{"id":2242,"date":"2023-07-23T02:55:11","date_gmt":"2023-07-23T02:55:11","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-23T02:55:11","modified_gmt":"2023-07-23T02:55:11","slug":"korelasi-polikorik-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/","title":{"rendered":"Cara menghitung korelasi polikorik di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi polikorik<\/strong> digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel ordinal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa variabel ordinal adalah variabel yang kemungkinan nilainya bersifat kategoris dan memiliki tatanan alami.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa contoh variabel yang diukur pada skala ordinal:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kepuasan<\/strong> : Sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat pendapatan<\/strong> : Pendapatan rendah, pendapatan menengah, pendapatan tinggi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Status Lokasi Pekerjaan<\/strong> : Analis Masuk, Analis I, Analis II, Analis Senior<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat nyeri<\/strong> : Jumlah rendah, jumlah sedang, jumlah tinggi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai korelasi polikorik bervariasi dari -1 hingga 1 dimana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>-1<\/strong> menunjukkan korelasi negatif sempurna<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>0<\/strong> menunjukkan tidak ada korelasi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1<\/strong> menunjukkan korelasi positif sempurna<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>polikorik(x, y)<\/strong> dari paket <strong>polikor<\/strong> untuk menghitung korelasi polikorik antara dua variabel ordinal di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Hitung Korelasi Polikorik untuk Rating Film<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah Anda ingin mengetahui apakah dua lembaga pemeringkat film berbeda memiliki korelasi tinggi antara rating film mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami meminta setiap agensi untuk menilai 20 film berbeda dalam skala 1 hingga 3 dengan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1<\/strong> menunjukkan \u201cburuk\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2<\/strong> menunjukkan \u201cmiskin\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3<\/strong> menunjukkan \u201cbaik\u201d<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R untuk menghitung korelasi polikorik antara peringkat kedua agensi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (polycor)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define movie ratings for each agency\n<\/span>agency1 &lt;- c(1, 1, 2, 2, 3, 2, 2, 3, 2, 3, 3, 2, 1, 2, 2, 1, 1, 1, 2, 2)\nagency2 &lt;- c(1, 1, 2, 1, 3, 3, 3, 2, 2, 3, 3, 3, 2, 2, 2, 1, 2, 1, 3, 3)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate polychoric correlation between ratings\n<\/span>polychor(agency1, agency2)\n\n[1] 0.7828328\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi polikoriknya ternyata <strong>0,78<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ini cukup tinggi, menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara rating masing-masing lembaga.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Hitung korelasi polikorik untuk ulasan restoran<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah Anda ingin mengetahui apakah dua restoran di lingkungan yang berbeda memiliki korelasi antara penilaian pelanggan terhadap restoran mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami secara acak mensurvei 20 pelanggan yang pernah makan di dua restoran tersebut dan meminta mereka menilai kepuasan mereka secara keseluruhan dalam skala 1 hingga 5 dengan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1<\/strong> menunjukkan \u201csangat tidak puas\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2<\/strong> menunjukkan \u201ctidak puas\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3<\/strong> menunjukkan \u201cnetral\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4<\/strong> menunjukkan \u201cpuas\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>5<\/strong> menunjukkan \u201csangat puas\u201d<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut di R untuk menghitung korelasi polikorik antara peringkat kedua restoran:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (polycor)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define ratings for each restaurant\n<\/span>restaurant1 &lt;- c(1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 2, 2, 3, 4, 4, 5, 5, 4, 3, 4, 5, 5)\nrestaurant2 &lt;- c(4, 3, 3, 4, 3, 3, 4, 5, 4, 4, 4, 5, 5, 4, 2, 1, 1, 2, 1, 4)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate polychoric correlation between ratings\n<\/span>polychor(restaurant1, restaurant2)\n\n[1] -0.1322774\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi polikoriknya ternyata <strong>-0,13<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ini mendekati nol, menunjukkan bahwa terdapat sangat sedikit (jika ada) hubungan antara rating restoran.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara menghitung koefisien korelasi umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-spearman-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi rank Spearman di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/titik-korelasi-biserial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi titik-biserial di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-silang-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi silang di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-bergulir-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi geser di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi parsial di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korelasi polikorik digunakan untuk menghitung korelasi antar variabel ordinal. Ingatlah bahwa variabel ordinal adalah variabel yang kemungkinan nilainya bersifat kategoris dan memiliki tatanan alami. Berikut beberapa contoh variabel yang diukur pada skala ordinal: Kepuasan : Sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas Tingkat pendapatan : Pendapatan rendah, pendapatan menengah, pendapatan tinggi Status Lokasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T02:55:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/\",\"name\":\"Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T02:55:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T02:55:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung korelasi polikorik di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T02:55:11+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/","name":"Cara menghitung korelasi polikorik di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T02:55:11+00:00","dateModified":"2023-07-23T02:55:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi polikorik di R, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-polikorik-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung korelasi polikorik di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2242"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2242"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2242\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}