{"id":2462,"date":"2023-07-22T04:14:36","date_gmt":"2023-07-22T04:14:36","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/"},"modified":"2023-07-22T04:14:36","modified_gmt":"2023-07-22T04:14:36","slug":"pengukuran-berulang-hipotesis-anova","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/","title":{"rendered":"Tiga asumsi pengukuran berulang anova"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA pengukuran berulang<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, sebelum melakukan tindakan ANOVA berulang, kita harus memastikan bahwa asumsi berikut terpenuhi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Independensi:<\/strong> Setiap observasi harus independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Normalitas :<\/strong> Sebaran variabel respon berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Kebulatan:<\/strong> Varians perbedaan antara semua kombinasi kelompok yang berkerabat harus sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika satu atau lebih asumsi ini dilanggar, hasil pengukuran ANOVA yang diulang mungkin tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada artikel ini kami memberikan penjelasan untuk setiap asumsi, cara menentukan apakah asumsi tersebut terpenuhi, dan apa yang harus dilakukan jika tidak terpenuhi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 1: Kemandirian<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengukuran ANOVA berulang mengasumsikan bahwa setiap <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi<\/a> dalam kumpulan data Anda tidak bergantung pada semua observasi lainnya.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk memverifikasi asumsi ini adalah dengan memverifikasi bahwa setiap individu dalam kumpulan data diambil sampelnya secara acak dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/populasi-vs.-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">populasi<\/a> menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">metode random sampling<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Apabila digunakan metode random sampling, maka setiap observasi dapat diasumsikan independen.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi tersebut tidak terpenuhi maka menjadi masalah yang serius karena nilai-nilai yang dimiliki setiap individu bisa saja saling berkaitan dalam satu atau lain hal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seringkali satu-satunya solusi dalam skenario ini adalah merekrut individu untuk penelitian baru dengan menggunakan metode pengambilan sampel acak.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 2: normalitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengukuran ANOVA berulang mengasumsikan bahwa sebaran <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-normalitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terdistribusi normal<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara untuk memeriksa apakah hipotesis ini benar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Buat histogram atau plot QQ<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat memeriksa secara visual apakah distribusi variabel respons terdistribusi secara normal dengan membuat plot histogram atau QQ.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda membuat <strong>histogram<\/strong> , cukup periksa apakah distribusi variabel respons kira-kira mengikuti bentuk &#8220;lonceng&#8221;. Jika demikian, Anda sering kali berasumsi bahwa asumsi normalitas terpenuhi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22061 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant11.png\" alt=\"\" width=\"417\" height=\"357\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda membuat <strong>plot QQ<\/strong> , periksa apakah titik data terletak di sepanjang garis diagonal lurus. Jika ya, secara umum Anda dapat berasumsi bahwa asumsi normalitas terpenuhi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22062 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rep12.png\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"421\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-normalitas-jejak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menggunakan Plot QQ untuk Memeriksa Normalitas<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Lakukan uji statistik formal<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tes Shapiro-Wilk<\/a> untuk memeriksa normalitas. Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">p-value<\/a> uji tersebut kurang dari 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, perlu diketahui bahwa saat menangani sampel yang sangat besar, uji statistik seperti uji Shapiro-Wilk hampir selalu memberi tahu Anda bahwa data Anda tidak normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, sebaiknya periksa data Anda secara visual menggunakan bagan seperti histogram dan plot QQ. Dengan hanya melihat grafik saja anda sudah bisa mendapatkan gambaran yang cukup baik apakah datanya terdistribusi normal atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, pengukuran ulang ANOVA dianggap cukup kuat terhadap pelanggaran asumsi normalitas selama ukuran sampelnya cukup besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi normalitas dilanggar secara serius, Anda mempunyai dua pilihan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengubah-data-menjadi-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transformasikan nilai respon<\/a> data Anda agar distribusinya lebih terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Melakukan uji nonparametrik yang setara seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-orang-goreng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji Friedman<\/a> yang tidak memerlukan asumsi normalitas.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi 3: Kebulatan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang mengasumsikan <strong>kebulatan<\/strong> \u2013 yaitu, varians perbedaan antara semua kombinasi kelompok terkait harus sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini tidak terpenuhi, rasio F menjadi meningkat dan hasil pengukuran ANOVA yang berulang menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Bagaimana menentukan apakah asumsi ini terpenuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji apakah asumsi ini terpenuhi, kita dapat melakukan uji kebulatan Mauchly.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengujian ini menggunakan hipotesis nol dan alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub><\/strong> : Varians selisihnya sama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub><\/strong> : Variansi perbedaannya <em>tidak<\/em> sama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika p-value pengujian berada di bawah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-vs-alfa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tingkat signifikansi<\/a> tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka kita menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa varians perbedaannya tidak sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, jika nilai p tidak kurang dari tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), kita gagal menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa asumsi kebulatan terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tergantung pada software statistik yang Anda gunakan, hasil tes ini akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-19579 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mauchly2.png\" alt=\"\" width=\"538\" height=\"71\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tidak kurang dari 0,05, kita akan gagal menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa asumsi kebulatan terpenuhi dalam contoh khusus ini.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Apa yang harus dilakukan jika asumsi ini tidak dipatuhi<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita menolak hipotesis nol uji kebulatan Mauchly, kita biasanya menerapkan koreksi pada derajat kebebasan yang digunakan untuk menghitung nilai F dalam tabel ANOVA pengukuran berulang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada tiga perbaikan yang bisa kami terapkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Huynh-Feldt (paling tidak konservatif)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Serre\u2013Geisser<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Batas bawah (paling konservatif)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Masing-masing koreksi ini cenderung meningkatkan nilai p dalam tabel keluaran ANOVA pengukuran berulang untuk memperhitungkan fakta bahwa asumsi kebulatan dilanggar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita kemudian dapat menggunakan nilai p ini untuk menentukan apakah kita harus menolak hipotesis nol dari pengukuran berulang ANOVA atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang pengukuran berulang ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar ANOVA Tindakan Berulang<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-pengukuran-berulang-satu-arah-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator ANOVA Pengukuran Berulang<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-pengukuran-berulang-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melaporkan hasil pengukuran ANOVA yang diulang<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-vs-pengukuran-berulang-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah dan ANOVA tindakan berulang: perbedaannya<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA pengukuran berulang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok. Namun, sebelum melakukan tindakan ANOVA berulang, kita harus memastikan bahwa asumsi berikut terpenuhi: 1. Independensi: Setiap observasi harus independen. 2. Normalitas : Sebaran variabel respon berdistribusi normal. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T04:14:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant11.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\",\"name\":\"Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T04:14:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T04:14:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tiga asumsi pengukuran berulang anova\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T04:14:36+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant11.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/","name":"Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T04:14:36+00:00","dateModified":"2023-07-22T04:14:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan lima asumsi pengukuran berulang ANOVA, termasuk contoh cara memeriksa setiap asumsi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tiga asumsi pengukuran berulang anova"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2462"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2462\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}