{"id":2236,"date":"2023-07-23T03:32:17","date_gmt":"2023-07-23T03:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/"},"modified":"2023-07-23T03:32:17","modified_gmt":"2023-07-23T03:32:17","slug":"korelasi-antar-variabel-kategori","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/","title":{"rendered":"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kita sering menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">koefisien korelasi Pearson<\/a> untuk menghitung korelasi antara variabel numerik kontinu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun kita perlu menggunakan metrik yang berbeda untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, yaitu variabel yang mempunyai nama atau label seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Status perkawinan (lajang, menikah, bercerai)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Status merokok (perokok, bukan perokok)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Warna mata (biru, coklat, hijau)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada tiga ukuran yang umum digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Korelasi tetrakorik:<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori biner.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Korelasi polikorik:<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori ordinal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Cramer&#8217;s V :<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori nominal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian berikut memberikan contoh cara menghitung masing-masing dari ketiga pengukuran ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metrik 1: Korelasi tetrakorik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi tetrakorik<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori biner. Ingatlah bahwa variabel biner adalah variabel yang hanya dapat mengambil satu dari dua kemungkinan nilai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai korelasi tetrakorik berkisar antara -1 hingga 1, dimana -1 menunjukkan korelasi negatif kuat, 0 menunjukkan tidak ada korelasi, dan 1 menunjukkan korelasi positif kuat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah gender dikaitkan dengan preferensi terhadap suatu partai politik atau tidak. Jadi kami mengambil sampel acak sederhana dari 100 pemilih dan menanyakan preferensi mereka terhadap sebuah partai politik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut tabel hasil surveinya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12679 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tetra2.png\" alt=\"Korelasi tetrakorik\" width=\"325\" height=\"140\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan korelasi tetrakorik dalam skenario ini karena setiap variabel kategori adalah biner, artinya setiap variabel hanya dapat mengambil dua kemungkinan nilai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R untuk menghitung korelasi tetrakorik antara dua variabel:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (psych)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create 2x2 table\n<\/span>data = matrix(c(19, 12, 30, 39), nrow= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view table\n<\/span>data\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate tetrachoric correlation\n<\/span>tetrachoric(data)\n\ntetrachoric correlation \n[1] 0.27<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi tetrakoriknya ternyata <strong>0,27<\/strong> . Nilai ini cukup rendah, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah (jika ada) antara gender dan preferensi partai politik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metrik 2: Korelasi polikorik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi polikorik<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori ordinal. Ingatlah bahwa variabel ordinal adalah variabel yang nilai kemungkinannya memiliki tatanan alami.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai korelasi polikorik berkisar antara -1 sampai 1, dimana -1 menunjukkan korelasi negatif kuat, 0 menunjukkan tidak ada korelasi, dan 1 menunjukkan korelasi positif kuat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, Anda ingin mengetahui apakah dua lembaga pemeringkat film berbeda memiliki korelasi yang tinggi antara rating film mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami meminta setiap agensi untuk menilai 20 film berbeda dalam skala 1 hingga 3, dengan 1 menunjukkan &#8220;buruk&#8221;, 2 menunjukkan &#8220;buruk&#8221;, dan 3 menunjukkan &#8220;baik&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan hasilnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20462 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/poly11.png\" alt=\"\" width=\"283\" height=\"525\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R untuk menghitung korelasi polikorik antara peringkat kedua agensi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (polycor)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define movie ratings\n<\/span>x &lt;- c(1, 1, 2, 2, 3, 2, 2, 3, 2, 3, 3, 2, 1, 2, 2, 1, 1, 1, 2, 2)\ny &lt;- c(1, 1, 2, 1, 3, 3, 3, 2, 2, 3, 3, 3, 2, 2, 2, 1, 2, 1, 3, 3)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate polychoric correlation between ratings\n<\/span>polychor(x, y)\n\n[1] 0.7828328\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi polikoriknya ternyata <strong>0,78<\/strong> . Nilai ini cukup tinggi, menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara rating masing-masing lembaga.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metrik 3: Cramer&#8217;s V<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cramer&#8217;s V<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel kategori nominal.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa variabel nominal adalah variabel yang memiliki label kategori tetapi tidak memiliki tatanan alami.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai Cramer&#8217;s V berkisar antara 0 sampai 1, dimana 0 menunjukkan tidak adanya hubungan antar variabel dan 1 menunjukkan adanya hubungan yang kuat antar variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah ada korelasi antara warna mata dan jenis kelamin. Oleh karena itu kami menanyai 50 orang dan memperoleh hasil sebagai berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20463 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/poly12.png\" alt=\"\" width=\"370\" height=\"111\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R untuk menghitung V Cramer untuk kedua variabel ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (rcompanion)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create table\n<\/span>data = matrix(c(6, 9, 8, 5, 12, 10), nrow= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view table\n<\/span>data\n\n     [,1] [,2] [,3]\n[1,] 6 8 12\n[2,] 9 5 10\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate Cramer's V\n<\/span>cramerV(data)\n\nCramer V \n  0.1671<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">V Cramer ternyata <strong>0,1671<\/strong> . Nilai ini cukup rendah, menunjukkan lemahnya hubungan antara jenis kelamin dan warna mata.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Koefisien Korelasi Pearson<\/a><br \/> Pengantar korelasi tetrakorik<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kategorikal-vs.-kuantitatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Variabel kategoris atau kuantitatif: apa bedanya?<\/a><br \/> Tingkatan pengukuran: nominal, ordinal, interval dan rasio<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita sering menggunakan koefisien korelasi Pearson untuk menghitung korelasi antara variabel numerik kontinu. Namun kita perlu menggunakan metrik yang berbeda untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, yaitu variabel yang mempunyai nama atau label seperti: Status perkawinan (lajang, menikah, bercerai) Status merokok (perokok, bukan perokok) Warna mata (biru, coklat, hijau) Ada tiga ukuran yang umum digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T03:32:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tetra2.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/\",\"name\":\"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T03:32:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T03:32:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T03:32:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tetra2.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/","name":"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T03:32:17+00:00","dateModified":"2023-07-23T03:32:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan tiga metode untuk menghitung korelasi antar variabel kategori, termasuk contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-antar-variabel-kategori\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung korelasi antar variabel kategori"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2236"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2236\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}