{"id":1823,"date":"2023-07-24T20:37:49","date_gmt":"2023-07-24T20:37:49","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/"},"modified":"2023-07-24T20:37:49","modified_gmt":"2023-07-24T20:37:49","slug":"standardisasi-vs-normalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/","title":{"rendered":"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Standardisasi<\/strong> dan <strong>normalisasi<\/strong> adalah dua cara untuk mengubah ukuran data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Normalisasi<\/strong> menskalakan kumpulan data agar memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1. Untuk melakukannya, rumus berikut digunakan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) \/ s<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai <sup>ke-i<\/sup> dari kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span><\/strong> : Maksud sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s<\/strong> : simpangan baku sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Normalisasi<\/strong> mengubah ukuran kumpulan data sehingga setiap nilai berada di antara 0 dan 1. Hal ini dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> ) \/ (x <sub>maks<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai <sup>ke-i<\/sup> dari kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>min<\/sub><\/strong> : Nilai minimum dalam kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>max<\/sub><\/strong> : Nilai maksimum dalam kumpulan data<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara membakukan dan menormalkan kumpulan data dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Bagaimana standarisasi data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16491 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliser01.png\" alt=\"\" width=\"98\" height=\"356\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai rata-rata pada dataset adalah 43,15 dan standar deviasinya adalah 22,13.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai pertama <strong>13<\/strong> , kami akan menerapkan rumus yang dibagikan sebelumnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) \/ s<\/strong> = (13 \u2013 43.15) \/ 22.13 = <strong>-1.36<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai kedua dari <strong>16<\/strong> , kita akan menggunakan rumus yang sama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) \/ s<\/strong> = (16 \u2013 43.15) \/ 22.13 = <strong>-1.23<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai ketiga dari <strong>19<\/strong> , kita akan menggunakan rumus yang sama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> ) \/ s<\/strong> = (19 \u2013 43.15) \/ 22.13 = <strong>-1.09<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan rumus yang sama persis untuk menstandarkan setiap nilai dalam kumpulan data asli:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-17655 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/standardiser0.png\" alt=\"\" width=\"197\" height=\"360\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh : Cara normalisasi data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekali lagi, misalkan kita memiliki kumpulan data berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16491 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliser01.png\" alt=\"\" width=\"98\" height=\"356\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai minimum pada dataset adalah 13 dan nilai maksimum adalah 71.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai pertama <strong>13<\/strong> , kami akan menerapkan rumus yang dibagikan sebelumnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> ) \/ (x <sub>maks<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> )<\/strong> = (13 \u2013 13) \/ (71 \u2013 13) = <strong>0<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai kedua dari <strong>16<\/strong> , kita akan menggunakan rumus yang sama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> ) \/ (x <sub>maks<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> )<\/strong> = (16 \u2013 13) \/ (71 \u2013 13) = <strong>0,0517<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menormalkan nilai ketiga dari <strong>19<\/strong> , kita akan menggunakan rumus yang sama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>baru<\/sub> = ( <sub>xi<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> ) \/ (x <sub>maks<\/sub> \u2013 x <sub>menit<\/sub> )<\/strong> = (19 \u2013 13) \/ (71 \u2013 13) = <strong>0,1034<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan rumus yang sama persis untuk menormalkan setiap nilai dalam kumpulan data asli antara 0 dan 1:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16492 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliser01-1.png\" alt=\"Normalisasikan data antara 0 dan 1\" width=\"190\" height=\"354\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <strong>Standardisasi atau normalisasi: kapan menggunakannya?<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Biasanya, kita <strong>menormalkan<\/strong> data ketika kita melakukan suatu jenis analisis di mana kita memiliki beberapa variabel yang diukur pada skala berbeda dan kita ingin setiap variabel memiliki rentang yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini mencegah satu variabel mempunyai pengaruh yang tidak semestinya, terutama jika variabel tersebut diukur dalam satuan yang berbeda (yaitu jika satu variabel diukur dalam inci dan variabel lainnya dalam yard).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, kami biasanya <strong>menormalkan<\/strong> data ketika kami ingin mengetahui berapa banyak standar deviasi setiap nilai dalam kumpulan data dari mean.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mungkin memiliki daftar nilai ujian untuk 500 siswa di sekolah tertentu dan kita ingin mengetahui berapa banyak standar deviasi setiap nilai ujian dari nilai rata-rata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, kita dapat menormalkan data mentah untuk mengetahui informasi ini. Kemudian, skor standar sebesar 1,26 akan memberi tahu kita bahwa nilai ujian siswa tersebut adalah 1,26 standar deviasi di atas nilai ujian rata-rata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Baik Anda memutuskan untuk melakukan normalisasi atau standarisasi data, ingatlah hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data yang dinormalisasi<\/strong> akan selalu memiliki nilai antara 0 dan 1.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kumpulan data yang distandarisasi<\/strong> akan memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1, namun tidak ada batas atas atau bawah khusus untuk nilai maksimum dan minimum.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada skenario khusus Anda, mungkin lebih masuk akal untuk melakukan normalisasi atau standarisasi data.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara standarisasi dan normalisasi data dalam perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menormalkan-data-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menormalkan data di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/normalisasi-data-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara normalisasi data di excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menormalkan-kolom-kerangka-data-panda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menormalkan data dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menormalkan-data-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana standarisasi data di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Standardisasi dan normalisasi adalah dua cara untuk mengubah ukuran data. Normalisasi menskalakan kumpulan data agar memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1. Untuk melakukannya, rumus berikut digunakan: x baru = ( xi \u2013 x ) \/ s Emas: x i : nilai ke-i dari kumpulan data x : Maksud sampel s : simpangan baku sampel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T20:37:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliser01.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/\",\"name\":\"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T20:37:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T20:37:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T20:37:49+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliser01.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/","name":"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T20:37:49+00:00","dateModified":"2023-07-24T20:37:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara standardisasi dan normalisasi, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/standardisasi-vs-normalisasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Standardisasi atau normalisasi: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1823"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1823"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1823\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}