{"id":2036,"date":"2023-07-24T00:02:08","date_gmt":"2023-07-24T00:02:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/"},"modified":"2023-07-24T00:02:08","modified_gmt":"2023-07-24T00:02:08","slug":"regresi-logistik-vs-regresi-linier","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/","title":{"rendered":"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua model regresi yang paling umum digunakan adalah <strong>regresi linier<\/strong> dan <strong>regresi logistik<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua jenis model regresi ini digunakan untuk mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respons<\/a> , namun ada beberapa perbedaan utama antara kedua model tersebut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19057 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/lineaire_vs_logistique1-1.png\" alt=\"regresi logistik vs regresi linier\" width=\"677\" height=\"277\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut ringkasan perbedaannya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan #1: Jenis Variabel Respon<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model regresi linier digunakan ketika variabel respon mengambil nilai kontinu sehingga:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Harga<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tinggi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Usia<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jarak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, model regresi logistik digunakan ketika variabel respon mengambil nilai kategorikal seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">ya atau tidak<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Laki laki atau perempuan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Menang atau tidak menang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan #2: persamaan yang digunakan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier menggunakan persamaan berikut untuk merangkum hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> X <sub>1<\/sub> <sub>+<\/sub> \u03b2 <sub>2<\/sub> X <sub>2<\/sub> + \u2026 + \u03b2 <sub>p<\/sub><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Y : variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">X <sub>j<\/sub> : variabel prediktif <sup>ke<\/sup> -j<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u03b2 <sub>j<\/sub> : Efek rata-rata pada Y dari peningkatan satu unit X <sub>j<\/sub> , dengan menganggap semua prediktor lainnya tetap<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, regresi logistik menggunakan persamaan berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">p(X) = e <sup>\u03b2 <sub>0<\/sub> + <sub>\u03b2<\/sub> <sub>1<\/sub> <sub>X<\/sub> <sub>1<\/sub> <sub>+<\/sub> <sub>\u03b2<\/sub><\/sup> <sup><sub>2<\/sub> <sub>X<\/sub> <sub>2<\/sub> <sub>+<\/sub> <sub>\u2026<\/sub> <sub>+<\/sub> <sub>\u03b2<\/sub><\/sup> p<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Persamaan ini digunakan untuk memprediksi probabilitas suatu pengamatan individu termasuk dalam kategori tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan #3: Metode yang digunakan agar sesuai dengan persamaan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier menggunakan metode yang disebut <strong>kuadrat terkecil biasa<\/strong> untuk menemukan persamaan regresi yang paling sesuai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, regresi logistik menggunakan metode yang disebut <strong>estimasi kemungkinan maksimum<\/strong> untuk menemukan persamaan regresi yang paling sesuai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan #4: keluaran yang akan diprediksi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier memprediksi nilai kontinu sebagai keluaran. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Harga ($150, $199, $400, dll.)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tinggi (14 inci, 2 kaki, 94,32 sentimeter, dll.)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Usia (2 bulan, 6 tahun, 41,5 tahun, dst.)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jarak (1,23 mil, 4,5 kilometer, dll.)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, regresi logistik memprediksi probabilitas sebagai suatu hasil. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">40,3% peluang diterima di universitas.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">93,2% peluang memenangkan permainan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">34,2% kemungkinan suatu undang-undang akan diadopsi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan regresi logistik atau linier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Latihan soal berikut dapat membantu Anda lebih memahami kapan harus menggunakan regresi logistik atau regresi linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah #1: Pendapatan Tahunan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ekonom ingin menggunakan variabel prediktor (1) jam kerja mingguan dan (2) tahun pendidikan untuk memprediksi pendapatan tahunan individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, ia akan menggunakan <strong>regresi linier<\/strong> karena variabel respon (pendapatan tahunan) bersifat kontinu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah #2: Penerimaan Perguruan Tinggi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang petugas penerimaan perguruan tinggi ingin menggunakan variabel prediktor (1) IPK dan (2) skor ACT untuk memprediksi kemungkinan seorang siswa diterima di universitas tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, dia akan menggunakan <strong>regresi logistik<\/strong> karena variabel respon bersifat kategoris dan hanya dapat mengambil dua nilai: diterima atau tidak diterima.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah #3: Harga real estat<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang agen real estate ingin menggunakan variabel prediktor (1) luas persegi, (2) jumlah kamar tidur, dan (3) jumlah kamar mandi untuk memprediksi harga jual rumah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, dia akan menggunakan <strong>regresi linier<\/strong> karena variabel respon (harga) bersifat kontinu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah #4: Deteksi Spam<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang programmer komputer ingin menggunakan variabel prediktor (1) jumlah kata dan (2) negara asal untuk memprediksi kemungkinan bahwa email tertentu adalah spam.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, akan menggunakan <strong>regresi logistik<\/strong> karena variabel respons bersifat kategoris dan hanya dapat mengambil dua nilai: spam atau bukan spam.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan detail lebih lanjut tentang regresi linier:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Sederhana<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Berganda<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-nyata-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Contoh Penggunaan Regresi Linier dalam Kehidupan Nyata<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan detail lebih lanjut tentang regresi logistik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Logistik<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-nyata-regresi-logistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Contoh Penggunaan Regresi Logistik dalam Kehidupan Nyata<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua model regresi yang paling umum digunakan adalah regresi linier dan regresi logistik . Kedua jenis model regresi ini digunakan untuk mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respons , namun ada beberapa perbedaan utama antara kedua model tersebut: Berikut ringkasan perbedaannya: Perbedaan #1: Jenis Variabel Respon Model regresi linier digunakan ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T00:02:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/lineaire_vs_logistique1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/\",\"name\":\"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-24T00:02:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-24T00:02:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-24T00:02:08+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/lineaire_vs_logistique1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/","name":"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-24T00:02:08+00:00","dateModified":"2023-07-24T00:02:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara regresi logistik dan regresi linier, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-vs-regresi-linier\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Regresi logistik vs regresi linier: perbedaan utama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2036"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2036"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2036\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}