{"id":1985,"date":"2023-07-24T05:01:35","date_gmt":"2023-07-24T05:01:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/"},"modified":"2023-07-24T05:01:35","modified_gmt":"2023-07-24T05:01:35","slug":"distribusi-normal-vs-distribusi-seragam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/","title":{"rendered":"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal adalah distribusi probabilitas yang paling umum digunakan dalam statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini memiliki properti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simetris<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Berbentuk lonceng<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat plot berdistribusi normal maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18715 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_unif1.png\" alt=\"\" width=\"432\" height=\"399\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-seragam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Distribusi seragam<\/a> adalah distribusi probabilitas yang setiap nilai antara interval <em>a<\/em> sampai <em>b<\/em> mempunyai peluang terjadinya yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini memiliki properti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simetris<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Berbentuk persegi panjang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat plot sebaran seragam maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18716 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_unif2.png\" alt=\"\" width=\"456\" height=\"408\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal dan distribusi seragam mempunyai <strong>persamaan<\/strong> sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kedua distribusi tersebut simetris. Artinya, jika kita menggambar garis melalui pusat distribusi, sisi kiri dan kanan distribusi akan saling mencerminkan dengan sempurna:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun kedua distribusi tersebut memiliki <strong>perbedaan<\/strong> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Distribusinya mempunyai bentuk yang berbeda-beda.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi normal berbentuk lonceng, artinya nilai yang berada di dekat pusat distribusi lebih besar kemungkinannya untuk muncul dibandingkan nilai di bagian ekor distribusi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi seragam berbentuk persegi panjang, artinya setiap nilai dalam distribusi mempunyai peluang terjadinya yang sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Distribusi normal atau distribusi seragam: kapan menggunakannya?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Distribusi normal<\/strong> digunakan untuk memodelkan fenomena yang cenderung mengikuti bentuk \u201ckurva lonceng\u201d. Misalnya, telah diketahui dengan baik bahwa berat lahir bayi baru lahir terdistribusi normal rata-rata sekitar 7,5 pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Histogram berat lahir bayi baru lahir di Amerika Serikat menampilkan bentuk lonceng yang umumnya sesuai dengan distribusi normal:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-14144 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/unimodal1-2.png\" alt=\"\" width=\"549\" height=\"292\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kebanyakan bayi mungkin memiliki berat sekitar 7,5 pon, beberapa memiliki berat kurang dari 7 pon dan beberapa memiliki berat lebih dari 8 pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, <strong>distribusi seragam<\/strong> digunakan untuk memodelkan skenario di mana setiap hasil potensial mempunyai kemungkinan yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh klasiknya adalah melempar dadu. Jika sebuah dadu dilempar satu kali, peluang munculnya dadu pada angka antara 1 dan 6 mengikuti distribusi seragam karena setiap angka mempunyai peluang muncul yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, ada 6 kemungkinan angka yang muncul pada dadu, jadi peluang munculnya angka 1 adalah 1\/6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Demikian pula, peluang Anda mendapatkan angka 2 adalah 1\/6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Demikian pula, peluang Anda mendapatkan angka 3 adalah 1\/6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bonus: Cara memplot distribusi normal dan seragam<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan kode berikut di R untuk membuat plot distribusi normal dan seragam:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define x-axis<\/span>\nx &lt;- seq(-4, 4, length=100)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate normal distribution probabilities\n<\/span>y &lt;- dnorm(x)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#plot normal distribution\n<\/span>plot(x, y, type = \" <span style=\"color: #ff0000;\">l<\/span> \", lwd = <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define x-axis\n<\/span>x &lt;- seq(-4, 4, length=100)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate uniform distribution probabilities\n<\/span>y &lt;- dunif(x, min = -3, max = 3)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#plot uniform distribution\n<\/span>plot(x, y, type = \" <span style=\"color: #ff0000;\">l<\/span> \", lwd = <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> , xlim = c(-4, 4))\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-distribusi-normal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 contoh konkrit distribusi normal<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-nyata-distribusi-seragam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 contoh konkrit pemerataan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-simetris-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Distribusi simetris: definisi + contoh<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Distribusi normal adalah distribusi probabilitas yang paling umum digunakan dalam statistik. Ini memiliki properti berikut: Simetris Berbentuk lonceng Jika kita membuat plot berdistribusi normal maka akan terlihat seperti ini: Distribusi seragam adalah distribusi probabilitas yang setiap nilai antara interval a sampai b mempunyai peluang terjadinya yang sama. Ini memiliki properti berikut: Simetris Berbentuk persegi panjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T05:01:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_unif1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/\",\"name\":\"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T05:01:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T05:01:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T05:01:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norm_unif1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/","name":"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T05:01:35+00:00","dateModified":"2023-07-24T05:01:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan distribusi normal dan distribusi seragam, termasuk beberapa grafik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-seragam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Distribusi normal atau seragam: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1985"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1985\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}