statistik uji-t. Dalam hal ini adalah <strong>20,488<\/strong> . Lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/perkiraan-satterthwaite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perkiraan Satterthwaire<\/a> untuk penjelasan bagaimana nilai derajat kebebasan ini dihitung.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>nilai p:<\/strong> Ini adalah nilai p yang sesuai dengan statistik uji -2,5505 dan df = 20,488. Nilai pnya ternyata <strong>0,01884<\/strong> . Kita dapat mengkonfirmasi nilai ini menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/t-skor-kalkulator-nilai-p\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator T Score to P Value<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>hipotesis alternatif:<\/strong> Ini memberi tahu kita hipotesis alternatif yang digunakan untuk uji-t khusus ini. Dalam hal ini, hipotesis alternatifnya adalah perbedaan mean sebenarnya antara kedua kelompok tidak sama dengan nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval Keyakinan 95%:<\/strong> Ini memberi tahu kita interval kepercayaan 95% untuk perbedaan rata-rata yang sebenarnya antara kedua kelompok. Ternyata menjadi <strong>[-5.601, -.5654]<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>perkiraan sampel:<\/strong> ini memberi tahu kita <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rata-rata sampel<\/a> setiap kelompok. Dalam hal ini, mean sampel untuk Grup 1 adalah <strong>11,667<\/strong> dan mean sampel untuk Grup 2 adalah <strong>14,75<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Dua asumsi untuk uji t dua sampel ini adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u00b5 <sub>1<\/sub> = \u00b5 <sub>2<\/sub> (rata-rata kedua populasi adalah sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> \u00b5 <sub>1<\/sub> \u2260\u00b5 <sub>2<\/sub> (rata-rata dua populasi <em>tidak<\/em> sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p pengujian kami <strong>(0,01884)<\/strong> lebih kecil dari alpha = 0,05, kami menolak hipotesis nol pengujian tersebut.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Artinya kita mempunyai cukup bukti yang menyatakan bahwa rata-rata tinggi tanaman antara kedua populasi tersebut berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Komentar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi <strong>t.test()<\/strong> di R menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">t.test(x, y, alternatif = \u201cdua sisi\u201d, mu = 0, berpasangan = FALSE, var.equal = FALSE, conf.level = 0.95)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x, y :<\/strong> nama kedua vektor yang memuat datanya.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>alternatif:<\/strong> Hipotesis alternatif. Pilihannya mencakup \u201cdua sisi\u201d, \u201clebih kecil\u201d, atau \u201clebih besar\u201d.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>mu :<\/strong> Nilai yang diasumsikan sebagai selisih rata-rata yang sebenarnya.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>berpasangan:<\/strong> apakah akan menggunakan uji-t berpasangan atau tidak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>var.equal:<\/strong> sama atau tidaknya perbedaan antara kedua kelompok.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>conf.level:<\/strong> Tingkat kepercayaan yang digunakan untuk pengujian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kami di atas, kami menggunakan asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan hipotesis alternatif dua sisi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami menguji apakah perbedaan rata-rata yang sebenarnya sama dengan nol atau tidak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan uji t dua sampel, bukan uji t berpasangan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami tidak berasumsi bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menentukan-varians-yang-sama-atau-tidak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perbedaan antar kelompok adalah setara<\/a> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tingkat kepercayaan<\/a> 95%.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jangan ragu untuk mengubah salah satu argumen ini saat melakukan uji-t Anda sendiri, bergantung pada pengujian tertentu yang ingin Anda lakukan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji t dua sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ta-menguji-kalkulator-dua-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator uji-t dua sampel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji-t dua sampel digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak. Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang cara menginterpretasikan hasil uji-t dua sampel di R. Langkah 1: Buat datanya Misalkan kita ingin mengetahui apakah dua spesies tumbuhan berbeda mempunyai tinggi rata-rata yang sama. Untuk mengujinya, kami mengumpulkan sampel acak sederhana yang terdiri dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T06:43:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/\",\"name\":\"Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T06:43:18+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T06:43:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T06:43:18+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/","name":"Panduan Lengkap: Cara menginterpretasikan hasil uji-t di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T06:43:18+00:00","dateModified":"2023-07-25T06:43:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di R, termasuk contoh langkah demi langkah secara lengkap.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-uji-t-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1717"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1717"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1717\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}