{"id":2172,"date":"2023-07-23T09:48:53","date_gmt":"2023-07-23T09:48:53","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/"},"modified":"2023-07-23T09:48:53","modified_gmt":"2023-07-23T09:48:53","slug":"tingkat-kejadian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/","title":{"rendered":"Berapa tingkat kejadiannya? (definisi &amp; #038; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rasio tingkat kejadian<\/strong> memungkinkan kita membandingkan tingkat kejadian antara dua kelompok yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, diketahui bahwa perokok diketahui menderita kanker paru-paru dengan laju 7 per 100 orang per tahun.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, misalkan diketahui bahwa orang yang tidak merokok menderita kanker paru-paru dengan laju 1,5 per 100 orang per tahun.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menghitung rasio tingkat kejadian (sering disingkat IRR) sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">IRR = Angka kejadian pada perokok \/ Angka kejadian pada bukan perokok<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">IRR = (7\/100) \/ (1,5\/100)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">IRR = <strong>4,67<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara kami menafsirkan nilai ini: Angka kanker paru-paru di kalangan perokok 4,67 kali lebih tinggi dibandingkan non-perokok.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana menafsirkan rasio tingkat kejadian<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan rasio tingkat kejadian (IRR):<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IRR kurang dari 1:<\/strong> hal ini menunjukkan bahwa angka kejadian pada kelompok terpapar lebih rendah dibandingkan pada kelompok tidak terpapar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 7 per 100 orang-tahun dan non-perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 10 per 100 orang-tahun, maka IRRnya adalah 7\/10 = <strong>0,7<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, perokok lebih jarang mengalami kejadian ini (kanker paru-paru) dibandingkan bukan perokok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IRR Sama dengan 1:<\/strong> Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kejadian sama antara kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 7 per 100 orang-tahun dan non-perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 7 per 100 orang-tahun, maka IRRnya adalah 7\/7 = <strong>1<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini berarti bahwa perokok sama seringnya terkena kanker ini (kanker paru-paru) dibandingkan bukan perokok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>IRR lebih besar dari 1:<\/strong> Hal ini menunjukkan bahwa angka kejadian lebih tinggi pada kelompok terpapar dibandingkan pada kelompok tidak terpapar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 7 per 100 orang-tahun dan non-perokok menderita kanker paru-paru dengan frekuensi 1,5 per 100 orang-tahun, maka IRRnya adalah 7\/1,5 = <strong>4,67<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, perokok lebih sering terkena penyakit ini (kanker paru-paru) dibandingkan bukan perokok.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengapa rasio tingkat kejadian berguna?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rasio tingkat kejadian merupakan ukuran yang berguna karena sangat mudah untuk diinterpretasikan dan memungkinkan kita untuk segera memahami apakah paparan terhadap sesuatu meningkatkan atau menurunkan tingkat kejadian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai contoh, mengetahui bahwa IRR perokok adalah <strong>4,67<\/strong> menunjukkan bahwa kanker paru-paru lebih sering terjadi pada perokok dibandingkan bukan perokok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga mengetahui bahwa semakin tinggi nilai IRR maka semakin tinggi pula rasio kejadian pada kelompok terpapar dibandingkan dengan kelompok tidak terpapar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, semakin mendekati angka IRR 1, maka selisih angka kejadian antara kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar semakin kecil.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: perhitungan rasio angka kejadian<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang dokter mengumpulkan data tentang seberapa sering seseorang terserang suatu penyakit, berdasarkan BMI (indeks massa tubuh) mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut merangkum datanya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20075 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tri1.png\" alt=\"\" width=\"377\" height=\"144\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan tabel ini, kita dapat menghitung metrik berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rasio angka kejadian (BMI &gt; 30) dibandingkan (BMI 25-30) = 1,48 \/ 1,12 = <strong>1,32<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interpretasi: Angka penyakit pada individu dengan BMI &gt; 30 adalah 1,32 kali lebih tinggi dibandingkan angka pada individu dengan BMI antara 25 dan 30.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rasio tingkat kejadian (BMI &gt; 30) vs (BMI &lt; 25) = 1,48 \/ 0,54 = <strong>2,74<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interpretasi: Angka penyakit pada individu dengan BMI &gt; 30 adalah 2,74 kali lebih tinggi dibandingkan angka pada individu dengan BMI kurang dari 25.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rasio tingkat kejadian (BMI 25-30) vs (BMI &lt; 25) = 1,12 \/ 0,54 = <strong>2,07<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interpretasi: Angka penyakit pada individu dengan BMI antara 25 dan 30 adalah 2,07 kali lebih tinggi dibandingkan angka pada individu dengan BMI di bawah 25.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jumlah-yang-diperlukan-untuk-menyakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa banyak yang Anda perlukan untuk menimbulkan kerugian? (Definisi dan contoh)<\/a><br \/> Nomor yang Dibutuhkan untuk Membahayakan Kalkulator<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasio tingkat kejadian memungkinkan kita membandingkan tingkat kejadian antara dua kelompok yang berbeda. Misalnya, diketahui bahwa perokok diketahui menderita kanker paru-paru dengan laju 7 per 100 orang per tahun. Sebaliknya, misalkan diketahui bahwa orang yang tidak merokok menderita kanker paru-paru dengan laju 1,5 per 100 orang per tahun. Kami akan menghitung rasio tingkat kejadian (sering [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T09:48:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tri1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/\",\"name\":\"Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T09:48:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T09:48:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berapa tingkat kejadiannya? (definisi &amp; #038; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T09:48:53+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tri1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/","name":"Berapa tingkat kejadiannya? (Definisi dan contoh) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T09:48:53+00:00","dateModified":"2023-07-23T09:48:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan tentang pelaporan angka kejadian, termasuk definisi formal dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-kejadian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berapa tingkat kejadiannya? (definisi &amp; #038; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2172"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2172"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2172\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}