{"id":2163,"date":"2023-07-23T10:43:47","date_gmt":"2023-07-23T10:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/"},"modified":"2023-07-23T10:43:47","modified_gmt":"2023-07-23T10:43:47","slug":"ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/","title":{"rendered":"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan umum yang ditanyakan oleh siswa adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Apakah ada ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk melakukan uji-t?<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jawaban singkatnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tidak. Tidak ada ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk melakukan uji-t.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Faktanya, uji-t pertama yang digunakan hanya menggunakan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Student%27s_t-test\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel empat orang<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika asumsi uji-t tidak terpenuhi, maka hasilnya mungkin tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selain itu, jika ukuran sampel terlalu kecil, kekuatan pengujian mungkin terlalu rendah untuk mendeteksi perbedaan data yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita lihat masing-masing potensi masalah ini secara lebih rinci.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami asumsi uji-t<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t satu sampel<\/strong> digunakan untuk menguji apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes ini membuat asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Independensi<\/strong> : Pengamatan sampel harus independen.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengambilan sampel acak<\/strong> : Pengamatan harus dikumpulkan dengan menggunakan metode pengambilan sampel acak untuk memaksimalkan peluang bahwa sampel akan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-representatif-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mewakili<\/a> populasi yang diteliti.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Normalitas<\/strong> : Pengamatan harus kira-kira terdistribusi normal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t dua sampel<\/strong> digunakan untuk memeriksa apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata dua populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes ini membuat asumsi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Independensi<\/strong> : pengamatan setiap sampel harus independen.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Random Sampling<\/strong> : Pengamatan dari setiap sampel sebaiknya dikumpulkan dengan menggunakan metode random sampling.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Normalitas<\/strong> : Setiap sampel harus terdistribusi kira-kira normal.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Varians yang sama<\/strong> : Setiap sampel harus memiliki varians yang kira-kira sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat melakukan setiap jenis uji-t, jika satu atau lebih asumsi ini tidak terpenuhi, hasil pengujian mungkin menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, yang terbaik adalah menggunakan uji nonparametrik alternatif yang tidak membuat asumsi-asumsi tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alternatif nonparametrik untuk uji-t satu sampel adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-peringkat-tanda-wilcoxon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji peringkat bertanda Wilcoxon<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alternatif nonparametrik terhadap uji-t dua sampel adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/man-whitney-tesmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji Mann-Whitney U.<\/a><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami kekuatan uji-t<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekuatan statistik<\/strong> mengacu pada probabilitas bahwa suatu tes akan mendeteksi suatu efek ketika efek tersebut benar-benar ada.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dapat ditunjukkan bahwa semakin kecil ukuran sampel yang digunakan, semakin rendah kekuatan statistik suatu pengujian yang diberikan. Inilah sebabnya mengapa peneliti umumnya menginginkan ukuran sampel yang lebih besar agar memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan oleh karena itu kemungkinan lebih besar untuk mendeteksi perbedaan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-efek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ukuran efek sebenarnya<\/a> antara dua populasi adalah 0,5 \u2013 ukuran efek \u201csedang\u201d. Kita dapat menggunakan kode R berikut untuk menghitung kekuatan uji-t dua sampel menggunakan ukuran sampel yang berbeda:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#sample size n=10<\/span>\npower. <span style=\"color: #3366ff;\">t<\/span> . <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (n=10, delta=.5, sd=1, sig.level=.05, type=' <span style=\"color: #ff0000;\">two.sample<\/span> ')$power\n\n[1] 0.1838375\n\n<span style=\"color: #008080;\">#sample size n=30<\/span>\npower. <span style=\"color: #3366ff;\">t<\/span> . <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (n=30, delta=.5, sd=1, sig.level=.05, type=' <span style=\"color: #ff0000;\">two.sample<\/span> ')$power\n\n[1] 0.477841\n\n<span style=\"color: #008080;\">#sample size n=50<\/span>\npower. <span style=\"color: #3366ff;\">t<\/span> . <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (n=50, delta=.5, sd=1, sig.level=.05, type=' <span style=\"color: #ff0000;\">two.sample<\/span> ')$power\n\n[1] 0.6968888\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika ukuran masing-masing sampel adalah n = 10, pangkatnya adalah <strong>0,184<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika ukuran masing-masing sampel adalah n = 30, pangkatnya adalah <strong>0,478<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika ukuran masing-masing sampel adalah n = 50, pangkatnya adalah <strong>0,697<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa kekuatan pengujian meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kita tidak <em>memerlukan<\/em> ukuran sampel minimum untuk melakukan uji-t, namun ukuran sampel yang kecil menyebabkan kekuatan statistik yang lebih rendah dan oleh karena itu mengurangi kemampuan untuk mendeteksi perbedaan sebenarnya dalam data.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut ini ringkasan dari apa yang kami pelajari:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tidak ada ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk melakukan uji-t.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi uji-t tidak terpenuhi, maka kita harus menggunakan alternatif nonparametrik.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika ukuran sampel terlalu kecil, kekuatan uji-t akan rendah dan kemampuan uji untuk mendeteksi perbedaan sebenarnya dalam data akan rendah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan informasi tambahan tentang uji-t.<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t satu sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji t dua sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t sampel berpasangan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/untuk-menguji-hipotesis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keempat hipotesis dirumuskan dalam uji t<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan umum yang ditanyakan oleh siswa adalah: Apakah ada ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk melakukan uji-t? Jawaban singkatnya: Tidak. Tidak ada ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk melakukan uji-t. Faktanya, uji-t pertama yang digunakan hanya menggunakan sampel empat orang . Namun, jika asumsi uji-t tidak terpenuhi, maka hasilnya mungkin tidak dapat diandalkan. Selain itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T10:43:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/\",\"name\":\"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T10:43:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T10:43:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T10:43:47+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/","name":"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan dan contoh - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T10:43:47+00:00","dateModified":"2023-07-23T10:43:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang ukuran sampel minimum yang diperlukan untuk uji-t, termasuk beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-sampel-minimum-untuk-uji-t\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ukuran sampel minimum untuk uji-t: penjelasan &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2163"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2163"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2163\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}