{"id":2479,"date":"2023-07-22T02:30:20","date_gmt":"2023-07-22T02:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/"},"modified":"2023-07-22T02:30:20","modified_gmt":"2023-07-22T02:30:20","slug":"anova-dua-arah-dengan-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova dua arah secara manual"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh: ANOVA dua arah manual<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman. Dia menanam 40 benih dan membiarkannya tumbuh selama sebulan dalam kondisi paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah sebulan, dia mencatat tinggi setiap tanaman. Hasilnya ditunjukkan di bawah ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1451 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2wayanova1.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"Tabel ANOVA dua arah di Excel\" width=\"392\" height=\"241\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada tabel di atas kita melihat lima tanaman ditanam pada setiap kombinasi kondisi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, lima tanaman ditanam dengan penyiraman setiap hari dan tanpa sinar matahari dan tingginya setelah dua bulan adalah 4,8 inci, 4,4 inci, 3,2 inci, 3,9 inci, dan 4,4 inci:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1453 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2wayanova2.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"Data ANOVA dua arah di Excel\" width=\"392\" height=\"241\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan ANOVA dua arah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Hitung jumlah kuadrat faktor pertama (frekuensi penyiraman)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan menghitung tinggi rata-rata keseluruhan dari 40 tanaman:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata keseluruhan = (4,8 + 5 + 6,4 + 6,3 + \u2026 + 3,9 + 4,8 + 5,5 + 5,5) \/ 40 = <strong>5,1525<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita menghitung tinggi rata-rata semua tanaman yang disiram setiap hari:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata harian = (4,8 + 5 + 6,4 + 6,3 + \u2026 + 4,4 + 4,8 + 5,8 + 5,8) \/20 = <strong>5,155<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita hitung rata-rata tinggi seluruh tanaman yang disiram setiap minggunya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata mingguan = (4,4 + 4,9 + 5,8 + 6 + \u2026 + 3,9 + 4,8 + 5,5 + 5,5) \/20 = <strong>5,15<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menghitung jumlah kuadrat faktor \u201cfrekuensi penyiraman\u201d menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u03a3n(X <sub>j<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> ..) <sup>2<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> : ukuran sampel kelompok j<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : simbol Yunani yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>X <sub>j<\/sub><\/strong> : rata-rata kelompok j<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> ..<\/strong> : rata-rata yang besar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita menghitung jumlah kuadrat faktor \u201cfrekuensi penyiraman\u201d sebagai berikut: 20(5.155-5.1525) <sup>2<\/sup> + 20(5.15-5.1525) <sup>2<\/sup> = <strong>0.00025<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung jumlah kuadrat faktor kedua (paparan sinar matahari)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan menghitung tinggi rata-rata keseluruhan dari 40 tanaman:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata keseluruhan = (4,8 + 5 + 6,4 + 6,3 + \u2026 + 3,9 + 4,8 + 5,5 + 5,5) \/ 40 = <strong>5,1525<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan menghitung rata-rata tinggi semua tanaman yang tidak terkena sinar matahari:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata tanpa matahari = (4,8 + 4,4 + 3,2 + 3,9 + 4,4 + 4,4 + 4,2 + 3,8 + 3,7 + 3,9) \/ 10 = <strong>4,07<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan mengulangi perhitungan ini untuk mencari tinggi rata-rata tanaman yang terkena berbagai paparan sinar matahari:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata sinar matahari rendah = <strong>5,1<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata sinar matahari rata-rata = <strong>5,89<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata tinggi sinar matahari = <strong>5,55<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menghitung jumlah kuadrat faktor \u201cpaparan sinar matahari\u201d menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">\u03a3n(X <sub>j<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> ..) <sup>2<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n<\/strong> : ukuran sampel kelompok j<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03a3<\/strong> : simbol Yunani yang berarti \u201cjumlah\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>X <sub>j<\/sub><\/strong> : rata-rata kelompok j<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> ..<\/strong> : rata-rata yang besar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita menghitung jumlah kuadrat faktor \u201cpaparan sinar matahari\u201d sebagai berikut: 10(4.07-5.1525) <sup>2<\/sup> + 10(5.1-5.1525) <sup>2<\/sup> + 10(5.89 -5.1525) <sup>2<\/sup> + 10(5.55-5.1525) <sup>2<\/sup> = <strong>18,76475<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Hitung jumlah kuadrat di dalamnya (kesalahan)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menghitung jumlah kuadrat dengan mengambil jumlah kuadrat selisih antara setiap kombinasi faktor dan tinggi tanaman individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya rata-rata tinggi seluruh tanaman yang disiram setiap hari tanpa terkena sinar matahari adalah 4,14. Kita kemudian dapat menghitung jumlah kuadrat selisih masing-masing tanaman sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman harian dan tanpa sinar matahari: (4.8-4.14) <sup>2<\/sup> + (4.4-4.14) <sup>2<\/sup> + (3.2-4.14) <sup>2<\/sup> + (3.9-4.14) <sup>2<\/sup> + (4.4-4.14) <sup>2<\/sup> = <strong>1.512<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengulangi proses ini untuk setiap kombinasi faktor:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman harian dan sinar matahari rendah: <strong>0,928<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman harian dan rata-rata sinar matahari: <strong>1,788<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman harian dan sinar matahari yang kuat: <strong>1.648<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman mingguan tanpa sinar matahari: <strong>0,34<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman mingguan dan sinar matahari rendah: <strong>0,548<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman mingguan dan rata-rata sinar matahari: <strong>0,652<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">SS untuk penyiraman mingguan dan sinar matahari yang kuat: <strong>1.268<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita kemudian dapat mengambil jumlah semua nilai ini untuk menemukan jumlah kuadrat di dalamnya (kesalahan):<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah kuadrat di dalamnya = 1,512 + 0,928 + 1,788 + 1,648 + 0,34 + 0,548 + 0,652 + 1,268 = <strong>8,684<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Hitung jumlah total persegi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat menghitung jumlah total kuadrat dengan mengambil jumlah selisih antara tinggi masing-masing tanaman dan rata-rata keseluruhannya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah kuadrat = (4,8 \u2013 5,1525) <sup>2<\/sup> + (5 \u2013 5,1525) <sup>2<\/sup> + \u2026 + (5,5 \u2013 5,1525) <sup>2<\/sup> = <strong>28,45975<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Hitung jumlah interaksi kuadrat<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan menghitung jumlah interaksi kuadrat dengan menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interaksi SS = SS Total \u2013 SS Faktor 1 \u2013 SS Faktor 2 \u2013 SS Interior<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interaksi SS = 28.45975 \u2013 0.00025 \u2013 18.76475 \u2013 8.684<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Interaksi SS = <strong>1,01075<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Langkah 6: Lengkapi tabel ANOVA<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kita akan mengisi nilai dari tabel ANOVA dua arah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22156 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/two_way_hand.png\" alt=\"\" width=\"508\" height=\"184\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Inilah cara kami menghitung angka-angka berbeda dalam tabel:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>df Frekuensi penyiraman :<\/strong> d-1 = 2-1 = 1<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>df Paparan sinar matahari :<\/strong> k-1 = 4-1 = 3<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>dfInteraksi<\/strong> : (j-1)*(k-1) = 1*3 = 3<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>df Masuk<\/strong> : n \u2013 (j*k) = 40 \u2013 (2*4) = 32<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>jumlah df:<\/strong> n-1 = 40-1 = 39<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>MS:<\/strong> SS\/DF<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Frekuensi penyiraman F<\/strong> : frekuensi penyiraman MS\/MS dalam ruangan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>F Paparan sinar matahari<\/strong> : MS \/ MS paparan sinar matahari di dalam ruangan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interaksi F<\/strong> : Interaksi MS\/MS Dalam<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>nilai p frekuensi penyiraman<\/strong> : Nilai p yang sesuai dengan nilai F sebesar 0,000921 dengan pembilang df = 1 dan penyebut df = 32<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai p paparan sinar matahari<\/strong> : nilai p yang sesuai dengan nilai F 23,04898 dengan pembilang df = 3 dan penyebut df = 32<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>interaksi nilai p<\/strong> : Nilai p yang sesuai dengan nilai F sebesar 1,241517 dengan pembilang df = 3 dan penyebut df = 32<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #1:<\/strong> n = jumlah pengamatan, j = jumlah level frekuensi penyiraman, k = jumlah level paparan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #2<\/strong> : Nilai p yang sesuai dengan nilai F dihitung menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/f-kalkulator-distribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator distribusi F.<\/a><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 7: Interpretasikan hasilnya<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut ini dapat kita amati dari tabel ANOVA:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p interaksi antara frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari adalah <strong>0,311<\/strong> . Hal ini tidak signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk frekuensi penyiraman adalah <strong>0,975<\/strong> . Hal ini tidak signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk paparan sinar matahari adalah <strong>&lt;0,000<\/strong> . Hal ini signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini menunjukkan bahwa paparan sinar matahari merupakan satu-satunya faktor yang mempunyai pengaruh signifikan secara statistik terhadap tinggi tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan karena tidak ada efek interaksi, maka efek paparan sinar matahari konsisten pada setiap tingkat frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sederhananya, apakah tanaman disiram setiap hari atau setiap minggu tidak berdampak pada pengaruh paparan sinar matahari terhadap tanaman.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Sumber daya tambahan<\/b><\/span><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/one-way-anova-ala-main\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan ANOVA satu arah secara manual<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-mengulangi-pengukuran-dengan-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Pengukuran Berulang Secara Manual<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-hasil-anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Lengkap: Cara Melaporkan Hasil ANOVA Dua Arah<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual. Contoh: ANOVA dua arah manual Misalkan seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T02:30:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2wayanova1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\",\"name\":\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T02:30:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-22T02:30:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova dua arah secara manual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-22T02:30:20+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2wayanova1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/","name":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual \u2013 Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T02:30:20+00:00","dateModified":"2023-07-22T02:30:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah secara manual, dengan contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova dua arah secara manual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2479"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2479\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}