{"id":1816,"date":"2023-07-24T21:14:08","date_gmt":"2023-07-24T21:14:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/"},"modified":"2023-07-24T21:14:08","modified_gmt":"2023-07-24T21:14:08","slug":"pengujian-hipotesis-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: pengujian hipotesis di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji hipotesis<\/a> adalah uji statistik formal yang kita gunakan untuk menolak atau gagal menolak hipotesis statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji hipotesis berikut di R:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji sampel t<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji T dua sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji-t sampel berpasangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>t.test()<\/strong> di R untuk melakukan setiap jenis pengujian:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#one sample t-test<\/span>\nt. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (x, y = NULL,\n       alternative = c(\" <span style=\"color: #ff0000;\">two.sided<\/span> \", \" <span style=\"color: #ff0000;\">less<\/span> \", \" <span style=\"color: #ff0000;\">greater<\/span> \"),\n       mu = 0, paired = FALSE, var.equal = <span style=\"color: #008000;\">FALSE<\/span> ,\n       conf.level = 0.95, \u2026)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x, y:<\/strong> dua sampel data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>alternatif:<\/strong> Pengujian hipotesis alternatif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>mu :<\/strong> Nilai rata-rata sebenarnya.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>berpasangan:<\/strong> apakah akan melakukan uji-t berpasangan atau tidak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>var.equal:<\/strong> apakah akan mengasumsikan bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menentukan-varians-yang-sama-atau-tidak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">varians antar sampel adalah sama<\/a> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>conf.level :<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kepercayaan-vs-interval-kepercayaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tingkat kepercayaan<\/a> yang akan digunakan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Uji-t satu sampel di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t satu sampel<\/a> digunakan untuk menguji apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah berat rata-rata suatu spesies penyu tertentu adalah 310 pon atau tidak. Kami keluar dan mengumpulkan sampel penyu secara acak sederhana dengan bobot sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Berat<\/strong> : 300, 315, 320, 311, 314, 309, 300, 308, 305, 303, 305, 301, 303<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan contoh uji-t ini di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define vector of turtle weights\n<span style=\"color: #000000;\">turtle_weights &lt;- c(300, 315, 320, 311, 314, 309, 300, 308, 305, 303, 305, 301, 303)<\/span>\n\n#perform one sample t-test<\/span>\nt. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (x=turtle_weights,mu=310)\n\n\tOne Sample t-test\n\ndata: turtle_weights\nt = -1.5848, df = 12, p-value = 0.139\nalternative hypothesis: true mean is not equal to 310\n95 percent confidence interval:\n 303.4236 311.0379\nsample estimates:\nmean of x \n 307.2308<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">statistik uji-t: <strong>-1,5848<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">derajat kebebasan: <strong>12<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">nilai p: <strong>0,139<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95% untuk rata-rata sebenarnya: <strong>[303.4236, 311.0379]<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">berat rata-rata penyu: <strong>307.230<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p dari pengujian (0,139) tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini berarti kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa berat rata-rata spesies penyu ini selain 310 pon.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Uji-t dua sampel di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t dua sampel<\/a> digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah berat rata-rata dua spesies penyu yang berbeda sama atau tidak. Untuk mengujinya, kami mengumpulkan sampel acak sederhana penyu dari setiap spesies dengan bobot sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sampel 1<\/strong> : 300, 315, 320, 311, 314, 309, 300, 308, 305, 303, 305, 301, 303<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sampel 2<\/strong> : 335, 329, 322, 321, 324, 319, 304, 308, 305, 311, 307, 300, 305<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan dua contoh uji-t di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define vector of turtle weights for each sample\n<span style=\"color: #000000;\">sample1 &lt;- c(300, 315, 320, 311, 314, 309, 300, 308, 305, 303, 305, 301, 303)<\/span>\n<span style=\"color: #000000;\">sample2 &lt;- c(335, 329, 322, 321, 324, 319, 304, 308, 305, 311, 307, 300, 305)<\/span>\n\n#perform two sample t-tests<\/span>\nt. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (x = sample1, y = sample2)\n\n\tWelch Two Sample t-test\n\ndata: sample1 and sample2\nt = -2.1009, df = 19.112, p-value = 0.04914\nalternative hypothesis: true difference in means is not equal to 0\n95 percent confidence interval:\n -14.73862953 -0.03060124\nsample estimates:\nmean of x mean of y \n 307.2308 314.6154<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">statistik uji-t: <strong>-2.1009<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">derajat kebebasan: <strong>19.112<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">nilai p: <strong>0,04914<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan rata-rata sebenarnya: <strong>[-14.74, -0.03]<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">rata-rata bobot sampel 1 : <strong>307,2308<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">rata-rata bobot sampel 2 : <strong>314,6154<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tes (0,04914) kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kita mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa berat rata-rata antara kedua spesies tersebut tidak sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Uji-t sampel berpasangan di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t sampel berpasangan<\/a> digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika setiap observasi pada satu sampel dapat dikaitkan dengan observasi pada sampel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah suatu program latihan tertentu mampu meningkatkan lompatan vertikal maksimum (dalam inci) pemain bola basket atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, kita dapat merekrut sampel acak sederhana yang terdiri dari 12 pemain bola basket perguruan tinggi dan mengukur lompatan vertikal maksimum mereka. Kemudian kita dapat meminta setiap pemain menggunakan program pelatihan selama sebulan dan kemudian mengukur lompatan vertikal maksimum mereka lagi pada akhir bulan tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Data berikut menunjukkan tinggi lompatan maksimum (dalam inci) sebelum dan sesudah menggunakan program latihan untuk setiap pemain:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Depan<\/strong> : 22, 24, 20, 19, 19, 20, 22, 25, 24, 23, 22, 21<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Setelah<\/strong> : 23, 25, 20, 24, 18, 22, 23, 28, 24, 25, 24, 20<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan uji-t sampel berpasangan di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define before and after max jump heights\n<span style=\"color: #000000;\">before &lt;- c(22, 24, 20, 19, 19, 20, 22, 25, 24, 23, 22, 21)<\/span>\n<span style=\"color: #000000;\">after &lt;- c(23, 25, 20, 24, 18, 22, 23, 28, 24, 25, 24, 20)<\/span>\n\n#perform paired samples t-test<\/span>\nt. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (x = before, y = after, paired = <span style=\"color: #008000;\">TRUE<\/span> )\n\n\tPaired t-test\n\ndata: before and after\nt = -2.5289, df = 11, p-value = 0.02803\nalternative hypothesis: true difference in means is not equal to 0\n95 percent confidence interval:\n -2.3379151 -0.1620849\nsample estimates:\nmean of the differences \n                  -1.25<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">statistik uji-t: <strong>-2,5289<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">derajat kebebasan: <strong>11<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">nilai p: <strong>0,02803<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan rata-rata sebenarnya: <strong>[-2.34, -0.16]<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">selisih rata-rata antara sebelum dan sesudah: <strong>-1,25<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tes (0,02803) kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya kita mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata tinggi lompatan sebelum dan sesudah menggunakan program latihan tidak sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan kalkulator online berikut untuk melakukan berbagai uji-t secara otomatis:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-kalkulator-uji-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh kalkulator uji-t<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ta-menguji-kalkulator-dua-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator uji-t dua sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-uji-t-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator Uji-t Sampel Berpasangan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji hipotesis adalah uji statistik formal yang kita gunakan untuk menolak atau gagal menolak hipotesis statistik. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji hipotesis berikut di R: Uji sampel t Uji T dua sampel Uji-t sampel berpasangan Kita dapat menggunakan fungsi t.test() di R untuk melakukan setiap jenis pengujian: #one sample t-test t. test (x, y [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T21:14:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/\",\"name\":\"Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T21:14:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T21:14:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: pengujian hipotesis di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R","description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R","og_description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T21:14:08+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/","name":"Panduan Lengkap: Pengujian Hipotesis di R","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T21:14:08+00:00","dateModified":"2023-07-24T21:14:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan panduan lengkap pengujian hipotesis di R, termasuk beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: pengujian hipotesis di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1816"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1816\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}