{"id":2091,"date":"2023-07-23T17:59:06","date_gmt":"2023-07-23T17:59:06","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/"},"modified":"2023-07-23T17:59:06","modified_gmt":"2023-07-23T17:59:06","slug":"residu-danova","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/","title":{"rendered":"Bagaimana menganalisis residu dalam model anova"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>ANOVA<\/strong> (\u201canalisis varians\u201d) adalah jenis model yang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">kami memasangkan ANOVA Setiap kali model diterapkan pada kumpulan data, akan selalu ada residu \u2013 residu ini mewakili perbedaan antara masing-masing observasi individu dan rata-rata kelompok asal observasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung residu untuk model ANOVA dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Perhitungan residu di ANOVA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita merekrut 90 orang untuk berpartisipasi dalam eksperimen penurunan berat badan yang mana kita secara acak menugaskan 30 orang untuk mengikuti Program A, Program B, atau Program C selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melakukan ANOVA satu arah untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara penurunan berat badan yang dihasilkan dari ketiga program.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita menghitung rata-rata penurunan berat badan individu yang berpartisipasi dalam setiap program sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Program A<\/strong> : 1,58 pon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Program B<\/strong> : 2,56 pon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Program C<\/strong> : 4,13 pon<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sisa dari model ANOVA adalah selisih antara penurunan berat badan masing-masing individu dan rata-rata penurunan berat badan program mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, tabel berikut menunjukkan cara menghitung residu untuk 10 individu berbeda dalam penelitian:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19454 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova_residuals1-1.png\" alt=\"\" width=\"651\" height=\"316\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan pola berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Individu yang memiliki nilai di atas rata-rata kelompoknya memiliki <strong>sisa positif<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Individu yang memiliki nilai lebih rendah dari rata-rata kelompoknya mempunyai <strong>sisa negatif<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kami akan menghitung residu untuk 90 individu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menggunakan residu untuk memeriksa normalitas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi ANOVA<\/a> adalah residunya terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling umum untuk memverifikasi asumsi ini adalah dengan membuat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-normalitas-jejak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plot QQ<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika residunya berdistribusi normal, maka titik-titik pada plot QQ akan terletak pada garis lurus diagonal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut tampilan plot QQ pada contoh sebelumnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18162 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/qqnorm1.png\" alt=\"\" width=\"466\" height=\"454\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ujungnya sedikit melenceng dari garis lurus diagonal pada ujung ekornya, namun secara umum ujungnya jatuh cukup baik mengikuti garis diagonal.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa asumsi normalitas mungkin terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai referensi, berikut adalah tampilan plot QQ untuk residu yang tidak terdistribusi normal:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-18163 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/qqnorm2.png\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"447\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Titik-titik tersebut sangat menyimpang dari garis lurus diagonal yang menunjukkan bahwa residu tidak berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lihat tutorial berikut untuk mempelajari cara membuat plot QQ di berbagai perangkat lunak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-plot-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot QQ di Excel<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot QQ di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-plot-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot QQ dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artikel berikut memberikan informasi tambahan tentang model ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar ANOVA Satu Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana cara memeriksa asumsi ANOVA<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-konkrit-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 contoh penggunaan ANOVA dalam kehidupan nyata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA (\u201canalisis varians\u201d) adalah jenis model yang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. kami memasangkan ANOVA Setiap kali model diterapkan pada kumpulan data, akan selalu ada residu \u2013 residu ini mewakili perbedaan antara masing-masing observasi individu dan rata-rata kelompok asal observasi tersebut. Contoh berikut menunjukkan cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T17:59:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova_residuals1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/\",\"name\":\"Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T17:59:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T17:59:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menganalisis residu dalam model anova\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T17:59:06+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova_residuals1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/","name":"Cara menganalisis residu dalam model ANOVA - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T17:59:06+00:00","dateModified":"2023-07-23T17:59:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menganalisis dan menginterpretasikan residu dalam model ANOVA.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/residu-danova\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menganalisis residu dalam model anova"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2091"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2091"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2091\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}