{"id":2132,"date":"2023-07-23T13:44:42","date_gmt":"2023-07-23T13:44:42","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/"},"modified":"2023-07-23T13:44:42","modified_gmt":"2023-07-23T13:44:42","slug":"nilai-t-vs-nilai-p","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/","title":{"rendered":"Perbedaan nilai t dan nilai p dalam statistik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua istilah yang sering membingungkan siswa dalam statistika adalah <strong>nilai-t<\/strong> dan <strong>nilai-p<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memahami perbedaan antara istilah-istilah ini, ada baiknya untuk memahami <strong>uji-t<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, ada tiga jenis uji-t yang berbeda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t satu sampel<\/strong> : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata populasi sama dengan nilai tertentu.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t dua sampel<\/strong> : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t sampel berpasangan<\/strong> : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi adalah sama ketika setiap observasi pada satu sampel dapat dikaitkan dengan observasi pada sampel lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan setiap pengujian:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1:<\/strong> Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2:<\/strong> Hitung nilai t.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3:<\/strong> Hitung nilai p yang sesuai dengan nilai t.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19765 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tval1.png\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"444\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap pengujian, <strong>nilai t<\/strong> adalah cara untuk mengukur perbedaan antara rata-rata populasi dan <strong>nilai p<\/strong> adalah probabilitas memperoleh nilai t dengan nilai absolut setidaknya sebesar yang kita amati dalam sampel. data jika hipotesis nol benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika p-value kurang dari nilai tertentu (misalnya 0,05), maka hipotesis nol pengujian tersebut ditolak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap jenis uji-t, kami tertarik pada <strong>nilai p<\/strong> dan kami cukup menggunakan <strong>nilai t<\/strong> sebagai langkah perantara untuk menghitung nilai p.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung dan menafsirkan nilai-t dan nilai p yang sesuai untuk uji-t dua sampel.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh: Menghitung dan menafsirkan nilai T dan nilai P<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah berat rata-rata dua spesies penyu yang berbeda sama atau tidak. Kami mengumpulkan sampel acak sederhana sebanyak 12 ekor penyu dari setiap populasi dengan bobot sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Spesies #1<\/strong> : 301, 298, 295, 297, 304, 305, 309, 298, 291, 299, 293, 304<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Spesies #2<\/strong> : 302, 309, 324, 313, 312, 310, 305, 298, 299, 300, 289, 294<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara melakukan uji-t dua sampel menggunakan data ini:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kami akan menyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> = \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata kedua populasi adalah sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> \u2260 \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata dua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung nilai t.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan memasukkan bobot masing-masing sampel penyu ke dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ta-menguji-kalkulator-dua-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator uji t dua sampel<\/a> dan menemukan bahwa nilai t adalah <strong>-1.608761<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Hitung nilai p.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ta-menguji-kalkulator-dua-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator uji-t dua sampel<\/a> untuk menemukan bahwa nilai p yang sesuai dengan nilai t -1,608761 adalah <strong>0,121926<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kita belum mempunyai bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa rata-rata bobot penyu antara kedua populasi tersebut berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kami hanya menggunakan nilai t sebagai langkah perantara untuk menghitung nilai p. Nilai p adalah nilai sebenarnya yang kami minati, namun kami harus menghitung nilai t terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan informasi tambahan tentang uji-t dan nilai-p:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t satu sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji t dua sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t sampel berpasangan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung nilai P secara manual dari uji t<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua istilah yang sering membingungkan siswa dalam statistika adalah nilai-t dan nilai-p . Untuk memahami perbedaan antara istilah-istilah ini, ada baiknya untuk memahami uji-t . Secara umum, ada tiga jenis uji-t yang berbeda: Uji-t satu sampel : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata populasi sama dengan nilai tertentu. Uji-t dua sampel : Digunakan untuk menguji apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T13:44:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tval1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\",\"name\":\"Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T13:44:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T13:44:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan nilai t dan nilai p dalam statistik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T13:44:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tval1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/","name":"Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T13:44:42+00:00","dateModified":"2023-07-23T13:44:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan nilai t dan nilai p dalam statistik, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan nilai t dan nilai p dalam statistik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2132"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2132\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}