{"id":1846,"date":"2023-07-24T18:29:52","date_gmt":"2023-07-24T18:29:52","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/"},"modified":"2023-07-24T18:29:52","modified_gmt":"2023-07-24T18:29:52","slug":"nilai-p-kurang-dari-0-05","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/","title":{"rendered":"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05 (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji hipotesis<\/a> digunakan untuk menguji benar atau tidaknya suatu hipotesis tentang suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-vs-parameter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">parameter populasi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap kali kami melakukan uji hipotesis, kami selalu mendefinisikan hipotesis nol dan hipotesis alternatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> Data sampel berasal dari kebetulan saja.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> data sampel dipengaruhi oleh sebab yang tidak acak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika p-value uji hipotesis berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita mempunyai bukti yang cukup untuk menyatakan hipotesis alternatif itu benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita tidak mempunyai cukup bukti untuk mengatakan hipotesis alternatif itu benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05 dan cara menafsirkan nilai p lebih besar dari 0,05 dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: mengartikan nilai P kurang dari 0,05<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan sebuah pabrik mengklaim memproduksi ban yang masing-masing berbobot 200 pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang auditor masuk dan menguji hipotesis nol bahwa berat rata-rata ban adalah 200 pon terhadap hipotesis alternatif bahwa berat ban rata-rata bukan 200 pon, dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u03bc = 200<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> \u03bc \u2260 200<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat menguji hipotesis untuk rata-rata, auditor mendapatkan nilai p sebesar <strong>0,0154<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p <strong>0,0154<\/strong> lebih kecil dari tingkat signifikansi <strong>0,05<\/strong> , auditor menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa berat rata-rata sebenarnya sebuah ban bukan 200 pon.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: mengartikan nilai P lebih besar dari 0,05<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli biologi berpikir bahwa pupuk tertentu akan membuat tanaman tumbuh lebih banyak dalam jangka waktu tiga bulan dibandingkan biasanya, yaitu saat ini 20 inci. Untuk mengujinya, ia mengaplikasikan pupuk tersebut ke setiap tanaman di laboratoriumnya selama tiga bulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia kemudian melakukan uji hipotesis menggunakan hipotesis berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u03bc = 20 inci (pupuk tidak berpengaruh terhadap rata-rata pertumbuhan tanaman)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> \u03bc &gt; 20 inci (pupuk akan menyebabkan peningkatan rata-rata pertumbuhan tanaman)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan melakukan uji hipotesis rata-rata, ahli biologi memperoleh nilai p sebesar <strong>0,2338<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p <strong>0,2338<\/strong> lebih besar dari tingkat signifikansi <strong>0,05<\/strong> , ahli biologi gagal menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa Pupuk menyebabkan peningkatan pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan tentang nilai P dan signifikansi statistik<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/signifikansi-statistik-praktis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik atau praktis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-vs-alfa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nilai P vs. Alfa: Apa Bedanya?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji hipotesis digunakan untuk menguji benar atau tidaknya suatu hipotesis tentang suatu parameter populasi . Setiap kali kami melakukan uji hipotesis, kami selalu mendefinisikan hipotesis nol dan hipotesis alternatif: Hipotesis nol (H 0 ): Data sampel berasal dari kebetulan saja. Hipotesis alternatif ( HA ): data sampel dipengaruhi oleh sebab yang tidak acak. Jika p-value [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T18:29:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/\",\"name\":\"Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T18:29:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T18:29:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05 (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T18:29:52+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/","name":"Cara Menafsirkan Nilai P Kurang dari 0,05 (Dengan Contoh)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T18:29:52+00:00","dateModified":"2023-07-24T18:29:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-05\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,05 (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1846"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1846\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}