{"id":2434,"date":"2023-07-22T07:21:03","date_gmt":"2023-07-22T07:21:03","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/"},"modified":"2023-07-22T07:21:03","modified_gmt":"2023-07-22T07:21:03","slug":"menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di excel"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji-t dua sampel<\/a> digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang cara menginterpretasikan hasil uji-t dua sampel di Excel.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli biologi ingin mengetahui apakah dua spesies tumbuhan berbeda mempunyai tinggi rata-rata yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, dia mengambil <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sampel acak sederhana<\/a> yang terdiri dari 20 tanaman dari setiap spesies:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-5289 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel1.png\" alt=\"\" width=\"476\" height=\"495\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan uji-t dua sampel<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan uji-t dua sampel di Excel, klik tab <strong>Data<\/strong> di sepanjang pita atas, lalu klik <strong>Analisis Data<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5292 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel3.png\" alt=\"Paket Alat Analisis Data Excel\" width=\"498\" height=\"190\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda tidak melihat opsi ini untuk diklik, Anda perlu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-memuat-toolpak-analisis-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengunduh Analysis ToolPak<\/a> terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela yang muncul, klik opsi berlabel <strong>uji-t: dua sampel dengan asumsi variansi yang sama<\/strong> , lalu klik <strong>OK<\/strong> .<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian<\/span> masukkan <span style=\"color: #000000;\">informasi berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5295 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel5.png\" alt=\"Uji T Dua Sampel dengan Varians yang Sama di Excel\" width=\"565\" height=\"431\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda mengklik <strong>OK<\/strong> , hasil uji-t akan ditampilkan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5296 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel6.png\" alt=\"Bagaimana menginterpretasikan hasil uji-t dua sampel di Excel\" width=\"607\" height=\"430\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan setiap baris hasil:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Rata-rata:<\/strong> rata-rata setiap sampel.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sampel 1 Rata-rata: 15,15<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sampel 2 Rata-rata: 15,8<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Varians:<\/strong> varians setiap sampel.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh 1 Deviasi : 8.13<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh 2 Variasi: 12.9<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Observasi :<\/strong> Jumlah observasi pada setiap sampel.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengamatan dari sampel 1:20<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengamatan dari sampel 2 : 20<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Varians yang Dikumpulkan:<\/strong> Varians sampel rata-rata, dihitung dengan \u201cmenggabungkan\u201d varians setiap sampel menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">s <sup>2<\/sup> <sub>p<\/sub> = ((n <sub>1<\/sub> -1)s <sup>2<\/sup> <sub>1<\/sub> + (n <sub>2<\/sub> -1)s <sup>2<\/sup> <sub>2<\/sub> ) \/ (n <sub>1<\/sub> +n <sub>2<\/sub> -2)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">s <sup>2<\/sup> <sub>p<\/sub> = ((20-1)8.13 + (20-1)12.9) \/ (20+20-2)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">s <sup>2<\/sup> <sub>hal<\/sub> = 10,51974<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan Rata-rata Hipotetis:<\/strong> Angka yang kita \u201chipotesiskan\u201d adalah selisih antara rata-rata dua populasi. Dalam hal ini, kami memilih <strong>0<\/strong> karena kami ingin menguji apakah selisih mean kedua populasi adalah 0 atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>df :<\/strong> Derajat kebebasan uji-t, dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> \u2013 2<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = 20 + 20 \u2013 2<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">df = 38<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t Stat:<\/strong> Statistik uji <em>t<\/em> , dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>t<\/em> = ( <span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> <sub>1<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> <sub>2<\/sub> ) \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">s <sup>2<\/sup> <sub>p<\/sub> (1\/n <sub>1<\/sub> + 1\/n <sub>2<\/sub> )<\/span><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>t<\/em> = (15,15-15,8) \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">10,51974(1\/20+1\/20)<\/span><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>t<\/em> = -0,63374<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P(T&lt;=t) dua sisi:<\/strong> nilai p untuk uji t dua sisi. Nilai ini dapat dicari dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/t-skor-kalkulator-nilai-p\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator skor T ke nilai P<\/a> apa pun yang menggunakan t = -0,63374 dengan 38 derajat kebebasan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, p = <strong>0,530047<\/strong> . Nilai ini lebih besar dari 0,05, kami tidak dapat menolak hipotesis nol. Artinya kita tidak mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata kedua populasi tersebut berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t Bilateral kritis:<\/strong> Ini adalah nilai kritis dari tes ini. Nilai ini dapat dicari dengan menggunakan kalkulator nilai t kritis dengan derajat kebebasan 38 dan tingkat kepercayaan 95%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, nilai kritisnya adalah <strong>2.024394<\/strong> . Karena statistik uji <em>-t<\/em> kami kurang dari nilai ini, kami gagal menolak hipotesis nol. Sekali lagi, ini berarti kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata kedua populasi tersebut berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #1<\/strong> : Anda akan mencapai kesimpulan yang sama apakah Anda menggunakan metode nilai p atau metode nilai kritis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #2<\/strong> : Jika Anda melakukan<a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-ekor-kiri-vs-uji-ekor-kanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji hipotesis satu sisi<\/a> , Anda akan menggunakan P(T&lt;=t) satu sisi dan nilai Kritis t satu sisi.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan berbagai uji-t di Excel:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-uji-t-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t satu sampel di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dua-sampel-uji-t-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t dua sampel di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-berpasangan-t-uji-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t sampel berpasangan di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/selamat-datang-untuk-menguji-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan uji-t Welch di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji-t dua sampel digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak. Tutorial ini memberikan panduan lengkap tentang cara menginterpretasikan hasil uji-t dua sampel di Excel. Langkah 1: Buat datanya Misalkan seorang ahli biologi ingin mengetahui apakah dua spesies tumbuhan berbeda mempunyai tinggi rata-rata yang sama. Untuk mengujinya, dia mengambil sampel acak sederhana yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T07:21:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/\",\"name\":\"Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T07:21:03+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T07:21:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di excel\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T07:21:03+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampexcel1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/","name":"Panduan Lengkap: Cara Menginterpretasikan Hasil Uji-t di Excel - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T07:21:03+00:00","dateModified":"2023-07-22T07:21:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil uji-t di Excel, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menginterpretasikan-hasil-uji-t-di-excel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: cara menginterpretasikan hasil uji-t di excel"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2434"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2434\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}