{"id":2315,"date":"2023-07-22T19:36:08","date_gmt":"2023-07-22T19:36:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/"},"modified":"2023-07-22T19:36:08","modified_gmt":"2023-07-22T19:36:08","slug":"plot-titik-vs-histogram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/","title":{"rendered":"Plot titik dan histogram: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua plot yang umum digunakan untuk memvisualisasikan distribusi nilai dalam suatu kumpulan data adalah <strong>plot titik<\/strong> dan <strong>histogram<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot titik<\/strong> menampilkan nilai data individual di sepanjang sumbu x dan menggunakan titik untuk mewakili frekuensi setiap nilai individual.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Histogram<\/strong> menampilkan rentang data sepanjang sumbu x dan menggunakan batang persegi panjang untuk mewakili frekuensi nilai yang dimiliki setiap rentang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara membuat plot titik dan histogram untuk kumpulan data yang sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Membuat Dot Plot dan Histogram untuk Kumpulan Data yang Sama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut dengan 18 nilai:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Data:<\/strong> 1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 6, 7, 8, 10<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut tampilan plot titik untuk kumpulan data ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21050 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pointhist1.png\" alt=\"\" width=\"501\" height=\"436\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sumbu x menunjukkan nilai data individual dan sumbu y menunjukkan frekuensi setiap nilai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melihat nilai \u201c2\u201d muncul tiga kali pada dataset karena ada tiga titik di atasnya. Demikian pula kita dapat melihat bahwa nilai \u201c3\u201d hanya muncul satu kali karena hanya ada satu titik di atasnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seperti inilah tampilan histogram untuk kumpulan data ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21051 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pointhist2.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"442\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Yang rapi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melihat tujuh nilai berada di antara 0 dan 2, dua nilai berada di antara 2 dan 4, dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bonus<\/strong> : Bagi yang penasaran, kami menggunakan kode R berikut untuk membuat dot plot dan histogram seperti di atas:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define dataset\n<\/span>data &lt;- c(1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 6, 7, 8, 10)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dot plot\n<\/span>stripchart(data, method = \"stack\", offset = .5, at = 0, pch = 19, cex=5,\n           col = \"steelblue\", main = \"Dot Plot\",\n           xlab = \"Data Values\", ylab=\"Frequency\")\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create histogram\n<\/span>hist(data, col='steelblue', main='Histogram', xlab='Data Values')\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot Titik atau Histogram: Mana yang Harus Anda Gunakan?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seperti disebutkan sebelumnya, plot titik dan histogram dapat digunakan untuk memvisualisasikan distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai aturan praktis, <strong>kita biasanya menggunakan plot titik ketika kumpulan data kita kecil<\/strong> karena memungkinkan kita melihat dengan tepat berapa kali setiap nilai muncul.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, <strong>kita biasanya menggunakan histogram ketika kumpulan data kita besar<\/strong> karena membuat titik untuk mewakili setiap nilai individual dalam kumpulan data yang besar itu membosankan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perlu diingat bahwa satu-satunya kelemahan menggunakan histogram adalah kita tidak dapat mengetahui secara pasti berapa kali setiap nilai muncul.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya pada histogram sebelumnya kita melihat ada tujuh nilai yang berada di antara 0 dan 2, namun kita tidak mengetahui secara pasti berapa nilai yang 1 dan berapa nilai yang 2.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21051 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pointhist2.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"442\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita hanya ingin memahami \u201cbentuk\u201d umum suatu distribusi, maka secara umum tidak masalah jika kita tidak mengetahui nilai individual dari suatu kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perlu diingat juga bahwa kita tidak dapat menghitung median atau rata-rata secara tepat hanya dengan melihat histogram, karena kita tidak mengetahui nilai individualnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang histogram:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/histogram-rata-rata-median\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memperkirakan histogram mean dan median<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menggambarkan-bentuk-histogram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana menggambarkan bentuk histogram<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/histogram-frekuensi-relatif-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat histogram di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/histogram-panda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Histogram dengan Python<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang plot titik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pusat-dan-penyebaran-dot-plot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara mencari pusat dan penyebaran suatu titik plot<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-lembar-google\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Titik di Google Spreadsheet<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-titik-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Titik di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-di-tumpukan-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Titik di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua plot yang umum digunakan untuk memvisualisasikan distribusi nilai dalam suatu kumpulan data adalah plot titik dan histogram . Plot titik menampilkan nilai data individual di sepanjang sumbu x dan menggunakan titik untuk mewakili frekuensi setiap nilai individual. Histogram menampilkan rentang data sepanjang sumbu x dan menggunakan batang persegi panjang untuk mewakili frekuensi nilai yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T19:36:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pointhist1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/\",\"name\":\"Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T19:36:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T19:36:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Plot titik dan histogram: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T19:36:08+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pointhist1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/","name":"Plot titik dan histogram: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T19:36:08+00:00","dateModified":"2023-07-22T19:36:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot titik dan histogram, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-titik-vs-histogram\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Plot titik dan histogram: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2315"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2315\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}