{"id":2105,"date":"2023-07-23T16:34:09","date_gmt":"2023-07-23T16:34:09","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/"},"modified":"2023-07-23T16:34:09","modified_gmt":"2023-07-23T16:34:09","slug":"populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/","title":{"rendered":"Populasi vs. contoh deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Deviasi standar<\/strong> adalah salah satu cara paling umum untuk mengukur distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ternyata ada dua jenis standar deviasi yang dapat Anda hitung, bergantung pada jenis data yang Anda gunakan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Simpangan baku populasi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus menghitung deviasi standar populasi ketika kumpulan data yang Anda gunakan mewakili seluruh populasi, yaitu setiap nilai yang Anda minati.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk menghitung simpangan baku populasi yang dilambangkan dengan \u03c3 adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 = \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">\u03a3( <sub>xi<\/sub> \u2013 \u03bc) <sup>2<\/sup> \/ N<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub><\/strong> : Nilai <sup>ke<\/sup> -i dalam kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> : Rata-rata populasi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>N<\/strong> : Ukuran populasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Contoh simpangan baku<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus menghitung deviasi standar sampel ketika kumpulan data yang Anda gunakan mewakili sampel yang diambil dari populasi yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk menghitung simpangan baku sampel, dilambangkan dengan <em>s<\/em> , adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s = \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">\u03a3( <sub>xi<\/sub> \u2013 x\u0304) <sup>2<\/sup> \/ (n \u2013 1)<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub><\/strong> : Nilai <sup>ke<\/sup> -i dalam kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x\u0304<\/strong> : Rata-rata sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> : Ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <strong>Deviasi standar populasi dari sampel: perbedaan<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari rumus di atas, kita dapat melihat bahwa terdapat perbedaan kecil antara populasi dan simpangan baku sampel: <strong>Saat menghitung simpangan baku sampel, kita membaginya dengan n- 1, bukan N.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alasannya adalah ketika kita menghitung simpangan baku sampel, kita cenderung meremehkan variabilitas populasi sebenarnya. Dengan kata lain, perkiraan kami terhadap deviasi standar populasi yang sebenarnya bersifat bias.*<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengoreksi bias ini, kami membaginya dengan n-1. Hal ini terbukti menjadikan deviasi standar sampel sebagai perkiraan deviasi standar populasi yang tidak bias.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">*Buktinya berada di luar cakupan artikel ini. Untuk bukti matematis, lihat <a href=\"https:\/\/stats.stackexchange.com\/questions\/11707\/why-is-sample-standard-deviation-a-biased-estimator-of-sigma\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Stack Exchange ini<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-masing<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan soal latihan berikut untuk lebih memahami kapan Anda harus menggunakan deviasi standar populasi versus sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latihan soal 1: Olahraga<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang pelatih bola basket ingin merangkum rata-rata dan deviasi standar poin yang dicetak oleh 12 pemain di timnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat menghitung simpangan baku dari poin yang dicetak, apakah harus menggunakan rumus simpangan baku populasi atau sampel?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawaban: Dia harus menggunakan <strong>standar deviasi populasi<\/strong> karena dia hanya tertarik pada poin yang dicetak oleh pemainnya dan bukan pemain lain di tim lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latihan soal 2: tinggi badan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang guru olahraga ingin merangkum mean dan deviasi standar tinggi badan siswa di kelasnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat menghitung simpangan baku tinggi badan, apakah harus menggunakan rumus simpangan baku populasi atau sampel?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawaban: Sebaiknya menggunakan <strong>simpangan baku populasi<\/strong> karena hanya tertarik pada jumlah siswa di kelas tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latihan soal 3: Biologi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli biologi ingin merangkum mean dan deviasi standar dari berat spesies penyu tertentu. Dia memutuskan untuk keluar dan mengambil sampel acak sederhana sebanyak 20 penyu dari populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat menghitung simpangan baku bobot, apakah ia harus menggunakan rumus simpangan baku populasi atau sampel?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawaban: Ia sebaiknya menggunakan <strong>standar deviasi sampel<\/strong> karena ia tertarik pada bobot seluruh populasi penyu, bukan hanya bobot penyu dalam sampelnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latihan Soal 4: Manufaktur<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang inspektur ingin merangkum mean dan deviasi standar dari berat ban yang diproduksi di pabrik tertentu. Dia memutuskan untuk mengambil sampel acak sederhana sebanyak 40 ban dari pabrik dan menimbang masing-masing ban.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat menghitung simpangan baku bobot, apakah sebaiknya menggunakan rumus simpangan baku populasi atau sampel?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawaban: Dia harus menggunakan <strong>standar deviasi sampel<\/strong> karena dia tertarik pada berat semua ban yang diproduksi di pabrik tersebut, bukan hanya berat ban dalam sampelnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang deviasi standar:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengapa-standar-deviasi-itu-penting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa deviasi standar penting?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dianggap sebagai deviasi standar yang baik?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-nyata-deviasi-standar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Contoh Penggunaan Standar Deviasi dalam Kehidupan Nyata<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-variasi-relatif-terhadap-standar-deviasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Koefisien variasi versus deviasi standar: perbedaan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deviasi standar adalah salah satu cara paling umum untuk mengukur distribusi nilai dalam kumpulan data. Ternyata ada dua jenis standar deviasi yang dapat Anda hitung, bergantung pada jenis data yang Anda gunakan. 1. Simpangan baku populasi Anda harus menghitung deviasi standar populasi ketika kumpulan data yang Anda gunakan mewakili seluruh populasi, yaitu setiap nilai yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T16:34:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/\",\"name\":\"Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T16:34:09+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T16:34:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Populasi vs. contoh deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T16:34:09+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/","name":"Populasi vs. Contoh Deviasi Standar: Kapan Menggunakan Masing-Masing - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T16:34:09+00:00","dateModified":"2023-07-23T16:34:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara simpangan baku populasi dan simpangan baku sampel, serta kapan masing-masing harus digunakan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-dibandingkan-dengan-standar-deviasi-sampel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Populasi vs. contoh deviasi standar: kapan menggunakan masing-masing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2105"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2105\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}