{"id":2117,"date":"2023-07-23T15:10:52","date_gmt":"2023-07-23T15:10:52","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/"},"modified":"2023-07-23T15:10:52","modified_gmt":"2023-07-23T15:10:52","slug":"menafsirkan-risiko-relatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan risiko relatif: dengan contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, <strong>risiko relatif<\/strong> mengacu pada kemungkinan suatu peristiwa terjadi pada kelompok yang diberi perlakuan dibandingkan dengan kemungkinan suatu peristiwa terjadi pada kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = (Probabilitas kejadian pada kelompok perlakuan) \/ (Probabilitas kejadian pada kelompok kontrol)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, berikut cara menafsirkan nilai risiko relatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Risiko relatif &lt;1<\/strong> : kejadian tersebut kecil kemungkinannya terjadi pada kelompok perlakuan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Risiko relatif = 1<\/strong> : Peristiwa tersebut mempunyai probabilitas yang sama untuk terjadi pada setiap kelompok<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Risiko relatif &gt; 1<\/strong> : Kejadian ini lebih mungkin terjadi pada kelompok perlakuan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan bagaimana menafsirkan nilai risiko relatif dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Risiko relatif &lt;1<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah latihan fisik mempengaruhi risiko terkena suatu penyakit.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami mengumpulkan data dan menemukan bahwa 28% orang yang rutin berolahraga mengidap penyakit ini sementara 50% orang yang tidak rutin berolahraga mengidap penyakit ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, kami akan menghitung risiko relatif sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = P (kejadian pada kelompok perlakuan) \/ P (kejadian pada kelompok kontrol)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Resiko relatif = P (penyakit saat olah raga) \/ P (penyakit tanpa olah raga)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = 0,28 \/ 0,50<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = <strong>0,56<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena risiko relatifnya kurang dari 1, hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini kecil kemungkinannya untuk berkembang pada orang yang berolahraga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lebih tepatnya, kita dapat mengatakan bahwa seseorang memiliki kemungkinan 44% lebih kecil (1 \u2013 0,56 = 0,44) untuk terkena penyakit ini jika mereka berolahraga secara teratur.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Risiko relatif = 1<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah suatu program studi baru mempengaruhi kemampuan siswa untuk lulus ujian tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami mengumpulkan data dan menemukan bahwa 40% siswa yang menggunakan kurikulum baru lulus ujian, sedangkan 40% siswa yang tidak menggunakan kurikulum juga lulus ujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, kami akan menghitung risiko relatif sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = P (kejadian pada kelompok perlakuan) \/ P (kejadian pada kelompok kontrol)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = P (sukses dengan program baru) \/ P (sukses tanpa program baru)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = 0,40 \/ 0,40<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = <strong>1<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena risiko relatifnya sama dengan 1, hal ini menunjukkan bahwa seseorang mempunyai peluang yang sama untuk lulus ujian, terlepas dari apakah mereka menggunakan kurikulum baru atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Risiko relatif &gt; 1<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah merokok mempengaruhi risiko terkena kanker paru-paru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami mengumpulkan data dan menemukan bahwa 70% orang yang merokok menderita kanker paru-paru, sementara 5% orang yang tidak merokok menderita kanker paru-paru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam skenario ini, kami akan menghitung risiko relatif sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = P (kejadian pada kelompok perlakuan) \/ P (kejadian pada kelompok kontrol)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = P (kanker paru-paru karena merokok) \/ P (kanker paru-paru tanpa merokok)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = 0,70 \/ 0,05<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = <strong>14<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena risiko relatifnya lebih besar dari 1, hal ini menunjukkan bahwa seseorang lebih mungkin terkena kanker paru-paru jika mereka merokok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lebih tepatnya, kita dapat mengatakan bahwa seseorang 14 kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru jika mereka merokok.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menafsirkan risiko relatif dalam tabel kontingensi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seringkali, Anda mungkin perlu menghitung dan menafsirkan risiko relatif menggunakan tabel 2&#215;2, yang menggunakan format berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-6327 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cotesratioexcel0.png\" alt=\"\" width=\"305\" height=\"93\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung risiko relatif dalam tabel 2&#215;2:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Risiko relatif<\/strong> = [A\/(A+B)] \/ [C\/(C+D)]<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, 50 pemain bola basket menggunakan program latihan baru dan 50 pemain menggunakan program latihan lama. Di akhir program, kami menguji setiap pemain untuk melihat apakah mereka lulus tes keterampilan tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel 2&#215;2 berikut menunjukkan hasilnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19676 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cotes1.png\" alt=\"\" width=\"255\" height=\"104\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menghitung risiko relatif sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = [A\/(A+B)] \/ [C\/(C+D)]<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = [34\/(34+16)] \/ [39\/(39+11)]<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = 0,68 \/ 0,78<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Risiko relatif = <strong>0,872<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena risiko relatif kurang dari 1, hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan keberhasilan program baru lebih rendah dibandingkan program lama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lebih tepatnya, kita dapat mengatakan bahwa seseorang memiliki kemungkinan 12,8% lebih kecil (1 \u2013 0,872 = 0,128) untuk lulus tes keterampilan jika mereka menggunakan program baru.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan informasi tambahan tentang rasio odds dan risiko relatif:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-rasio-odds\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana menafsirkan rasio odds<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rasio-odds-risiko-relatif-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghitung Rasio Odds dan Risiko Relatif di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, risiko relatif mengacu pada kemungkinan suatu peristiwa terjadi pada kelompok yang diberi perlakuan dibandingkan dengan kemungkinan suatu peristiwa terjadi pada kelompok kontrol. Ini dihitung sebagai berikut: Risiko relatif = (Probabilitas kejadian pada kelompok perlakuan) \/ (Probabilitas kejadian pada kelompok kontrol) Secara umum, berikut cara menafsirkan nilai risiko relatif: Risiko relatif &lt;1 : kejadian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T15:10:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cotesratioexcel0.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/\",\"name\":\"Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T15:10:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T15:10:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan risiko relatif: dengan contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T15:10:52+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/cotesratioexcel0.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/","name":"Bagaimana Menafsirkan Risiko Relatif (dengan Contoh) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T15:10:52+00:00","dateModified":"2023-07-23T15:10:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan risiko relatif, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-risiko-relatif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan risiko relatif: dengan contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2117"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2117\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}