{"id":2260,"date":"2023-07-23T01:10:51","date_gmt":"2023-07-23T01:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/"},"modified":"2023-07-23T01:10:51","modified_gmt":"2023-07-23T01:10:51","slug":"kapan-menggunakan-plot-kotak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/","title":{"rendered":"Kapan sebaiknya anda menggunakan plot kotak? (3 skenario)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot kotak<\/strong> adalah jenis plot yang menampilkan ringkasan lima digit kumpulan data, yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai minimum<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kuartil pertama (persentil ke-25)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai median<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kuartil ketiga (persentil ke-75)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai maksimum<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan tiga langkah sederhana untuk membuat plot kotak untuk kumpulan data apa pun:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Gambarlah sebuah kotak dari kuartil pertama hingga kuartil ketiga<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Gambarlah garis vertikal di median<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Gambarkan \u201ckumis\u201d kuartil ke nilai minimum dan maksimum<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-573 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"115\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami biasanya membuat plot kotak dalam salah satu dari tiga skenario:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1: Visualisasikan distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot kotak memungkinkan kita dengan cepat memvisualisasikan distribusi nilai dalam kumpulan data dan melihat di mana letak lima nilai ringkasan numerik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2: Untuk membandingkan dua atau lebih distribusi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot kotak berdampingan memungkinkan kita memvisualisasikan perbedaan antara dua atau lebih distribusi dan membandingkan nilai median dan distribusi nilai antar distribusi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 3: Untuk mengidentifikasi outlier.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam plot kotak, outlier biasanya diwakili oleh lingkaran kecil yang melampaui setiap kumis. Suatu observasi dikatakan outlier jika memenuhi salah satu kriteria berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengamatan kurang dari Q1 \u2013 1,5*(Rentang interkuartil)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengamatan lebih besar dari Q3 + 1,5*(Rentang interkuartil)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan membuat plot kotak, kita dapat dengan cepat melihat apakah suatu distribusi memiliki outlier atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan bagaimana kita akan menggunakan plot kotak di setiap skenario.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1: Visualisasikan distribusi nilai dalam kumpulan data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang pelatih bola basket ingin memvisualisasikan distribusi poin yang dicetak oleh pemain timnya dan karena itu membuat plot kotak berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20617 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandbox1.png\" alt=\"\" width=\"440\" height=\"378\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan plot kotak ini, dia dapat dengan cepat melihat nilai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Minimal: 5<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">T1 (kuartil pertama): kira-kira 8<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Median: sekitar jam 13<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">T3 (kuartil ketiga): sekitar 18<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Maksimum: 25<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini memungkinkan pelatih untuk dengan cepat melihat bahwa poin yang dicetak oleh pemain berkisar antara 5 hingga 25, bahwa median poin yang dicetak adalah sekitar 13, dan bahwa 50% pemainnya mencetak antara sekitar 8 dan 18 poin per permainan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2: Bandingkan dua distribusi atau lebih<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang analis olahraga ingin membandingkan distribusi poin yang dicetak oleh pemain bola basket di tiga tim berbeda dan membuat plot kotak berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20618 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandbox2.png\" alt=\"\" width=\"459\" height=\"448\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan grafik ini, dia dapat dengan cepat melihat bahwa Tim C memiliki skor titik tengah tertinggi dan Tim A memiliki skor titik tengah terendah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia juga dapat dengan cepat melihat bahwa Tim B memiliki distribusi poin terbesar karena plot kotak Tim B memiliki kotak terpanjang.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 3: Identifikasi outlier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang pelatih bola basket ingin mengetahui apakah salah satu pemainnya merupakan pemain outlier dalam hal perolehan poin. Dia memutuskan untuk membuat plot kotak berikut untuk memvisualisasikan distribusi poin yang dicetak oleh para pemainnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20619 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quandbox3.png\" alt=\"\" width=\"479\" height=\"407\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan plot ini, pelatih dapat melihat bahwa titik kecil di bagian atas plot menunjukkan adanya outlier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, salah satu pemain mencetak sekitar 50 poin, yang dianggap outlier dibandingkan dengan semua poin lainnya yang dicetak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan penjelasan mendetail tentang cara menggunakan plot kotak dalam praktik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-mencari-iqr-plot-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mencari Rentang Interkuartil (IQR) dari Plot Kotak<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/simetri-plot-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengidentifikasi Asimetri pada Plot Kotak<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bandingkan-plot-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Membandingkan Plot Kotak<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara membuat plot kotak di berbagai perangkat lunak statistik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-lembar-google\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Kotak di Google Sheets<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Kotak di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-berdampingan-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Kotak Berdampingan di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-berdampingan-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Kotak Berdampingan di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Plot kotak adalah jenis plot yang menampilkan ringkasan lima digit kumpulan data, yang meliputi: Nilai minimum Kuartil pertama (persentil ke-25) Nilai median Kuartil ketiga (persentil ke-75) Nilai maksimum Kami menggunakan tiga langkah sederhana untuk membuat plot kotak untuk kumpulan data apa pun: 1. Gambarlah sebuah kotak dari kuartil pertama hingga kuartil ketiga 2. Gambarlah garis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T01:10:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/\",\"name\":\"Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T01:10:51+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T01:10:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kapan sebaiknya anda menggunakan plot kotak? (3 skenario)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-23T01:10:51+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boite-a-moustaches.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/","name":"Kapan sebaiknya Anda menggunakan plot kotak? (3 skenario) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T01:10:51+00:00","dateModified":"2023-07-23T01:10:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan kapan menggunakan plot kotak, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-menggunakan-plot-kotak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kapan sebaiknya anda menggunakan plot kotak? (3 skenario)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2260"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2260"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2260\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}