{"id":2436,"date":"2023-07-22T07:09:05","date_gmt":"2023-07-22T07:09:05","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/"},"modified":"2023-07-22T07:09:05","modified_gmt":"2023-07-22T07:09:05","slug":"hipotesis-regresi-linier-berganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/","title":{"rendered":"Lima asumsi regresi linier berganda"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regresi linier berganda<\/a> merupakan metode statistik yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara beberapa variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, sebelum melakukan regresi linier berganda, pertama-tama kita harus memastikan bahwa lima asumsi terpenuhi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Hubungan linier :<\/strong> Terdapat hubungan linier antara masing-masing variabel prediktor dengan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Tidak ada multikolinearitas:<\/strong> tidak ada satupun variabel prediktor yang berkorelasi tinggi satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Independensi:<\/strong> Pengamatan bersifat independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Homoskedastisitas:<\/strong> residu memiliki varian yang konstan di setiap titik model linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Normalitas multivariat:<\/strong> Residual model terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika satu atau lebih asumsi tersebut tidak terpenuhi, maka hasil regresi linier berganda mungkin tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada artikel ini kami memberikan penjelasan untuk setiap asumsi, cara menentukan asumsi terpenuhi, dan apa yang harus dilakukan jika asumsi tidak terpenuhi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 1: Hubungan linier<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier berganda mengasumsikan adanya hubungan linier antara setiap variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk menentukan apakah asumsi ini terpenuhi adalah dengan membuat plot sebar dari setiap variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini memungkinkan Anda melihat secara visual apakah ada hubungan linier antara kedua variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika titik-titik pada diagram sebar terletak kira-kira sepanjang garis diagonal lurus, kemungkinan besar terdapat hubungan linier antar variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, titik-titik pada grafik di bawah tampak terletak pada garis lurus, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel prediktor tertentu (x) dan variabel respons (y):<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4865 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hypotheseslinreg1.jpg\" alt=\"\" width=\"451\" height=\"375\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika tidak ada hubungan linier antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon, maka kita mempunyai beberapa pilihan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Terapkan transformasi nonlinier pada variabel prediktor, misalnya mengambil log atau akar kuadrat. Hal ini sering kali dapat mengubah hubungan menjadi lebih linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Tambahkan variabel prediktor lain ke dalam model. Misalnya, jika plot x versus y berbentuk parabola, maka masuk akal untuk menambahkan X <sup>2<\/sup> sebagai variabel prediktor tambahan dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Hapus variabel prediktor dari model. Dalam kasus yang paling ekstrim, jika tidak ada hubungan linier antara variabel prediktor tertentu dan variabel respon, maka tidak ada gunanya memasukkan variabel prediktor ke dalam model.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 2: tidak ada multikolinearitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier berganda mengasumsikan bahwa tidak ada satu pun variabel prediktor yang berkorelasi tinggi satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika satu atau lebih variabel prediktor berkorelasi tinggi, model regresi mengalami <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">multikolinearitas<\/a> , sehingga estimasi koefisien model tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk mengetahui terpenuhinya asumsi tersebut adalah dengan menghitung nilai VIF setiap variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai VIF dimulai dari 1 dan tidak memiliki batas atas. Umumnya nilai VIF di atas 5* menunjukkan potensi multikolinearitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menunjukkan cara menghitung VIF di berbagai software statistik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/faktor-inflasi-varians-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung VIF di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-vive-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung VIF dengan Python<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-vive-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung VIF di excel<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">*Terkadang peneliti menggunakan nilai VIF 10, bergantung pada bidang studinya.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika satu atau lebih variabel prediktor memiliki nilai VIF lebih besar dari 5, cara termudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghapus variabel prediktor yang memiliki nilai VIF tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alternatifnya, jika Anda ingin mempertahankan setiap variabel prediktor dalam model, Anda dapat menggunakan metode statistik yang berbeda, seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-punggungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi ridge<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-laso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi laso<\/a> , atau <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-parsial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi kuadrat terkecil parsial<\/a> , yang dirancang untuk menangani variabel prediktor yang berkorelasi tinggi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 3: Kemandirian<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier berganda mengasumsikan bahwa setiap observasi dalam kumpulan data bersifat independen.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk menentukan apakah asumsi ini terpenuhi adalah dengan melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-durbin-watson\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji Durbin-Watson<\/a> , yang merupakan uji statistik formal yang memberi tahu kita apakah residu (dan observasi) menunjukkan autokorelasi atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada bagaimana asumsi ini dilanggar, Anda memiliki beberapa pilihan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk korelasi serial positif, pertimbangkan untuk menambahkan lag variabel dependen dan\/atau independen ke dalam model.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk korelasi serial negatif, pastikan tidak ada variabel yang <em>mengalami over-delayed<\/em> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk korelasi musiman, pertimbangkan untuk menambahkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-dummy-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">boneka<\/a> musiman ke model.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 4: homoskedastisitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier berganda mengasumsikan bahwa residu memiliki varian yang konstan di setiap titik dalam model linier. Jika hal ini tidak terjadi, maka residunya mengalami <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">heteroskedastisitas<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat heteroskedastisitas dalam analisis regresi, maka hasil model regresi menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, heteroskedastisitas meningkatkan varians estimasi koefisien regresi, namun model regresi tidak memperhitungkannya. Hal ini membuat model regresi lebih mungkin mengklaim bahwa suatu istilah dalam model tersebut signifikan secara statistik, padahal kenyataannya tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk menentukan apakah asumsi ini terpenuhi adalah dengan membuat plot residu terstandar terhadap nilai prediksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda menyesuaikan model regresi ke kumpulan data, Anda dapat membuat plot sebar yang menampilkan nilai prediksi variabel respons pada sumbu x dan residu standar model pada sumbu x. kamu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika titik-titik pada diagram sebar menunjukkan tren, maka terjadi heteroskedastisitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagan berikut menunjukkan contoh model regresi dimana heteroskedastisitas tidak menjadi masalah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21854 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norme1.png\" alt=\"\" width=\"567\" height=\"394\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa residu terstandar tersebar di sekitar nol tanpa pola yang jelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagan berikut menunjukkan contoh model regresi dimana heteroskedastisitas <em>menjadi<\/em> masalah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21855 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norme2.png\" alt=\"\" width=\"566\" height=\"391\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bagaimana residu terstandarisasi semakin menyebar seiring dengan meningkatnya nilai prediksi. Bentuk \u201ckerucut\u201d ini merupakan tanda klasik heteroskedastisitas:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-21856 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/norme3.png\" alt=\"\" width=\"568\" height=\"391\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada tiga cara umum untuk mengoreksi heteroskedastisitas:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Transformasikan variabel respon.<\/strong> Cara paling umum untuk mengatasi heteroskedastisitas adalah dengan mentransformasikan variabel respon dengan mengambil log, akar kuadrat, atau akar pangkat tiga dari seluruh nilai variabel respon. Hal ini seringkali mengakibatkan hilangnya heteroskedastisitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Definisikan kembali variabel respon.<\/strong> Salah satu cara untuk mendefinisikan ulang variabel respons adalah dengan menggunakan <em>laju<\/em> , bukan nilai mentah. Misalnya, daripada menggunakan ukuran populasi untuk memprediksi jumlah toko bunga di suatu kota, kita dapat menggunakan ukuran populasi untuk memprediksi jumlah toko bunga per kapita.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kebanyakan kasus, hal ini mengurangi variabilitas yang secara alami terjadi dalam populasi yang lebih besar karena kita mengukur jumlah toko bunga per orang, bukan jumlah toko bunga itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Gunakan regresi tertimbang.<\/strong> Cara lain untuk mengoreksi heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan regresi berbobot, yang memberikan bobot pada setiap titik data berdasarkan varian nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, hal ini memberikan bobot rendah pada titik data yang memiliki varian lebih tinggi, sehingga mengurangi kuadrat residunya. Apabila bobot yang digunakan sesuai maka masalah heteroskedastisitas dapat dihilangkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait<\/strong> : <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kuadrat-terkecil-tertimbang-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Regresi Tertimbang di R<\/a><\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi 4: Normalitas multivariat<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi linier berganda mengasumsikan bahwa residu model terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara umum untuk memeriksa apakah asumsi ini terpenuhi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Verifikasi hipotesis secara visual menggunakan<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-normalitas-jejak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plot QQ<\/a> .<\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot QQ, kependekan dari plot kuantil-kuantil, adalah jenis plot yang dapat kita gunakan untuk menentukan apakah residu suatu model mengikuti distribusi normal atau tidak. Jika titik-titik pada plot kira-kira membentuk garis lurus diagonal, maka asumsi normalitas terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot QQ berikut menunjukkan contoh residu yang kira-kira mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, plot QQ di bawah ini menunjukkan contoh kasus di mana residu jelas-jelas menyimpang dari garis lurus diagonal, yang menunjukkan bahwa residu tersebut tidak mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Verifikasi hipotesis menggunakan uji statistik formal seperti Shapiro-Wilk, Kolmogorov-Smironov, Jarque-Barre, atau D&#8217;Agostino-Pearson.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa pengujian ini sensitif terhadap ukuran sampel yang besar \u2013 artinya, pengujian ini sering kali menyimpulkan bahwa residu tidak normal jika ukuran sampel Anda sangat besar. Inilah sebabnya mengapa seringkali lebih mudah menggunakan metode grafis seperti plot QQ untuk memverifikasi hipotesis ini.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi normalitas tidak terpenuhi, Anda memiliki beberapa pilihan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Pertama, periksa apakah tidak terdapat outlier ekstrim pada data yang mengakibatkan pelanggaran asumsi normalitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Kemudian Anda dapat menerapkan transformasi nonlinier pada variabel respon, misalnya dengan mengambil akar kuadrat, log, atau akar pangkat tiga dari seluruh nilai variabel respon. Hal ini sering kali menghasilkan distribusi residu model yang lebih normal.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang regresi linier berganda dan asumsinya:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Berganda<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Heteroskedastisitas dalam Analisis Regresi<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Multikolinearitas dan VIF dalam Regresi<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/excel-regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/spss-regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di Stata<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi linier berganda merupakan metode statistik yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara beberapa variabel prediktor dan variabel respon . Namun, sebelum melakukan regresi linier berganda, pertama-tama kita harus memastikan bahwa lima asumsi terpenuhi: 1. Hubungan linier : Terdapat hubungan linier antara masing-masing variabel prediktor dengan variabel respon. 2. Tidak ada multikolinearitas: tidak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T07:09:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hypotheseslinreg1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/\",\"name\":\"Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T07:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T07:09:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lima asumsi regresi linier berganda\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T07:09:05+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hypotheseslinreg1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/","name":"Lima asumsi regresi linier berganda - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T07:09:05+00:00","dateModified":"2023-07-22T07:09:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan tentang asumsi-asumsi regresi linier berganda, termasuk penjelasan masing-masing asumsi dan cara memeriksanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-regresi-linier-berganda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lima asumsi regresi linier berganda"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2436"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2436\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}