{"id":2540,"date":"2023-07-21T20:14:24","date_gmt":"2023-07-21T20:14:24","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/"},"modified":"2023-07-21T20:14:24","modified_gmt":"2023-07-21T20:14:24","slug":"anova-dua-jalur-di-airlock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova dua arah di sas"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA dua arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang ditugaskan pada dua variabel (terkadang disebut &#8220;faktor&#8221;).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan ANOVA dua arah di SAS.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia menanam 30 benih dan membiarkannya tumbuh selama sebulan dalam kondisi paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman yang berbeda. Setelah sebulan, dia mencatat tinggi setiap tanaman. Hasilnya ditunjukkan di bawah ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22562 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas5.jpg\" alt=\"\" width=\"348\" height=\"296\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut untuk membuat dataset ini di SAS:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008000;\">\/*create dataset*\/\n<\/span><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #800080;\">data<\/span> my_data;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">input<\/span> water $sunlight $height;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">datalines<\/span> ;\ndaily low 6\ndaily low 6\ndaily low 6\ndaily low 5\ndaily low 6\ndaily med 5\ndaily med 5\ndaily med 6\ndaily med 4\ndaily med 5\ndaily high 6\ndaily high 6\ndaily high 7\ndaily high 8\ndaily high 7\nweekly low 3\nweekly low 4\nweekly low 4\nweekly low 4\nweekly low 5\nweekly med 4\nweekly med 4\nweekly med 4\nweekly med 4\nweekly med 4\nweekly high 5\nweekly high 6\nweekly high 6\nweekly high 7\nweekly high 8\n;<\/span>\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;\n<\/span><\/strong><\/span><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan ANOVA dua arah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan <strong>proc ANOVA<\/strong> untuk melakukan ANOVA dua arah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #008000;\">\/*perform two-way ANOVA*\/\n<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #800080;\">proc ANOVA<\/span> <span style=\"color: #3366ff;\">data<\/span> =my_data;\n<span style=\"color: #3366ff;\">class<\/span> water sunlight;\n<span style=\"color: #3366ff;\">model<\/span> height = water sunlight water*sunlight;\n<span style=\"color: #3366ff;\">means<\/span> water sunlight \/ <span style=\"color: #3366ff;\">tukey<\/span> <span style=\"color: #3366ff;\">cldiff<\/span> ;\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;<\/span><\/span><\/strong><\/span><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel pertama yang ingin kami analisis hasilnya adalah tabel ANOVA:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-22563\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas6.jpg\" alt=\"ANOVA dua arah di SAS\" width=\"466\" height=\"360\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel ini kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk air: <strong>0,0005<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk sinar matahari: <strong>&lt;0,0001<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p interaksi antara air dan sinar matahari: . <strong>1207<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa air dan sinar matahari merupakan prediktor tinggi tanaman yang signifikan secara statistik dan tidak ada efek interaksi yang signifikan secara statistik antara air dan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita dapat menguji hasil uji post-hoc Tukey untuk menentukan kadar air dan sinar matahari mana yang berbeda nyata secara statistik.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan melihat perbandingan post-hoc Tukey untuk air:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22564 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas7.jpg\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"351\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut terlihat bahwa rata-rata perbedaan tinggi tanaman yang disiram setiap hari dan setiap minggu adalah <strong>1,0667<\/strong> inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan ukuran rata-rata adalah <strong>[0,5163, 1,6170]<\/strong> . Ini berarti kami yakin 95% bahwa perbedaan sebenarnya dalam tinggi rata-rata antara tanaman yang disiram setiap hari dan tanaman yang disiram setiap minggu adalah antara 0,5163 inci dan 1,6170 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan melihat perbandingan post-hoc Tukey untuk sinar matahari:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22565 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas8.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"403\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui mean grup mana yang berbeda, kita perlu melihat perbandingan berpasangan mana yang memiliki bintang ( <strong>***<\/strong> ) di sebelahnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel tersebut, kita dapat melihat bahwa rata-rata kelompok berikut berbeda secara signifikan secara statistik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sinar matahari tinggi atau sinar matahari rendah (95% CI = [0,8844, 2,5156])<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Sinar matahari tinggi atau sinar matahari sedang (95% CI = [1.2844, 2.9156])<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Laporkan Hasil<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami dapat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-hasil-anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melaporkan hasil<\/a> ANOVA dua arah:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dua arah dilakukan untuk menganalisis pengaruh frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dua arah mengungkapkan bahwa tidak ada interaksi yang signifikan secara statistik antara efek frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari (p = 0,1207).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Analisis efek tangan sederhana menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman (p = 0,0005).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Analisis efek tangan sederhana menunjukkan bahwa paparan sinar matahari juga mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman (p &lt;0,0001).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang ANOVA dua arah:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar ANOVA Dua Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-vs-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah atau dua arah: kapan menggunakannya?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang ditugaskan pada dua variabel (terkadang disebut &#8220;faktor&#8221;). Tutorial ini memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara melakukan ANOVA dua arah di SAS. Langkah 1: Buat datanya Misalkan seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T20:14:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas5.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\",\"name\":\"Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-21T20:14:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T20:14:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova dua arah di sas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-21T20:14:24+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas5.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/","name":"Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-21T20:14:24+00:00","dateModified":"2023-07-21T20:14:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SAS, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova dua arah di sas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2540"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2540"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2540\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}