{"id":2118,"date":"2023-07-23T15:05:59","date_gmt":"2023-07-23T15:05:59","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/"},"modified":"2023-07-23T15:05:59","modified_gmt":"2023-07-23T15:05:59","slug":"kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/","title":{"rendered":"Kapan menggunakan regresi ridge &amp; lasso"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi linier berganda<\/a> biasa, kami<\/span> <span style=\"color: #000000;\">menggunakan sekumpulan variabel prediktor <em>p<\/em> dan variabel respons agar sesuai dengan model dalam bentuk:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> X <sub>1<\/sub> <sub>+<\/sub> \u03b2 <sub>2<\/sub> X <sub>2<\/sub> + \u2026 + \u03b2 <sub>p<\/sub><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai \u03b2 <sub>0<\/sub> , \u03b2 <sub>1<\/sub> , B <sub>2<\/sub> , \u2026, \u03b2 <sub>p<\/sub> dipilih menggunakan metode kuadrat terkecil, yang meminimalkan jumlah kuadrat residu (RSS):<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS = \u03a3(y <sub>saya<\/sub> \u2013 \u0177 <sub>saya<\/sub> ) <sup>2<\/sup><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : Simbol yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>y <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai respon sebenarnya untuk observasi <sup>ke-i<\/sup><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 <sub>i<\/sub><\/strong> : Nilai respon yang diprediksi untuk observasi ke- <sup>i<\/sup><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Masalah multikolinearitas dalam regresi<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Masalah yang sering muncul dalam praktik regresi linier berganda adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">multikolinearitas<\/a> \u2013 ketika dua atau lebih variabel prediktor berkorelasi tinggi satu sama lain, sehingga tidak memberikan informasi unik atau independen dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini dapat membuat estimasi koefisien model tidak dapat diandalkan dan menunjukkan varians yang tinggi. Artinya, ketika model diterapkan pada kumpulan data baru yang belum pernah ada sebelumnya, kemungkinan besar kinerjanya akan buruk.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menghindari multikolinearitas: Regresi Ridge &amp; Lasso<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua metode yang dapat kita gunakan untuk mengatasi masalah multikolinearitas ini adalah <strong>regresi ridge<\/strong> dan <strong>regresi laso<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi ridge<\/strong> berupaya meminimalkan hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS + \u03bb\u03a3\u03b2 <sub>j<\/sub> <sup>2<\/sup><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi Lasso<\/strong> berupaya meminimalkan hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RSS + \u03bb\u03a3|\u03b2 <sub>j<\/sub> |<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kedua persamaan tersebut, suku kedua disebut <em>penalti penarikan<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika \u03bb = 0, suku penalti ini tidak berpengaruh dan regresi ridge dan regresi laso menghasilkan estimasi koefisien yang sama dengan kuadrat terkecil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika \u03bb mendekati tak terhingga, penalti penyusutan menjadi lebih berpengaruh dan variabel prediktif yang tidak dapat diimpor ke dalam model berkurang menuju nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan regresi Lasso, ada kemungkinan beberapa koefisien menjadi <em>nol sepenuhnya<\/em> ketika \u03bb menjadi cukup besar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Keuntungan dan Kerugian Regresi Ridge &amp; Lasso<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Keuntungan<\/strong> regresi Ridge dan Lasso dibandingkan regresi kuadrat terkecil adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kompromi-varians-bias\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tradeoff bias-varians<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa Mean Square Error (MSE) adalah metrik yang dapat kita gunakan untuk mengukur keakuratan model tertentu dan dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">MSE = Var( <em class=\"ph i\">f\u0302(<\/em> x <sub>0<\/sub> )) + [Bias( <em class=\"ph i\">f\u0302(<\/em> x <sub>0<\/sub> ))] <sup>2<\/sup> + Var(\u03b5)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">MSE = Varians + Bias <sup>2<\/sup> + Kesalahan yang tidak dapat direduksi<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ide dasar dari Regresi Ridge dan Regresi Lasso adalah untuk memperkenalkan bias kecil sehingga varians dapat dikurangi secara signifikan, sehingga menghasilkan UMK yang lebih rendah secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengilustrasikannya, perhatikan grafik berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11851 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/crete1.png\" alt=\"Pengorbanan Bias-Varians Regresi Ridge\" width=\"468\" height=\"341\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa ketika \u03bb meningkat, variansnya berkurang secara signifikan dengan peningkatan bias yang sangat kecil. Namun, setelah melewati titik tertentu, varians berkurang dengan lebih cepat dan penurunan koefisien menyebabkan perkiraan yang terlalu rendah, sehingga menyebabkan peningkatan tajam dalam bias.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat dari grafik bahwa MSE pengujian paling rendah ketika kita memilih nilai \u03bb yang menghasilkan trade-off optimal antara bias dan varians.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika \u03bb = 0, suku penalti dalam regresi laso tidak berpengaruh dan oleh karena itu menghasilkan estimasi koefisien yang sama dengan kuadrat terkecil.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Namun, dengan meningkatkan \u03bb hingga titik tertentu, kita dapat mengurangi MSE pengujian secara keseluruhan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11874 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/lasso1.png\" alt=\"Pengorbanan Bias-Varians Regresi Lasso\" width=\"490\" height=\"357\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, pemasangan model dengan regresi ridge dan laso berpotensi menghasilkan kesalahan pengujian yang lebih kecil dibandingkan pemasangan model dengan regresi kuadrat terkecil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kerugian<\/strong> dari regresi Ridge dan Lasso adalah sulitnya menginterpretasikan koefisien dalam model akhir karena koefisiennya menyusut menuju nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, regresi Ridge dan Lasso harus digunakan ketika Anda ingin mengoptimalkan kemampuan prediktif daripada inferensi.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Punggungan vs. Regresi Lasso: Kapan Menggunakan Masing-masing<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi L asso dan regresi ridge dikenal sebagai <em>metode regularisasi<\/em> karena keduanya berupaya meminimalkan jumlah sisa kuadrat (RSS) serta jangka waktu penalti tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, mereka membatasi atau <em>mengatur<\/em> estimasi koefisien model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan: <strong>apakah regresi ridge atau laso lebih baik?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kasus di mana hanya sejumlah kecil variabel prediktor yang signifikan, <strong>regresi laso<\/strong> cenderung bekerja lebih baik karena mampu mereduksi sepenuhnya variabel-variabel yang tidak signifikan menjadi nol dan menghapusnya dari model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika banyak variabel prediktor signifikan dalam model dan koefisiennya kira-kira sama, <strong>regresi ridge<\/strong> cenderung bekerja lebih baik karena semua prediktor tetap berada dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan model mana yang terbaik untuk membuat prediksi, kami biasanya melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">validasi silang k-fold<\/a> dan memilih model yang menghasilkan uji root mean square error terendah.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan pengenalan tentang Regresi Ridge dan Regresi Lasso:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-punggungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Ridge<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-laso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Lasso<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan kedua jenis regresi di R dan Python:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-puncak-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi ridge di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-puncak-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi Ridge dengan Python<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-laso-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi Lasso di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-laso-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi Lasso dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam regresi linier berganda biasa, kami menggunakan sekumpulan variabel prediktor p dan variabel respons agar sesuai dengan model dalam bentuk: Y = \u03b2 0 + \u03b2 1 X 1 + \u03b2 2 X 2 + \u2026 + \u03b2 p Nilai \u03b2 0 , \u03b2 1 , B 2 , \u2026, \u03b2 p dipilih menggunakan metode [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T15:05:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/crete1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/\",\"name\":\"Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T15:05:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T15:05:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kapan menggunakan regresi ridge &amp; lasso\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T15:05:59+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/crete1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/","name":"Kapan Menggunakan Regresi Ridge &amp; Lasso - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T15:05:59+00:00","dateModified":"2023-07-23T15:05:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan regresi ridge dan regresi laso, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-ridge-laso\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kapan menggunakan regresi ridge &amp; lasso"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}