{"id":2349,"date":"2023-07-22T16:13:50","date_gmt":"2023-07-22T16:13:50","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/"},"modified":"2023-07-22T16:13:50","modified_gmt":"2023-07-22T16:13:50","slug":"terputus-putus-vs-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/","title":{"rendered":"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua istilah yang sering membingungkan siswa adalah <strong>terputus-putus<\/strong> dan <strong>mandiri<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Inilah perbedaan dalam beberapa kata:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua peristiwa dikatakan <strong>lepas<\/strong> jika tidak dapat terjadi secara bersamaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua peristiwa dikatakan <strong>independen<\/strong> apabila terjadinya peristiwa yang satu tidak mempunyai pengaruh terhadap peluang terjadinya peristiwa yang lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menggambarkan perbedaan antara kedua istilah ini dalam berbagai skenario.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Melempar koin<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1:<\/strong> Misalkan kita melempar koin satu kali. Jika kita mendefinisikan kejadian A sebagai koin yang mendarat di kepala dan kita mendefinisikan kejadian B sebagai koin yang mendarat di kepala, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling lepas<\/strong> karena koin tidak dapat mendarat di kepala <em>dan<\/em> permukaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2<\/strong> : Misalkan kita melempar koin dua kali. Jika kita mendefinisikan kejadian A sebagai munculnya mata uang logam pada pelemparan pertama dan kita mendefinisikan kejadian B sebagai munculnya mata uang logam pada pelemparan kedua, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling bebas<\/strong> karena hasil dari satu kali pengambilan tidak mempengaruhi hasil. dari yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Melempar sebuah dadu<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1:<\/strong> Misalkan kita melempar sebuah dadu satu kali. Jika kejadian A adalah kejadian dadu yang mendarat pada bilangan genap dan kejadian B adalah kejadian dadu yang mendarat pada bilangan ganjil, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling lepas<\/strong> karena dadu tidak dapat mendarat pada bilangan genap <em>dan<\/em> bilangan ganjil. nomor pada waktu yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2<\/strong> : Misalkan kita melempar sebuah dadu sebanyak dua kali. Jika kita mendefinisikan kejadian A sebagai dadu yang jatuh pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan pertama dan kita mendefinisikan kejadian B sebagai dadu yang jatuh pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan kedua, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling bebas<\/strong> karena hasil dari satu pelemparan dadu tidak mempengaruhi hasil yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Memilih kartu<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 1:<\/strong> Misalkan kita memilih sebuah kartu dari tumpukan standar yang terdiri dari 52 kartu. Jika kita misalkan kejadian A adalah kejadian yang kartunya adalah Sekop dan kita anggap kejadian B adalah kejadian yang kartunya adalah Wajik, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling lepas<\/strong> karena kartu tersebut tidak dapat berupa Sekop <em>dan<\/em> Wajik. pada saat yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Skenario 2<\/strong> : Misalkan kita memilih kartu dari setumpuk 52 kartu standar dua kali berturut-turut dengan penggantian. Jika kita mendefinisikan kejadian A sebagai kartu yang menjadi sekop pada pengambilan pertama dan kita mendefinisikan kejadian B sebagai kartu yang menjadi sekop pada pengambilan kedua, maka kejadian A dan kejadian B <strong>saling bebas<\/strong> karena hasil dari satu kali pengambilan tidak mempengaruhi hasil. dari yang lain.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Notasi probabilitas: kejadian yang saling lepas atau kejadian yang saling bebas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ditulis dalam notasi probabilistik, dikatakan kejadian A dan B <strong>saling lepas<\/strong> jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/operasi-keseluruhan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perpotongannya<\/a> nol. Ini dapat ditulis sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(A\u2229B) = 0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melempar sebuah dadu sebanyak satu kali. Misalkan kejadian A adalah kejadian dadu mendarat di bilangan genap dan kejadian B adalah kejadian dadu mendarat di bilangan ganjil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan mendefinisikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ruang-sampel-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruang sampel<\/a> untuk acara sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SEBUAH = {2, 4, 6}<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">B = {1, 3, 5}<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa tidak ada tumpang tindih antara dua ruang sampel. Jadi, kejadian A dan B merupakan kejadian <strong>yang saling lepas<\/strong> karena keduanya tidak dapat terjadi pada waktu yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, kita bisa menulis:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(A\u2229B) = 0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Demikian pula, jika ditulis dalam notasi probabilistik, kita katakan kejadian A dan B <b>saling bebas<\/b> jika hal berikut ini benar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(A\u2229B) = P(A) * P(B)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita melempar sebuah dadu sebanyak dua kali. Misalkan kejadian A adalah kejadian dadu mendarat pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan pertama dan kejadian B adalah kejadian dadu mendarat pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan kedua.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menuliskan 36 kemungkinan cara dadu mendarat, kita akan menemukan bahwa hanya 1 dari 36 skenario yang membuat dadu mendarat di angka &#8220;5&#8221; pada kedua kali. Jadi, kita anggap P(A\u2229B) = 1\/36.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga mengetahui bahwa peluang munculnya dadu pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan pertama adalah P(A) = 1\/6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga mengetahui bahwa peluang munculnya dadu pada angka \u201c5\u201d pada pelemparan kedua adalah P(B) = 1\/6.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, kita bisa menulis:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">P(A\u2229B) = P(A) * P(B)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">1\/36 = 1\/6 * 1\/6<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">1\/36 = 1\/36<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena persamaan ini benar, maka secara efektif kita dapat mengatakan bahwa kejadian A dan kejadian B <strong>saling bebas<\/strong> dalam skenario ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang berbagai istilah statistik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/peristiwa-yang-terpisah-pisah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan peristiwa yang saling lepas? (Definisi dan contoh)<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/saling-inklusif-vs.-saling-eksklusif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peristiwa yang saling inklusif atau saling eksklusif<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua istilah yang sering membingungkan siswa adalah terputus-putus dan mandiri . Inilah perbedaan dalam beberapa kata: Dua peristiwa dikatakan lepas jika tidak dapat terjadi secara bersamaan. Dua peristiwa dikatakan independen apabila terjadinya peristiwa yang satu tidak mempunyai pengaruh terhadap peluang terjadinya peristiwa yang lain. Contoh berikut menggambarkan perbedaan antara kedua istilah ini dalam berbagai skenario. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T16:13:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/\",\"name\":\"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T16:13:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T16:13:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T16:13:50+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/","name":"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T16:13:50+00:00","dateModified":"2023-07-22T16:13:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kejadian lepas dan kejadian bebas, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/terputus-putus-vs-mandiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peristiwa yang terpisah-pisah atau independen: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2349"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2349\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}