{"id":1965,"date":"2023-07-24T06:59:35","date_gmt":"2023-07-24T06:59:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-24T06:59:35","modified_gmt":"2023-07-24T06:59:35","slug":"diagram-diagnostik-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Model regresi linier digunakan untuk menggambarkan hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan suatu variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, setelah kita memasang model regresi, ada baiknya juga membuat <strong>plot diagnostik<\/strong> untuk menganalisis residu model dan memastikan bahwa model linier sesuai digunakan untuk data tertentu yang sedang kita kerjakan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi tertentu di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Membuat dan menafsirkan plot diagnostik di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memasang model regresi linier sederhana menggunakan &#8220;jam belajar&#8221; untuk memprediksi &#8220;nilai ujian&#8221; siswa di kelas tertentu:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndf &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (hours=c(1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 6),\n                 score=c(67, 65, 68, 77, 73, 79, 81, 88, 80, 67, 84, 93, 90, 91)) \n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit linear regression model<\/span>\nmodel = lm(score ~ hours, data=df)\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan perintah <strong>plot()<\/strong> untuk menghasilkan empat plot diagnostik untuk model regresi ini:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#produce diagnostic plots for regression model\n<\/span>plot(model)\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-18595\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic1.png\" alt=\"plot diagnostik di R\" width=\"676\" height=\"664\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagan Diagnostik #1: Residual vs. Bagan Leverage<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Grafik ini digunakan untuk mengidentifikasi observasi yang berpengaruh. Jika ada titik pada grafik ini yang berada di luar jarak Cook (garis putus-putus), maka ini merupakan pengamatan yang berpengaruh.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-18596\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic2.png\" alt=\"merencanakan residu dan leverage di R\" width=\"479\" height=\"456\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat melihat bahwa pengamatan #10 paling dekat dengan batas jarak Cook, namun tidak berada di luar garis titik-titik. Artinya tidak ada poin yang terlalu berpengaruh dalam dataset kami.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot Diagnostik #2: Plot Skala dan Lokasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Grafik ini digunakan untuk memverifikasi asumsi persamaan varians (juga disebut \u201chomoskedastisitas\u201d) di antara sisa model regresi kami. Jika garis merah kira-kira horizontal pada plot, maka asumsi variansi yang sama mungkin terpenuhi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-18597 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic3.png\" alt=\"diplot ke skala dan lokasi di R\" width=\"480\" height=\"463\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat melihat bahwa garis merah tidak benar-benar horizontal pada plot, namun tidak menyimpang terlalu liar pada titik mana pun. Kami mungkin menyatakan bahwa asumsi varians yang sama tidak dilanggar dalam kasus ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memahami Heteroskedastisitas dalam Analisis Regresi<\/a><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jejak diagnostik #3: jejak QQ normal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot ini digunakan untuk mengetahui apakah residu dari model regresi berdistribusi normal. Jika titik-titik pada grafik ini terletak kira-kira sepanjang garis diagonal lurus, maka kita dapat mengasumsikan bahwa residunya berdistribusi normal.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18598 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic4.png\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"468\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat melihat bahwa titik-titik tersebut terletak kira-kira di sepanjang garis lurus diagonal. Pengamatan #10 dan #8 menyimpang sedikit dari garis di ujung, tetapi tidak cukup untuk menyatakan bahwa residu tidak berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot Diagnostik #4: Residu vs. Plot yang Disesuaikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot ini digunakan untuk menentukan apakah residu menunjukkan pola nonlinier. Jika garis merah di tengah plot kira-kira horizontal, kita dapat berasumsi bahwa residu mengikuti pola linier.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18599 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic5.png\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"472\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat melihat bahwa garis merah menyimpang dari garis horizontal sempurna tetapi tidak secara signifikan. Kami mungkin menyatakan bahwa residu mengikuti pola yang kira-kira linier dan model regresi linier sesuai untuk kumpulan data ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Empat asumsi regresi linier<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan residu dalam statistik?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/lokasi-untuk-diukur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana menafsirkan plot skala dan lokasi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Model regresi linier digunakan untuk menggambarkan hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan suatu variabel respon. Namun, setelah kita memasang model regresi, ada baiknya juga membuat plot diagnostik untuk menganalisis residu model dan memastikan bahwa model linier sesuai digunakan untuk data tertentu yang sedang kita kerjakan. Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T06:59:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T06:59:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T06:59:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T06:59:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagnostic1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/","name":"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T06:59:35+00:00","dateModified":"2023-07-24T06:59:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menafsirkan plot diagnostik untuk model regresi linier di R, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-diagnostik-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan plot diagnostik di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1965"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1965\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}