{"id":1880,"date":"2023-07-24T15:06:40","date_gmt":"2023-07-24T15:06:40","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/"},"modified":"2023-07-24T15:06:40","modified_gmt":"2023-07-24T15:06:40","slug":"rmse-vs-r-persegi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/","title":{"rendered":"Rmse vs. r-squared: metrik mana yang harus anda gunakan?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Model regresi digunakan untuk mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kapan pun kami menyesuaikan model regresi, kami ingin memahami seberapa cocok model tersebut dengan data. Dengan kata lain, seberapa baik model tersebut mampu menggunakan nilai variabel prediktor untuk memprediksi nilai <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> ?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua metrik yang sering digunakan ahli statistik untuk mengukur seberapa cocok suatu model dengan kumpulan data adalah root mean square error (RMSE) dan R squared ( <sup>R2<\/sup> ), yang dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RMSE<\/strong> : metrik yang memberi tahu kita seberapa jauh rata-rata nilai prediksi dari nilai observasi dalam kumpulan data. Semakin rendah RMSE, semakin baik model tersebut cocok dengan kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">RMSE = \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">\u03a3(P <sub>saya<\/sub> \u2013 O <sub>saya<\/sub> ) <sup>2<\/sup> \/ n<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u03a3 adalah simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P <sub>i<\/sub> adalah nilai prediksi pengamatan <sup>ke-i<\/sup><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">O <sub>i<\/sub> adalah nilai observasi untuk observasi <sup>ke-i<\/sup><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">n adalah ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>R <sup>2<\/sup><\/strong> : Metrik yang memberi tahu kita seberapa besar varians variabel respons suatu model regresi dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Nilai ini antara 0 dan 1. Semakin tinggi nilai R <sup>2<\/sup> , semakin baik model tersebut cocok dengan sekumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><sup>R2<\/sup> = 1 \u2013 (RSS\/TSS)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">RSS mewakili jumlah kuadrat dari residu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">TSS mewakili jumlah total kuadrat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RMSE vs R <sup>2<\/sup> : Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat mengevaluasi kesesuaian model dengan kumpulan data, akan berguna untuk menghitung nilai <em>RMSE<\/em> dan nilai R <sup>2<\/sup> , karena setiap metrik memberi tahu kita sesuatu yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di satu sisi, RMSE memberi tahu kita jarak tipikal antara nilai prediksi yang dibuat oleh model regresi dan nilai sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, R <sup>2<\/sup> memberitahu kita sejauh mana variabel prediktor dapat menjelaskan variasi variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut yang menampilkan informasi tentang rumah di kota tertentu:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18019 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rmse_r2_1.png\" alt=\"\" width=\"339\" height=\"198\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang katakanlah kita ingin menggunakan luas persegi, jumlah kamar mandi, dan jumlah kamar tidur untuk memprediksi harga sebuah rumah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengadaptasi model regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Harga = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> (luas persegi) + \u03b2 <sub>2<\/sub> (# kamar mandi) + \u03b2 <sub>3<\/sub> (# kamar tidur)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang anggaplah kita cocok dengan model ini, lalu hitung metrik berikut untuk mengevaluasi kesesuaian model:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RMSE<\/strong> : 14.342<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><sup>R2<\/sup><\/strong> : 0,856<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>RMSE<\/strong> menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata antara prediksi harga rumah model dan harga rumah sebenarnya adalah $14.342.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>R <sup>2<\/sup><\/strong> menunjukkan bahwa variabel prediktor model (ukuran luas, jumlah kamar mandi, dan jumlah kamar tidur) mampu menjelaskan 85,6% variasi harga rumah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan apakah nilai-nilai tersebut \u201cbaik\u201d atau tidak, kita dapat membandingkan pengukuran tersebut dengan model alternatif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita menyesuaikan model regresi lain yang menggunakan kumpulan variabel prediktor berbeda dan menghitung metrik berikut untuk model tersebut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RMSE<\/strong> : 19.355<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><sup>R2<\/sup><\/strong> : 0,765<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terlihat nilai RMSE model ini lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya. Terlihat juga nilai R <sup>2<\/sup> model ini lebih rendah dibandingkan model sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa model ini kurang cocok dengan data dibandingkan model sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Ringkasan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut poin-poin utama yang diangkat dalam artikel ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">RMSE dan R <sup>2<\/sup> mengukur seberapa cocok model regresi dengan kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">RMSE memberi tahu kita seberapa baik model regresi dapat memprediksi nilai variabel respons secara absolut, sedangkan R <sup>2<\/sup> memberi tahu kita seberapa baik model dapat memprediksi nilai variabel respons dalam persentase.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Menghitung RMSE dan <sup>R2<\/sup> untuk model tertentu berguna karena setiap metrik memberi kita informasi yang berguna.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Berganda<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-vs-r-kuadrat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">R vs R-Square: apa bedanya?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-r-kuadrat-yang-bagus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Model regresi digunakan untuk mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon. Kapan pun kami menyesuaikan model regresi, kami ingin memahami seberapa cocok model tersebut dengan data. Dengan kata lain, seberapa baik model tersebut mampu menggunakan nilai variabel prediktor untuk memprediksi nilai variabel respon ? Dua metrik yang sering digunakan ahli statistik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T15:06:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rmse_r2_1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/\",\"name\":\"RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T15:06:40+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T15:06:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rmse vs. r-squared: metrik mana yang harus anda gunakan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T15:06:40+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rmse_r2_1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/","name":"RMSE vs. R-Squared: Metrik Mana yang Harus Anda Gunakan?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T15:06:40+00:00","dateModified":"2023-07-24T15:06:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara RMSE dan R-squared saat mengevaluasi kesesuaian model regresi, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/rmse-vs-r-persegi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rmse vs. r-squared: metrik mana yang harus anda gunakan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1880"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1880"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1880\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}