{"id":2042,"date":"2023-07-23T23:29:33","date_gmt":"2023-07-23T23:29:33","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/"},"modified":"2023-07-23T23:29:33","modified_gmt":"2023-07-23T23:29:33","slug":"kurva-batuan-unggul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/","title":{"rendered":"Cara membuat kurva roc di excel (langkah demi langkah)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi logistik<\/a> adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika variabel responsnya biner. Untuk mengevaluasi seberapa cocok model regresi logistik dengan kumpulan data, kita dapat melihat dua metrik berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sensitivitas:<\/strong> probabilitas model memprediksi hasil positif untuk suatu observasi padahal hasilnya benar-benar positif. Ini juga disebut \u201ctingkat positif sebenarnya\u201d.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekhususan:<\/strong> probabilitas model memprediksi hasil negatif untuk suatu observasi padahal hasilnya sebenarnya negatif. Ini juga disebut \u201ctingkat negatif sebenarnya\u201d.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk memvisualisasikan kedua pengukuran ini adalah dengan membuat <strong>kurva ROC<\/strong> , yang merupakan singkatan dari kurva \u201ckarakteristik pengoperasian penerima\u201d. Ini adalah grafik yang menampilkan sensitivitas dan spesifisitas model regresi logistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut ini memperlihatkan cara membuat dan menafsirkan kurva ROC di Excel.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Langkah 1: Masukkan datanya<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita mulai dengan memasukkan beberapa data mentah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19089 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc1.png\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"398\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung data kumulatif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian mari kita gunakan rumus berikut untuk menghitung nilai kumulatif kategori Lulus dan Gagal:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai keberhasilan kumulatif: <strong>=SUM($B$3:B3)<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kegagalan kumulatif: <strong>=SUM($C$3:C3)<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian akan menyalin dan menempelkan rumus ini ke setiap sel di kolom D dan kolom E:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19090 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc2.png\" alt=\"\" width=\"462\" height=\"421\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Hitung tingkat positif palsu dan tingkat positif sebenarnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan menghitung false positive rate (FPR), true positive rate (TPR), dan area under the curve (AUC) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">FPR: <strong>=1-H3\/$D$14<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">TPR: <strong>=1-E3\/$E$14<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">ASC: <strong>=(F3-F4)*G3<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian akan menyalin dan menempelkan rumus ini ke setiap sel di kolom F, G dan H:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19091 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc3.png\" alt=\"\" width=\"566\" height=\"427\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Buat kurva ROC<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat kurva ROC, kami akan menyorot setiap nilai dalam rentang <strong>F3:G14<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan klik tab <strong>Sisipkan<\/strong> di sepanjang pita atas, lalu klik <strong>Sisipkan Sebar (X, Y)<\/strong> untuk membuat jalur berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19092\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc4.png\" alt=\"Kurva ROC di Excel\" width=\"624\" height=\"516\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Hitung AUC<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin dekat kurva ke sudut kiri atas plot, semakin baik model tersebut mampu mengklasifikasikan data ke dalam kategori.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seperti yang dapat kita lihat dari grafik di atas, model regresi logistik ini berfungsi dengan baik dalam mengklasifikasikan data ke dalam kategori.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengukurnya, kita dapat menghitung AUC (area di bawah kurva) yang menunjukkan seberapa banyak plot yang berada di bawah kurva.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin dekat AUC ke 1, maka semakin baik model tersebut. Model dengan AUC sama dengan 0,5 tidak lebih baik dari model yang melakukan klasifikasi acak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung AUC kurva, kita cukup menjumlahkan semua nilai di kolom H:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19093 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc5.png\" alt=\"Hitung AUC di Excel\" width=\"580\" height=\"480\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">AUCnya ternyata <strong>0,802662<\/strong> . Nilai ini cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa model berfungsi dengan baik dalam mengklasifikasikan data ke dalam kategori \u201cLulus\u201d dan \u201cGagal\u201d.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara membuat plot umum lainnya di Excel:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cdf-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memplot CDF di Excel<\/a><br \/> Cara Membuat Kurva Kelangsungan Hidup di Excel<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-kontrol-proses-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Bagan Kendali Proses Statistik di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi logistik adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika variabel responsnya biner. Untuk mengevaluasi seberapa cocok model regresi logistik dengan kumpulan data, kita dapat melihat dua metrik berikut: Sensitivitas: probabilitas model memprediksi hasil positif untuk suatu observasi padahal hasilnya benar-benar positif. Ini juga disebut \u201ctingkat positif sebenarnya\u201d. Kekhususan: probabilitas model memprediksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T23:29:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/\",\"name\":\"Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T23:29:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T23:29:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat kurva roc di excel (langkah demi langkah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T23:29:33+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/roc1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/","name":"Cara Membuat Kurva ROC di Excel (Langkah demi Langkah) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T23:29:33+00:00","dateModified":"2023-07-23T23:29:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara membuat kurva ROC di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-unggul\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat kurva roc di excel (langkah demi langkah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2042"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2042\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}