{"id":1743,"date":"2023-07-25T04:16:20","date_gmt":"2023-07-25T04:16:20","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/"},"modified":"2023-07-25T04:16:20","modified_gmt":"2023-07-25T04:16:20","slug":"apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/","title":{"rendered":"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Standar deviasi<\/strong> digunakan untuk mengukur sebaran nilai dalam suatu sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung deviasi standar sampel tertentu:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">\u03a3( <sub>xi<\/sub> \u2013 x <sub>batang<\/sub> ) <sup>2<\/sup> \/ (n-1)<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3:<\/strong> Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub> :<\/strong> nilai <sup>ke-i<\/sup> dari sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>bar<\/sub> :<\/strong> Arti sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> Ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin tinggi nilai standar deviasi, maka semakin tersebar nilai-nilai tersebut dalam suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel<\/a> . Sebaliknya, semakin rendah nilai standar deviasinya, maka semakin erat pengelompokannya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan yang sering ditanyakan siswa adalah: <strong><em>apa yang dianggap sebagai nilai standar deviasi yang rendah?<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawabannya: <strong>Tidak ada nilai ambang batas untuk apa yang dianggap sebagai standar deviasi &#8220;rendah&#8221;, karena hal ini bergantung pada jenis data yang Anda gunakan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pertimbangkan skenario berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1:<\/strong> Seorang profesor mengumpulkan data nilai ujian siswa di kelasnya dan menemukan bahwa simpangan baku nilai ujian adalah 7,8.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2<\/strong> : Seorang ekonom mengukur total pajak penghasilan yang dipungut oleh berbagai negara di seluruh dunia dan menemukan bahwa deviasi standar dari total pajak penghasilan yang dipungut adalah $1,2 juta.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Standar deviasi pada Skenario 2 jauh lebih tinggi, namun hal ini terjadi karena nilai yang diukur pada Skenario 2 jauh lebih tinggi dibandingkan nilai yang diukur pada Skenario 1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya tidak ada satupun angka yang bisa kita gunakan untuk menentukan apakah suatu standar deviasi \u201crendah\u201d atau tidak. Itu sepenuhnya tergantung pada situasinya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan koefisien variasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menentukan apakah deviasi standar &#8220;rendah&#8221; adalah dengan membandingkannya dengan rata-rata kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Koefisien variasi<\/strong> , sering disingkat <em>CV<\/em> , adalah cara mengukur penyebaran nilai dalam kumpulan data relatif terhadap mean. Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">CV = s\/ <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s:<\/strong> deviasi standar kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> :<\/strong> rata-rata kumpulan data<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin rendah CV, semakin rendah standar deviasi <em>dari<\/em> mean.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang profesor mengumpulkan data nilai ujian siswa dan menemukan bahwa nilai rata-ratanya adalah 80,3 dan deviasi standar nilainya adalah 7,8. CV akan dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">CV: 7,8 \/ 80,3 = <strong>0,097<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan profesor lain di universitas lain mengumpulkan data nilai ujian mahasiswanya dan menemukan bahwa nilai rata-ratanya adalah 70,3 dan deviasi standar nilainya adalah 8,5. CV akan dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">CV: 8,5 \/ 90,2 = <strong>0,094<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun standar deviasi nilai ujian pada siswa guru pertama lebih rendah, namun koefisien variasinya justru lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ujian siswa guru kedua.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, variasi nilai ujian <em>relatif<\/em> terhadap nilai rata-rata lebih tinggi pada siswa guru pertama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbandingan standar deviasi antar sampel<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Daripada mengklasifikasikan simpangan baku sebagai &#8220;rendah&#8221; atau tidak, kita sering kali hanya membandingkan simpangan baku antara beberapa sampel untuk menentukan sampel mana yang mempunyai simpangan baku terendah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang profesor memberi siswanya tiga ujian dalam satu semester. Kemudian menghitung deviasi standar skor untuk setiap ujian:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh simpangan baku hasil ujian 1 : <strong>4.9<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh simpangan baku hasil ujian 2 : <strong>14.4<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh simpangan baku hasil ujian 3 : <strong>2,5<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Instruktur dapat melihat bahwa ujian 3 memiliki standar deviasi skor terendah di antara ketiga ujian tersebut, yang berarti bahwa skor ujian tersebut dikelompokkan paling dekat untuk ujian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, ia melihat ujian 2 memiliki standar deviasi tertinggi, artinya hasil ujian ini paling tersebar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/deviasi-standar-vs-kesalahan-standar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Standar deviasi dan kesalahan standar: apa bedanya?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-interkuartil-vs-deviasi-standar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Deviasi standar versus rentang antarkuartil: apa bedanya?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Standar deviasi digunakan untuk mengukur sebaran nilai dalam suatu sampel. Kita dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung deviasi standar sampel tertentu: \u221a \u03a3( xi \u2013 x batang ) 2 \/ (n-1) Emas: \u03a3: Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d x i : nilai ke-i dari sampel x bar : Arti sampel n: Ukuran sampel Semakin tinggi nilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-25T04:16:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/\",\"name\":\"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-25T04:16:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-25T04:16:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-25T04:16:20+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/","name":"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-25T04:16:20+00:00","dateModified":"2023-07-25T04:16:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan apa yang dianggap sebagai nilai rendah untuk standar deviasi, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/apa-yang-dimaksud-dengan-deviasi-standar-rendah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dianggap sebagai deviasi standar rendah?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1743\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}