{"id":2504,"date":"2023-07-21T23:53:55","date_gmt":"2023-07-21T23:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/"},"modified":"2023-07-21T23:53:55","modified_gmt":"2023-07-21T23:53:55","slug":"data-panjang-vs-data-lebar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/","title":{"rendered":"Data panjang atau lebar: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kumpulan data dapat ditulis dalam dua format berbeda: <strong>wide<\/strong> dan <strong>long<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Format <strong>lebar<\/strong> berisi nilai yang <em>tidak<\/em> terulang di kolom pertama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Format <strong>panjang<\/strong> berisi nilai yang <em>berulang<\/em> di kolom pertama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pertimbangkan dua himpunan data berikut yang berisi data yang sama persis dan dinyatakan dalam format berbeda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-22329\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong1-1.png\" alt=\"Format data lebar atau panjang\" width=\"575\" height=\"407\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa dalam kumpulan data <strong>yang diperluas<\/strong> , setiap nilai di kolom pertama bersifat unik.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22323 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong2.png\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"170\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, pada kumpulan data <strong>panjang<\/strong> , nilai pada kolom pertama berulang.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22330 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong3-1.png\" alt=\"\" width=\"350\" height=\"385\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua kumpulan data berisi informasi tim yang sama persis, namun hanya dinyatakan dalam format berbeda.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan data lebar atau panjang<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada apa yang ingin Anda lakukan dengan data Anda, mungkin lebih masuk akal untuk menyajikannya dalam format lebar atau panjang.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Kapan menggunakan format besar<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai aturan umum, jika Anda menganalisis data, biasanya Anda akan menggunakan format data <strong>yang luas<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, jika Anda ingin mengetahui rata-rata poin, assist, dan rebound yang dicetak oleh sebuah tim, seringkali lebih mudah untuk memiliki data dalam format besar:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22325 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong4.png\" alt=\"\" width=\"303\" height=\"206\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagian besar kumpulan data yang Anda temui di dunia nyata juga akan disimpan dalam format lebar karena lebih mudah diinterpretasikan oleh otak kita.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya pada format di atas, mudah untuk membaca nilai poin, assist, dan rebound setiap tim di baris yang sama.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Kapan menggunakan format panjang<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Biasanya, jika Anda melihat beberapa variabel dalam sebuah plot menggunakan perangkat lunak statistik seperti R , Anda biasanya perlu mengonversi data Anda ke format <strong>yang panjang<\/strong> agar perangkat lunak tersebut dapat membuat plot.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh nyata, lihat tutorial R berikut ini yang mengharuskan data dalam format <strong>panjang<\/strong> untuk membuat jenis plot tertentu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hamparan-jejak-kepadatan-ggplot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memplot beberapa plot kepadatan di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-beberapa-kolom-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memplot banyak kolom di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/peta-panas-r-ggplot2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat peta panas di R<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terkadang Anda mungkin perlu membentuk ulang data Anda ke dalam format yang berbeda jika Anda juga menggunakan Python .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara membentuk ulang bingkai data dengan Python:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/panda-panjang-hingga-lebar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membentuk ulang data dari panjang ke lebar dengan Python<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/panda-lebar-hingga-panjang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membentuk ulang data dari lebar ke panjang dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tentang istilah statistik lain yang umum digunakan:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan observasi dalam statistik?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kovariat-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan kovariat dalam statistik?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan residu dalam statistik?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kumpulan data dapat ditulis dalam dua format berbeda: wide dan long . Format lebar berisi nilai yang tidak terulang di kolom pertama. Format panjang berisi nilai yang berulang di kolom pertama. Misalnya, pertimbangkan dua himpunan data berikut yang berisi data yang sama persis dan dinyatakan dalam format berbeda: Perhatikan bahwa dalam kumpulan data yang diperluas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T23:53:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\",\"name\":\"Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-21T23:53:55+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T23:53:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Data panjang atau lebar: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-21T23:53:55+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/largelong1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/","name":"Data panjang atau lebar: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-21T23:53:55+00:00","dateModified":"2023-07-21T23:53:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara format data panjang dan lebar, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Data panjang atau lebar: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2504"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2504"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2504\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}