{"id":2088,"date":"2023-07-23T18:15:35","date_gmt":"2023-07-23T18:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/"},"modified":"2023-07-23T18:15:35","modified_gmt":"2023-07-23T18:15:35","slug":"korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/","title":{"rendered":"Korelasi tidak menyiratkan sebab akibat: 5 contoh nyata"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ungkapan \u201c <strong>korelasi tidak berarti sebab-akibat<\/strong> \u201d sering digunakan dalam statistik untuk menekankan bahwa korelasi antara dua variabel tidak selalu berarti bahwa satu variabel menyebabkan variabel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami ungkapan ini, perhatikan contoh konkrit berikut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Penjualan es krim dan serangan hiu<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kami mengumpulkan data setiap tahun mengenai penjualan es krim bulanan dan serangan hiu bulanan di Amerika Serikat, kami akan menemukan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang tinggi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19426 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause1.png\" alt=\"\" width=\"585\" height=\"424\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apakah ini berarti makan es krim menyebabkan serangan hiu?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak cukup. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa lebih banyak orang mengonsumsi es krim dan berenang di laut saat cuaca di luar lebih hangat, yang menjelaskan mengapa kedua variabel ini sangat berkorelasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun penjualan es krim dan serangan hiu sangat berkorelasi, namun hal yang satu tidak menyebabkan hal yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Pendapatan Penguasaan dan Box Office<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mengumpulkan data mengenai jumlah total gelar master yang diberikan oleh universitas setiap tahun dan total pendapatan box office yang dihasilkan per tahun, kita akan menemukan bahwa kedua variabel tersebut berkorelasi tinggi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19428 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause2.png\" alt=\"\" width=\"583\" height=\"421\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apakah ini berarti bahwa menerbitkan lebih banyak gelar Master akan meningkatkan pendapatan box office setiap tahunnya?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak cukup. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa populasi dunia meningkat setiap tahunnya, yang berarti semakin banyak gelar master yang diberikan setiap tahunnya dan jumlah orang yang menonton film setiap tahunnya meningkat dengan proporsi yang hampir sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Walaupun kedua variabel ini berkorelasi, namun yang satu tidak menyebabkan variabel yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: tenggelam di kolam renang sehubungan dengan produksi energi nuklir<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mengumpulkan data mengenai jumlah total tenggelamnya kolam renang setiap tahun dan jumlah total energi yang dihasilkan setiap tahun oleh pembangkit listrik tenaga nuklir, kita akan menemukan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang tinggi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19429 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause3.png\" alt=\"\" width=\"584\" height=\"410\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apakah ini berarti meningkatnya kejadian tenggelam di kolam renang menyebabkan peningkatan produksi tenaga nuklir?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak tepat. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa populasi dunia telah meningkat, yang berarti semakin banyak orang yang tenggelam di kolam renang, dan pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi lebih layak setiap tahunnya, itulah sebabnya mengapa pembangkit listrik tenaga nuklir semakin meningkat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Walaupun kedua variabel ini mempunyai korelasi yang tinggi, namun variabel yang satu tidak menyebabkan variabel yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 4: Kasus campak dalam kaitannya dengan angka perkawinan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mengumpulkan data setiap tahun mengenai jumlah total kasus campak di Amerika Serikat dan angka pernikahan, kita akan menemukan bahwa kedua variabel tersebut mempunyai korelasi yang tinggi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19430 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause4.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"428\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apakah ini berarti berkurangnya kasus campak akan menurunkan angka pernikahan?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak tepat. Sebaliknya, kedua variabel tersebut bersifat independen: pengobatan modern menyebabkan penurunan kasus campak, dan semakin sedikit orang yang menikah setiap tahunnya karena berbagai alasan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Walaupun kedua variabel ini mempunyai korelasi yang tinggi, namun variabel yang satu tidak menyebabkan variabel yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 5: Lulusan SMA relatif terhadap konsumsi pizza<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita mengumpulkan data setiap tahun mengenai jumlah total lulusan sekolah menengah atas dan total konsumsi pizza di Amerika Serikat, kita akan menemukan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang tinggi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19431 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause5.png\" alt=\"\" width=\"579\" height=\"419\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apakah ini berarti peningkatan jumlah lulusan sekolah menengah atas menyebabkan peningkatan konsumsi pizza di Amerika Serikat?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak cukup. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa populasi Amerika telah meningkat dari waktu ke waktu, yang berarti bahwa jumlah orang dengan ijazah sekolah menengah atas dan jumlah total pizza yang dikonsumsi meningkat seiring dengan peningkatan populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Walaupun kedua variabel ini berkorelasi, namun yang satu tidak menyebabkan variabel yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang korelasi:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Koefisien Korelasi Pearson<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/apakah-kausalitas-menyiratkan-korelasi\/\">Apakah hubungan sebab akibat menyiratkan korelasi?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-vs-asosiasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Korelasi vs. asosiasi: apa bedanya?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dianggap sebagai korelasi \u201ckuat\u201d?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-korelasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kapan sebaiknya Anda menggunakan korelasi?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ungkapan \u201c korelasi tidak berarti sebab-akibat \u201d sering digunakan dalam statistik untuk menekankan bahwa korelasi antara dua variabel tidak selalu berarti bahwa satu variabel menyebabkan variabel lainnya. Untuk lebih memahami ungkapan ini, perhatikan contoh konkrit berikut. Contoh 1: Penjualan es krim dan serangan hiu Jika kami mengumpulkan data setiap tahun mengenai penjualan es krim bulanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T18:15:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/\",\"name\":\"Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T18:15:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T18:15:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Korelasi tidak menyiratkan sebab akibat: 5 contoh nyata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial","description":"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial","og_description":"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T18:15:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrcause1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/","name":"Korelasi tidak berarti sebab akibat: 5 contoh nyata - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T18:15:35+00:00","dateModified":"2023-07-23T18:15:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Artikel ini membagikan beberapa contoh ungkapan di dunia nyata: korelasi tidak berarti sebab-akibat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-tidak-menyiratkan-contoh-sebab-akibat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Korelasi tidak menyiratkan sebab akibat: 5 contoh nyata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}