{"id":2214,"date":"2023-07-23T05:43:04","date_gmt":"2023-07-23T05:43:04","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/"},"modified":"2023-07-23T05:43:04","modified_gmt":"2023-07-23T05:43:04","slug":"set-validasi-vs-set-pengujian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/","title":{"rendered":"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap kali kami mengadaptasi algoritme pembelajaran mesin ke kumpulan data, kami biasanya membagi kumpulan data menjadi tiga bagian:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Training set<\/strong> : digunakan untuk melatih model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Set validasi<\/strong> : digunakan untuk mengoptimalkan parameter model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Set pengujian<\/strong> : digunakan untuk memperoleh estimasi kinerja model akhir yang tidak bias.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Diagram berikut memberikan penjelasan visual tentang ketiga tipe kumpulan data yang berbeda ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20317 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val1.png\" alt=\"\" width=\"678\" height=\"455\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu hal yang membingungkan siswa adalah perbedaan antara set validasi dan set tes.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sederhananya, <strong>set validasi<\/strong> digunakan untuk mengoptimalkan parameter model, sedangkan <strong>set pengujian<\/strong> digunakan untuk memberikan estimasi model akhir yang tidak bias.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dapat ditunjukkan bahwa tingkat kesalahan yang diukur dengan validasi silang k-fold cenderung meremehkan tingkat kesalahan sebenarnya setelah model diterapkan pada kumpulan data yang tidak terlihat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kami menyesuaikan model akhir ke <strong>set pengujian<\/strong> untuk mendapatkan perkiraan yang tidak bias tentang tingkat kesalahan sebenarnya di dunia nyata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Memahami perbedaan antara set validasi dan set pengujian<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah seorang investor real estate ingin menggunakan (1) jumlah kamar tidur, (2) jumlah total kaki persegi, dan (3) jumlah kamar mandi untuk memprediksi harga jual suatu rumah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah dia memiliki kumpulan data dengan informasi tentang 10.000 rumah. Pertama, dataset akan dibagi menjadi set pelatihan yang terdiri dari 8.000 rumah dan set pengujian yang terdiri dari 2.000 rumah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20319 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val2.png\" alt=\"\" width=\"673\" height=\"142\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian model regresi linier berganda akan disesuaikan dengan kumpulan data sebanyak empat kali. Ini akan menggunakan 6.000 rumah untuk set pelatihan dan 2.000 rumah untuk set validasi setiap kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini disebut <strong>validasi k-fold cross.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Set pelatihan digunakan untuk melatih model dan set validasi digunakan untuk mengevaluasi performa model. Ini akan menggunakan kelompok berbeda yang terdiri dari 2.000 rumah setiap kali untuk set validasi.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20320 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val3.png\" alt=\"\" width=\"678\" height=\"358\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ia dapat melakukan validasi silang k-fold pada beberapa jenis model regresi yang berbeda untuk mengidentifikasi model yang memiliki kesalahan terendah (yaitu mengidentifikasi model yang paling sesuai dengan kumpulan data).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hanya setelah mereka mengidentifikasi model terbaik, mereka akan menggunakan set pengujian 2.000 rumah yang disajikan di awal untuk mendapatkan perkiraan kinerja akhir model yang tidak bias.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20321 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val4.png\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"314\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, hal ini dapat mengidentifikasi jenis model regresi tertentu yang rata-rata kesalahan absolutnya adalah <strong>8,345<\/strong> . Artinya, perbedaan absolut rata-rata antara perkiraan harga rumah dan harga rumah sebenarnya adalah $8,345.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia kemudian dapat menyesuaikan model regresi yang tepat ini dengan pengujian terhadap 2.000 rumah yang belum digunakan dan menemukan bahwa rata-rata kesalahan absolut model tersebut adalah <strong>8,847<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, estimasi tidak bias dari kesalahan absolut rata-rata sebenarnya dari model adalah $8,847.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Sederhana untuk Validasi Silang K-Fold<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang-dengan-python\/\">Cara melakukan validasi silang K-Fold dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan validasi silang K-Fold di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kali kami mengadaptasi algoritme pembelajaran mesin ke kumpulan data, kami biasanya membagi kumpulan data menjadi tiga bagian: 1. Training set : digunakan untuk melatih model. 2. Set validasi : digunakan untuk mengoptimalkan parameter model. 3. Set pengujian : digunakan untuk memperoleh estimasi kinerja model akhir yang tidak bias. Diagram berikut memberikan penjelasan visual tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T05:43:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/\",\"name\":\"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T05:43:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T05:43:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T05:43:04+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test_val1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/","name":"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T05:43:04+00:00","dateModified":"2023-07-23T05:43:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara set validasi dan set pengujian dalam pembelajaran mesin, beserta sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/set-validasi-vs-set-pengujian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Set validasi dan set pengujian: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2214"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2214\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}