{"id":213,"date":"2023-08-04T03:18:17","date_gmt":"2023-08-04T03:18:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/"},"modified":"2023-08-04T03:18:17","modified_gmt":"2023-08-04T03:18:17","slug":"data-yang-tidak-dikelompokkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/","title":{"rendered":"Data tidak dikelompokkan"},"content":{"rendered":"<p>Pada artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu data yang tidak dikelompokkan dalam statistik, latihan penyelesaian data yang tidak dikelompokkan dan juga apa perbedaan antara data yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-son-los-datos-no-agrupados\"><\/span> Apa itu data yang tidak dikelompokkan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dalam statistik, <strong>data yang tidak dikumpulkan<\/strong> adalah data yang tidak dikelompokkan tetapi dipelajari secara terpisah. Artinya, ketika data tidak dikelompokkan, setiap nilai dalam kumpulan data dianalisis satu per satu.<\/p>\n<p> Data yang tidak dikelompokkan tidak membentuk interval, tetapi data yang dikelompokkan membentuk interval.<\/p>\n<p> Secara umum, data dikelompokkan ketika variabelnya kontinu atau ketika terdapat banyak nilai yang akan dianalisis. Oleh karena itu, jika data mengikuti variabel diskrit dan kita tidak memiliki jumlah data yang sangat besar, maka tidak perlu mengelompokkan data ke dalam interval. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-diskrit\/\">Apa yang dimaksud dengan variabel diskrit?<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-datos-no-agrupados\"><\/span>Contoh data yang tidak dikelompokkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita melihat definisi data yang tidak dikelompokkan, sekarang kita melanjutkan untuk menyelesaikan contoh dengan jenis data statistik ini untuk memahami konsep dengan lebih baik.<\/p>\n<ul>\n<li> Nilai yang diperoleh mata pelajaran statistika pada kelas yang berjumlah 30 siswa adalah sebagai berikut. Berapa frekuensi absolut setiap nada? <\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0b4c2aaf8375eb7531d0723aa5ef006c_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"5\\ 4\\ 7\\ 9\\ 10\\ 6\\ 7\\ 4\\ 8\\ 3\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"13\" width=\"151\" style=\"vertical-align: 0px;\"><\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-d92283243224cd8cd6067c4452a85f91_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"6\\ 9\\ 8\\ 5\\ 6\\ 4\\ 6\\ 2\\ 4\\ 7\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"13\" width=\"142\" style=\"vertical-align: 0px;\"><\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-e48f65ca1a0f947935791d6ca68469c9_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"8\\ 9\\ 10\\ 5\\ 4\\ 3\\ 6\\ 8\\ 7\\ 5\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"13\" width=\"150\" style=\"vertical-align: 0px;\"><\/p>\n<\/p>\n<p> Dalam hal ini merupakan variabel diskrit karena hanya boleh berupa bilangan bulat, sehingga tidak perlu mengelompokkan data ke dalam interval.<\/p>\n<p> Jadi, hitung saja berapa kali setiap nilai muncul dan tuliskan dalam array: <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tableau-de-frequence-absolue.png\" alt=\"Frekuensi absolut\" class=\"wp-image-3232\" width=\"208\" height=\"403\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Karena data belum dikelompokkan ke dalam interval, setiap nilai dapat dipelajari secara terpisah. Dengan demikian kita dapat mengetahui jumlah siswa yang mencatat setiap catatan.<\/p>\n<p> Perhatikan bahwa untuk melengkapi tabel frekuensi, Anda harus selalu menghitung frekuensi absolut kumulatif, frekuensi relatif, frekuensi relatif kumulatif, dll. Anda dapat melihat cara melakukannya di sini: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tabel-frekuensi\/\">Tabel frekuensi untuk data yang tidak dikelompokkan<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"datos-no-agrupados-y-datos-agrupados\"><\/span> Data tidak dikelompokkan dan data dikelompokkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Pada bagian ini, kita akan melihat apa perbedaan antara data yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan. Selain itu, kita akan melihat kapan waktu yang tepat untuk mengelompokkan data dan kapan tidak, karena, secara logis, hal ini akan mempengaruhi penyelidikan selanjutnya.<\/p>\n<p> <strong>Perbedaan antara data yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan<\/strong> adalah mengelompokkannya atau tidak. Apabila datanya dikelompokkan berarti dikumpulkan secara interval, sebaliknya jika data tidak dikelompokkan berarti masing-masing nilai dipelajari secara terpisah.<\/p>\n<p> Pada umumnya data dikelompokkan berdasarkan interval jika variabelnya kontinu, namun jika variabelnya diskrit sebaiknya data tidak dikelompokkan. Namun, jika kita memiliki data dalam jumlah besar, kita juga dapat mengelompokkan data ke dalam interval untuk memudahkan studi statistik. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-dikelompokkan\/\">Contoh data yang dikelompokkan<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"medidas-estadisticas-de-datos-no-agrupados\"><\/span> Ukuran statistik dari data yang tidak dikumpulkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah tabel frekuensi dibuat, ketika data tidak dikelompokkan, biasanya dilakukan penghitungan beberapa ukuran statistik.<\/p>\n<p> Secara khusus, ukuran tendensi sentral, ukuran penyebaran, dan ukuran posisi biasanya ditentukan, karena memungkinkan sampel data untuk diringkas dan, terlebih lagi, dibandingkan dengan kumpulan data lainnya.<\/p>\n<p> Anda dapat melihat bagaimana semua parameter statistik ini dihitung di tautan berikut: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-tendensi-sentral\/\">Ukuran tendensi sentral untuk data yang tidak dikelompokkan<\/a><br \/> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-dispersi\/\">Ukuran penyebaran untuk data yang tidak dikelompokkan<\/a><br \/> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-posisi\/\">Pengukuran Posisi untuk Data Tidak Dikelompokkan<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu data yang tidak dikelompokkan dalam statistik, latihan penyelesaian data yang tidak dikelompokkan dan juga apa perbedaan antara data yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan. Apa itu data yang tidak dikelompokkan? Dalam statistik, data yang tidak dikumpulkan adalah data yang tidak dikelompokkan tetapi dipelajari secara terpisah. Artinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-04T03:18:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0b4c2aaf8375eb7531d0723aa5ef006c_l3.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/\",\"name\":\"\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-04T03:18:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-04T03:18:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Data tidak dikelompokkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)","description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)","og_description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-04T03:18:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0b4c2aaf8375eb7531d0723aa5ef006c_l3.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/","name":"\u25b7 Data tidak dikelompokkan (statistik)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-04T03:18:17+00:00","dateModified":"2023-08-04T03:18:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu data tidak dikelompokkan (statistik), contoh nyata data tidak dikelompokkan dan apa bedanya dengan data berkelompok.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-yang-tidak-dikelompokkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Data tidak dikelompokkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/213\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}