{"id":1729,"date":"2023-07-25T05:32:56","date_gmt":"2023-07-25T05:32:56","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/"},"modified":"2023-07-25T05:32:56","modified_gmt":"2023-07-25T05:32:56","slug":"desain-faktorial-2x2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d72"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Desain faktorial 2 \u00d7 2<\/strong> adalah jenis desain eksperimen yang memungkinkan peneliti memahami pengaruh dua variabel independen (masing-masing dengan dua <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-variabel-independen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">level<\/a> ) terhadap satu variabel dependen.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16989\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_1.png\" alt=\"desain faktorial 2x2\" width=\"344\" height=\"183\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang ahli botani ingin memahami pengaruh sinar matahari (rendah atau tinggi) dan frekuensi penyiraman (harian atau mingguan) terhadap pertumbuhan spesies tanaman tertentu.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16990\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_2.png\" alt=\"Contoh desain faktorial 2x2\" width=\"312\" height=\"158\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah contoh desain faktorial 2&#215;2 karena terdapat dua variabel bebas yang masing-masing mempunyai dua tingkatan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel Independen #1:<\/strong> Sinar matahari<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Level:<\/strong> rendah, tinggi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel bebas #2:<\/strong> Frekuensi penyiraman<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Level:<\/strong> harian, mingguan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan ada variabel terikat: pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tujuan dari desain faktorial 2\u00d72<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Desain faktorial 2\u00d72 memungkinkan untuk menganalisis efek berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengaruh utama:<\/strong> Ini adalah pengaruh yang dimiliki satu variabel independen terhadap variabel dependen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam skenario sebelumnya, kita dapat menganalisis efek utama berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengaruh utama sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengetahui rata-rata pertumbuhan semua tanaman yang mendapat sedikit sinar matahari.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengetahui rata-rata pertumbuhan semua tanaman yang mendapat sinar matahari tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengaruh utama frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengetahui pertumbuhan rata-rata semua tanaman yang disiram setiap hari.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengetahui pertumbuhan rata-rata semua tanaman yang disiram setiap minggunya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek interaksi:<\/strong> Terjadi ketika pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen bergantung pada tingkat variabel independen lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam skenario sebelumnya, kita dapat menganalisis efek interaksi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman bergantung pada frekuensi penyiraman?<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman bergantung pada sinar matahari?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Visualisasikan efek utama dan efek interaksi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat kita menggunakan desain faktorial 2 \u00d7 2, kita sering kali membuat grafik meannya untuk lebih memahami pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, perhatikan plot berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16993 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_4.png\" alt=\"\" width=\"426\" height=\"434\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mengartikan nilai-nilai dalam plot:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan rata-rata tanaman yang mendapat sinar matahari intens dan penyiraman setiap hari adalah sekitar <strong>8,2<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata pertumbuhan tanaman yang mendapat sinar matahari tinggi dan penyiraman mingguan adalah sekitar <strong>9,6<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan rata-rata tanaman yang mendapat sedikit sinar matahari dan penyiraman setiap hari adalah sekitar <strong>5,3<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan rata-rata tanaman yang mendapat sinar matahari rendah dan penyiraman mingguan adalah sekitar <strong>5,8<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh interaksi antara kedua variabel bebas, cukup periksa apakah garis-garisnya sejajar atau tidak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika kedua garis plot sejajar, tidak ada efek interaksi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika kedua garis plot <em>tidak<\/em> sejajar maka terjadi efek interaksi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada grafik sebelumnya, kedua garis tersebut kira-kira sejajar, sehingga kemungkinan tidak ada efek interaksi antara frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun perhatikan alur cerita berikut ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16994 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_5.png\" alt=\"\" width=\"406\" height=\"413\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua garis tersebut tidak sejajar sama sekali (bahkan berpotongan!), yang menunjukkan kemungkinan adanya efek interaksi di antara keduanya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman <em>bergantung<\/em> pada frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, sinar matahari dan frekuensi penyiraman tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara mandiri. Sebaliknya terdapat <em>pengaruh interaksi<\/em> antara kedua variabel independen.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menganalisis desain faktorial 2&#215;2<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Merencanakan rata-rata adalah cara visual untuk memeriksa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, kita juga dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> untuk menguji secara formal apakah variabel independen memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan variabel dependen atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kode berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA dua arah untuk skenario pabrik hipotetis kami di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset. <span style=\"color: #3366ff;\">seeds<\/span> (0)\n\ndf &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (sunlight = rep(c(' <span style=\"color: #008000;\">Low<\/span> ', ' <span style=\"color: #008000;\">High<\/span> '), each = <span style=\"color: #3366ff;\">30<\/span> ),\n                 water = rep(c(' <span style=\"color: #008000;\">Daily<\/span> ', ' <span style=\"color: #008000;\">Weekly<\/span> '), each = <span style=\"color: #3366ff;\">15<\/span> , times = <span style=\"color: #3366ff;\">2<\/span> ),\n                 growth = c(rnorm(15, 6, 2), rnorm(15, 7, 3), rnorm(15, 7, 2),\n                                   rnorm(15, 10, 3)))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit the two-way ANOVA model\n<\/span>model &lt;- aov(growth ~ sunlight * water, data = df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view the model output\n<\/span>summary(model)\n\n               Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)   \nsunlight 1 52.5 52.48 8.440 0.00525 **\nwater 1 31.6 31.59 5.081 0.02813 * \nsunlight:water 1 12.8 12.85 2.066 0.15620   \nResiduals 56 348.2 6.22                   \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menginterpretasikan hasil ANOVA:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang terkait dengan sinar matahari adalah <strong>0,005<\/strong> . Karena angka ini kurang dari 0,05, berarti paparan sinar matahari mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang terkait dengan air adalah <strong>0,028<\/strong> . Karena angka ini kurang dari 0,05, berarti frekuensi penyiraman juga mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p interaksi sinar matahari dan air sebesar <strong>0,156<\/strong> . Karena angka ini tidak kurang dari 0,05 berarti tidak ada efek interaksi antara sinar matahari dan air.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x3\/\">Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d73<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-variabel-independen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan level variabel independen?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-independen-vs-variabel-dependen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Variabel independen atau dependen<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-faktorial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu ANOVA Faktorial?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain faktorial 2 \u00d7 2 adalah jenis desain eksperimen yang memungkinkan peneliti memahami pengaruh dua variabel independen (masing-masing dengan dua level ) terhadap satu variabel dependen. Misalnya, seorang ahli botani ingin memahami pengaruh sinar matahari (rendah atau tinggi) dan frekuensi penyiraman (harian atau mingguan) terhadap pertumbuhan spesies tanaman tertentu. Ini adalah contoh desain faktorial 2&#215;2 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T05:32:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\",\"name\":\"Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T05:32:56+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T05:32:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d72\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials","description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials","og_description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T05:32:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x2_1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/","name":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x2 - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T05:32:56+00:00","dateModified":"2023-07-25T05:32:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang desain faktorial 2x2, termasuk definisi langkah demi langkah dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d72"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1729"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1729\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}