{"id":2061,"date":"2023-07-23T21:25:39","date_gmt":"2023-07-23T21:25:39","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/"},"modified":"2023-07-23T21:25:39","modified_gmt":"2023-07-23T21:25:39","slug":"skor-t-vs-skor-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/","title":{"rendered":"T-score vs z-score: kapan menggunakannya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua istilah yang sering membingungkan mahasiswa pada mata kuliah statistika adalah <strong>t-score<\/strong> dan <strong>z-score<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Keduanya banyak digunakan saat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengujian hipotesis<\/a> atau membangun interval kepercayaan , namun keduanya sedikit berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut rumus masing-masingnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>skor t = ( <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> \u2013 \u03bc) \/ (s\/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n<\/span> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span><\/strong> : mean sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> : Rata-rata populasi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s<\/strong> : Contoh simpangan baku<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> : Ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>skor-z = ( <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> \u2013 \u03bc) \/ \u03c3<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span><\/strong> : Nilai data mentah<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> : Rata-rata populasi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3<\/strong> : Simpangan baku populasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Diagram alur ini menunjukkan kapan Anda harus menggunakan masing-masing, berdasarkan data Anda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-19217 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zscore_vs_tscore1.png\" alt=\"Diagram Alir Kapan Menggunakan T-Score vs. Skor-Z\" width=\"561\" height=\"276\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung T-score dan Z-score dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Perhitungan T-Score<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan sebuah restoran menyiapkan hamburger yang mengklaim memiliki berat rata-rata \u03bc = 0,25 pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mengambil sampel acak n = 20 hamburger dan menemukan bahwa berat rata-rata sampel adalah <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> = 0,22 pon dengan deviasi standar s = 0,05 pon. Lakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah berat rata-rata sebenarnya dari semua hamburger yang diproduksi oleh restoran ini sama dengan 0,25 pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan <strong>skor-T<\/strong> untuk melakukan uji hipotesis karena tidak satu pun dari dua kondisi berikut ini yang terpenuhi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simpangan baku populasi (\u03c3) diketahui. (\u03c3 tidak disediakan dalam contoh ini)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel lebih besar dari 30. (n=20 dalam contoh ini)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, kita akan menghitung t-score sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">skor t = ( <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> \u2013 \u03bc) \/ (s\/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n<\/span> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-skor = (0,22 \u2013 0,25) \/ (0,05 \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">20<\/span> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-skor = -2,68<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menurut <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/t-skor-kalkulator-nilai-p\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator skor-T nilai-P<\/a> , nilai-p yang sesuai dengan skor-t ini adalah <strong>0,01481<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini kurang dari 0,05, kami mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa berat rata-rata hamburger yang diproduksi di restoran ini tidak sama dengan 0,25 pon.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Menghitung skor Z<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsikan sebuah perusahaan memproduksi baterai yang masa pakainya diketahui mengikuti distribusi normal dengan rata-rata \u03bc = 20 jam dan deviasi standar \u03c3 = 5 jam.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mengambil sampel acak n = 50 baterai dan menemukan bahwa rata-rata sampelnya adalah <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> = 21 jam. Lakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah umur rata-rata sebenarnya dari semua baterai yang diproduksi oleh perusahaan ini sama dengan 20 jam.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan <strong>skor-z<\/strong> untuk melakukan uji hipotesis karena kedua kondisi berikut terpenuhi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simpangan baku populasi (\u03c3) diketahui. (\u03c3 sama dengan 5 dalam contoh ini)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel lebih besar dari 30. (n=50 dalam contoh ini)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, kami akan menghitung skor-z sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">skor-z = ( <span style=\"border-top: 1px solid black;\">x<\/span> \u2013 \u03bc) \/ \u03c3<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">skor-z = (21 \u2013 20) \/ 5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">skor-z = 0,2<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menurut kalkulator skor-Z nilai-P, nilai-p yang sesuai dengan skor-z ini adalah <strong>0,84184<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa umur rata-rata semua baterai yang diproduksi oleh perusahaan ini berbeda dari 20 jam.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan informasi lebih lanjut tentang skor T dan skor Z:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-normal-vs-distribusi-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Distribusi normal vs distribusi t: apa bedanya?<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membaca tabel distribusi t<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menggunakan-tabel-z\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membaca tabel Z<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua istilah yang sering membingungkan mahasiswa pada mata kuliah statistika adalah t-score dan z-score . Keduanya banyak digunakan saat melakukan pengujian hipotesis atau membangun interval kepercayaan , namun keduanya sedikit berbeda. Berikut rumus masing-masingnya: skor t = ( x \u2013 \u03bc) \/ (s\/\u221a n ) Emas: x : mean sampel \u03bc : Rata-rata populasi s [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T21:25:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zscore_vs_tscore1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/\",\"name\":\"T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T21:25:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T21:25:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"T-score vs z-score: kapan menggunakannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T21:25:39+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zscore_vs_tscore1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/","name":"T-Score vs Z-Score: Kapan Menggunakannya \u2013 Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T21:25:39+00:00","dateModified":"2023-07-23T21:25:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan T-score versus Z-score dalam statistik, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/skor-t-vs-skor-z\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"T-score vs z-score: kapan menggunakannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2061\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}