{"id":2250,"date":"2023-07-23T02:09:39","date_gmt":"2023-07-23T02:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/"},"modified":"2023-07-23T02:09:39","modified_gmt":"2023-07-23T02:09:39","slug":"kesalahan-standar-kemiringan-regresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/","title":{"rendered":"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar kemiringan regresi<\/strong> adalah cara untuk mengukur \u201cketidakpastian\u201d dalam memperkirakan kemiringan regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini dihitung sebagai berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-20553 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand1.png\" alt=\"rumus kesalahan standar kemiringan regresi\" width=\"239\" height=\"69\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> : jumlah ukuran sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>y <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai sebenarnya dari variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u0177 <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai prediksi variabel respon<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x <sub>i<\/sub><\/strong> : nilai riil variabel prediktif<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x\u0304<\/strong> : nilai rata-rata variabel prediktif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin kecil kesalahan standarnya, semakin rendah variabilitas di sekitar estimasi koefisien kemiringan regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar kemiringan regresi akan ditampilkan di kolom &#8220;kesalahan standar&#8221; pada keluaran regresi sebagian besar perangkat lunak statistik:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20554 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand2.png\" alt=\"\" width=\"524\" height=\"315\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menafsirkan kesalahan standar kemiringan regresi dalam dua skenario berbeda.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Menafsirkan Kesalahan Standar Kecil pada Kemiringan Regresi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang profesor ingin memahami hubungan antara jumlah jam belajar dan nilai ujian akhir siswa di kelasnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini mengumpulkan data untuk 25 siswa dan membuat diagram sebar berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20555 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand3.png\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"328\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terdapat hubungan positif yang jelas antara kedua variabel tersebut. Seiring bertambahnya jumlah jam belajar, nilai ujian meningkat pada tingkat yang cukup dapat diprediksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia kemudian menyesuaikan model regresi linier sederhana dengan menggunakan jam belajar sebagai variabel prediktor dan nilai ujian akhir sebagai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan hasil regresi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20556 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand4.png\" alt=\"\" width=\"533\" height=\"319\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien variabel prediktor \u201cjam belajar\u201d adalah 5,487. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tambahan jam belajar dikaitkan dengan peningkatan rata-rata nilai ujian sebesar <strong>5.487<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standarnya adalah <strong>0,419<\/strong> , yang mewakili ukuran variabilitas di sekitar perkiraan kemiringan regresi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan nilai ini untuk menghitung statistik-t untuk variabel prediktor \u201cjam belajar\u201d:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t statistik = perkiraan koefisien \/ kesalahan standar<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-statistik = 5,487 \/ 0,419<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-statistik = 13,112<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang sesuai dengan statistik tes ini adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa &#8220;jam belajar&#8221; memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan nilai ujian akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kesalahan standar kemiringan regresi lebih kecil dibandingkan dengan estimasi koefisien kemiringan regresi, maka variabel prediktor signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Menafsirkan Kesalahan Standar Besar pada Kemiringan Regresi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan profesor lain ingin memahami hubungan antara jumlah jam belajar dan nilai ujian akhir siswa di kelasnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia mengumpulkan data untuk 25 siswa dan membuat diagram sebar berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20557 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand5.png\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"329\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tampaknya ada sedikit hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Seiring bertambahnya jumlah jam belajar, nilai ujian umumnya meningkat, namun tidak pada tingkat yang dapat diprediksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsikan profesor tersebut kemudian memasang model regresi linier sederhana dengan menggunakan jam belajar sebagai variabel prediktor dan nilai ujian akhir sebagai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan hasil regresi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20558 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand6.png\" alt=\"\" width=\"533\" height=\"320\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien variabel prediktor \u201cjam belajar\u201d sebesar 1,7919. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tambahan jam belajar dikaitkan dengan peningkatan rata-rata nilai ujian sebesar <strong>1,7919<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standarnya adalah <strong>1,0675<\/strong> , yang merupakan ukuran variabilitas di sekitar perkiraan kemiringan regresi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan nilai ini untuk menghitung statistik-t untuk variabel prediktor \u201cjam belajar\u201d:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t statistik = perkiraan koefisien \/ kesalahan standar<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-statistik = 1,7919 \/ 1,0675<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">t-statistik = 1,678<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang sesuai dengan statistik pengujian ini adalah 0,107. Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa \u201cjam belajar\u201d tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan nilai ujian akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kesalahan standar kemiringan regresi relatif besar terhadap estimasi koefisien kemiringan regresi, maka variabel prediktor <em>tidak<\/em> signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Sederhana<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Berganda<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesalahan standar kemiringan regresi adalah cara untuk mengukur \u201cketidakpastian\u201d dalam memperkirakan kemiringan regresi. Ini dihitung sebagai berikut: Emas: n : jumlah ukuran sampel y i : nilai sebenarnya dari variabel respon \u0177 i : nilai prediksi variabel respon x i : nilai riil variabel prediktif x\u0304 : nilai rata-rata variabel prediktif Semakin kecil kesalahan standarnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T02:09:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/\",\"name\":\"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T02:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T02:09:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T02:09:39+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/stand1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/","name":"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T02:09:39+00:00","dateModified":"2023-07-23T02:09:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang kesalahan standar kemiringan regresi, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-kemiringan-regresi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami kesalahan standar kemiringan regresi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2250"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2250\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}