{"id":1727,"date":"2023-07-25T05:42:49","date_gmt":"2023-07-25T05:42:49","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/"},"modified":"2023-07-25T05:42:49","modified_gmt":"2023-07-25T05:42:49","slug":"rentang-vs-deviasi-standar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/","title":{"rendered":"Rentang vs. deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rentang<\/strong> dan <strong>deviasi standar<\/strong> adalah dua cara untuk mengukur distribusi nilai dalam suatu kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rentang<\/strong> mewakili perbedaan antara nilai minimum dan nilai maksimum dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar<\/strong> mengukur deviasi tipikal nilai individu dari nilai rata-rata. Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s = \u221a(\u03a3( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) <sup>2<\/sup> \/ (n-1))<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3:<\/strong> Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub> :<\/strong> Nilai observasi <sup>ke-i<\/sup> dalam sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span><\/strong> <strong>:<\/strong> Maksud sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> Ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kisarannya<\/strong> dihitung sebagai: 31 -1 = 32.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kalkulator untuk mengetahui bahwa <strong>simpangan bakunya<\/strong> adalah 9,25.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Rentang dan deviasi standar: persamaan dan perbedaan<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rentang dan deviasi standar memiliki <strong>kesamaan berikut:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kedua metrik tersebut mengukur distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun rentang dan deviasi standar memiliki <strong>perbedaan sebagai berikut:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rentang ini memberi tahu kita perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil dalam kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Deviasi standar memberi tahu kita deviasi tipikal nilai individu dari nilai rata-rata kumpulan data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita perlu menggunakan <strong>range<\/strong> ketika kita ingin memahami perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil dalam suatu kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang profesor memberikan ujian kepada 100 mahasiswa. Dia dapat menggunakan skala tersebut untuk memahami perbedaan antara nilai tertinggi dan terendah yang dicapai oleh seluruh siswa di kelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, kita harus menggunakan <strong>standar deviasi<\/strong> ketika kita ingin memahami seberapa jauh nilai tipikal suatu kumpulan data menyimpang dari nilai rata-rata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika seorang profesor menyelenggarakan ujian kepada 100 siswa, dia dapat menggunakan deviasi standar untuk mengukur seberapa besar penyimpangan nilai ujian pada umumnya dari nilai ujian rata-rata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perlu dicatat bahwa kita tidak harus memilih antara menggunakan rentang atau deviasi standar untuk menggambarkan distribusi nilai dalam kumpulan data. Kita dapat menggunakan kedua metrik tersebut karena keduanya memberi kita informasi yang sangat berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kerugian dari Rentang dan Deviasi Standar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rentang dan deviasi standar memiliki kelemahan: <strong>keduanya dipengaruhi oleh outlier<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengilustrasikannya, pertimbangkan kumpulan data berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menghitung nilai berikut untuk rentang dan deviasi standar kumpulan data ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kisaran:<\/strong> 31<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar:<\/strong> 9,25<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, pertimbangkan apakah kumpulan data tersebut memiliki outlier yang ekstrim:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data:<\/strong> 1, 4, 8, 11, 13, 17, 19, 19, 20, 23, 24, 24, 25, 28, 29, 31, 32, <strong>378<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kalkulator untuk menemukan metrik berikut untuk kumpulan data ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kisaran:<\/strong> 377<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar:<\/strong> 85,02<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bagaimana rentang dan deviasi standar berubah secara signifikan karena adanya outlier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun rentang dan deviasi standar dapat menjadi ukuran yang berguna untuk mendapatkan gambaran tentang distribusi nilai dalam suatu kumpulan data, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa kumpulan data tersebut tidak mengandung outlier yang memengaruhi nilai-nilai tersebut. Pengukuran. Jika tidak, rentang dan deviasi standar mungkin menyesatkan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rentang dan deviasi standar adalah dua cara untuk mengukur distribusi nilai dalam suatu kumpulan data. Rentang mewakili perbedaan antara nilai minimum dan nilai maksimum dalam kumpulan data. Deviasi standar mengukur deviasi tipikal nilai individu dari nilai rata-rata. Ini dihitung sebagai berikut: s = \u221a(\u03a3( xi \u2013 x ) 2 \/ (n-1)) Emas: \u03a3: Simbol yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T05:42:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/\",\"name\":\"Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T05:42:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T05:42:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rentang vs. deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T05:42:49+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/","name":"Rentang vs. Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T05:42:49+00:00","dateModified":"2023-07-25T05:42:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara rentang dan deviasi standar, serta kapan Anda harus menggunakan setiap metrik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-vs-deviasi-standar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rentang vs. deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1727"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1727\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}