{"id":2181,"date":"2023-07-23T09:00:43","date_gmt":"2023-07-23T09:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/"},"modified":"2023-07-23T09:00:43","modified_gmt":"2023-07-23T09:00:43","slug":"kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/","title":{"rendered":"Kapan sebaiknya anda menggunakan regresi polinomial?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi polinomial<\/strong> adalah teknik yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon bersifat nonlinier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model regresi polinomial mengambil bentuk berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Y = \u03b2 <sub>0<\/sub> <sup>+<\/sup> \u03b2 <sub>1<\/sub> X + \u03b2 <sub>2<\/sub> X <sup>2<\/sup> + \u2026 + \u03b2 <sub>h<\/sub><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, ada tiga cara sederhana untuk menentukan apakah Anda harus menggunakan regresi polinomial versus model yang lebih sederhana seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi linier<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Membuat scatterplot variabel prediktor dan variabel respon<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk menentukan apakah Anda harus menggunakan regresi polinomial adalah dengan membuat plot sebar sederhana dari variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin menggunakan variabel prediktor &#8220;jam belajar&#8221; untuk memprediksi nilai yang akan diterima siswa pada ujian akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum memasang model regresi, terlebih dahulu kita dapat membuat diagram sebar jam belajar terhadap hasil ujian. Misalkan diagram sebar kita terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20136 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol1.png\" alt=\"\" width=\"436\" height=\"405\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hubungan antara jam belajar dan hasil ujian tampak <strong>linier<\/strong> , jadi masuk akal untuk menyesuaikan model regresi linier sederhana ke kumpulan data ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, mari kita asumsikan bahwa diagram sebar sebenarnya terlihat seperti berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20137 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol2.png\" alt=\"\" width=\"436\" height=\"397\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hubungan ini nampaknya sedikit lebih <strong>nonlinier<\/strong> , sehingga memberi tahu kita bahwa sebaiknya menggunakan model regresi polinomial.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Buatlah grafik nilai pas dan nilai sisa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menentukan apakah Anda harus menggunakan regresi polinomial adalah dengan menyesuaikan model regresi linier dengan kumpulan data dan kemudian membuat <strong>plot nilai yang disesuaikan dengan residu<\/strong> model tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat tren nonlinier yang jelas pada residu, hal ini menunjukkan bahwa regresi polinomial mungkin lebih cocok dengan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita menyesuaikan model regresi linier menggunakan jam belajar sebagai variabel prediktor dan nilai ujian sebagai variabel respons, lalu membuat plot nilai yang disesuaikan dengan residu berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20139 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol4.png\" alt=\"\" width=\"436\" height=\"421\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Residunya tersebar secara acak di sekitar nol tanpa pola yang jelas, yang menunjukkan bahwa model linier memberikan kesesuaian yang sesuai dengan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, mari kita asumsikan bahwa plot nilai pas versus residu sebenarnya terlihat seperti berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20138 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol3.png\" alt=\"\" width=\"440\" height=\"438\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari grafik tersebut, kita dapat melihat bahwa terdapat pola non-linier yang jelas pada residu \u2013 residu menunjukkan bentuk \u201cU\u201d.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa model linier tidak sesuai untuk data tertentu dan mungkin lebih bijaksana jika menggunakan model regresi polinomial.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Hitung nilai R-kuadrat model yang disesuaikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menentukan apakah Anda harus menggunakan regresi polinomial adalah dengan menyesuaikan model regresi linier dan model regresi polinomial serta menghitung nilai R-kuadrat yang sesuai untuk kedua model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Adjusted R-squared mewakili proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor dalam model, <em>disesuaikan<\/em> dengan jumlah variabel prediktor dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model dengan R square yang disesuaikan tertinggi mewakili model yang paling mampu menggunakan variabel prediktor untuk menjelaskan variasi dalam variabel respon.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan regresi polinomial menggunakan perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Polinomial<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi polinomial di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-polinomial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi polinomial dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Regresi Polinomial di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi polinomial adalah teknik yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon bersifat nonlinier. Model regresi polinomial mengambil bentuk berikut: Y = \u03b2 0 + \u03b2 1 X + \u03b2 2 X 2 + \u2026 + \u03b2 h Dalam praktiknya, ada tiga cara sederhana untuk menentukan apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T09:00:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\",\"name\":\"Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T09:00:43+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T09:00:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kapan sebaiknya anda menggunakan regresi polinomial?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T09:00:43+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandpol1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/","name":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan regresi polinomial? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T09:00:43+00:00","dateModified":"2023-07-23T09:00:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara mengetahui kapan menggunakan regresi polinomial versus regresi linier, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kapan sebaiknya anda menggunakan regresi polinomial?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2181"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2181\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}