{"id":2548,"date":"2023-07-21T19:20:33","date_gmt":"2023-07-21T19:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-21T19:20:33","modified_gmt":"2023-07-21T19:20:33","slug":"anova-tiga-arah-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova tiga arah di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>ANOVA tiga arah<\/strong> digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang tersebar pada tiga faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA tiga arah di R.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: ANOVA tiga arah di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang peneliti ingin menentukan apakah dua program pelatihan menghasilkan peningkatan rata-rata yang berbeda dalam tinggi lompatan di antara pemain bola basket perguruan tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Peneliti menduga bahwa jenis kelamin dan pembagian (Divisi I atau II) juga dapat mempengaruhi tinggi lompatan, oleh karena itu ia juga mengumpulkan data mengenai faktor-faktor tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tujuannya adalah melakukan ANOVA tiga arah untuk menentukan bagaimana program pelatihan, jenis kelamin, dan pembagian mempengaruhi tinggi lompatan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan ANOVA tiga arah ini di R:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Buat datanya<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, mari buat bingkai data untuk menampung data:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create dataset\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (program=rep(c(1, 2), each= <span style=\"color: #008000;\">20<\/span> ),\n                 gender=rep(c(' <span style=\"color: #ff0000;\">M<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">F<\/span> '), each= <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> , times= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> ),\n                 division=rep(c(1, 2), each= <span style=\"color: #008000;\">5<\/span> , times= <span style=\"color: #008000;\">4<\/span> ),\n                 height=c(7, 7, 8, 8, 7, 6, 6, 5, 6, 5,\n                          5, 5, 4, 5, 4, 3, 3, 4, 3, 3,\n                          6, 6, 5, 4, 5, 4, 5, 4, 4, 3,\n                          2, 2, 1, 4, 4, 2, 1, 1, 2, 1)) \n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of dataset\n<\/span>head(df)\n\n  program gender division height\n1 1 M 1 7\n2 1 M 1 7\n3 1 M 1 8\n4 1 M 1 8\n5 1 M 1 7\n6 1 M 2 6<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lihat statistik deskriptif<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum melakukan ANOVA tiga arah, kita dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/dplyr.tidyverse.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dplyr<\/a> untuk dengan cepat merangkum rata-rata peningkatan tinggi lompatan yang dikelompokkan berdasarkan program pelatihan, jenis kelamin, dan divisi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate mean jumping height increase grouped by program, gender, and division\n<\/span>df %&gt;%\n  group_by(program, gender, division) %&gt;%\n  summarize(mean_height = mean(height))\n\n# A tibble: 8 x 4\n# Groups: program, gender [4]\n  program gender division mean_height\n                 \n1 1 F 1 4.6\n2 1 F 2 3.2\n3 1 M 1 7.4\n4 1 M 2 5.6\n5 2 F 1 2.6\n6 2 F 2 1.4\n7 2 M 1 5.2\n8 2 M 2 4  \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan putri Divisi I yang menggunakan Program Latihan 1 adalah <strong>4,6 inci<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan putri Divisi II yang menggunakan Program Latihan 1 adalah <strong>3,2 inci<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan putra Divisi I yang menggunakan Program Latihan 1 adalah <strong>7,4 inci<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Lakukan ANOVA tiga arah<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita dapat menggunakan fungsi <strong>aov()<\/strong> untuk melakukan ANOVA tiga arah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#perform three-way ANOVA<\/span>\nmodel &lt;- aov(height ~ program * gender * division, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of three-way ANOVA\n<\/span>summary(model)\n\n                        Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \nprogram 1 36.1 36.10 65.636 2.98e-09 ***\ngender 1 67.6 67.60 122.909 1.71e-12 ***\ndivision 1 19.6 19.60 35.636 1.19e-06 ***\nprogram:gender 1 0.0 0.00 0.000 1.000    \nprogram:division 1 0.4 0.40 0.727 0.400    \ngender:division 1 0.1 0.10 0.182 0.673    \nprogram:gender:division 1 0.1 0.10 0.182 0.673    \nResiduals 32 17.6 0.55                     \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kolom <strong>Pr(&gt;F)<\/strong> menampilkan nilai p untuk masing-masing faktor dan interaksi antar faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut, kita dapat melihat bahwa tidak ada interaksi antara ketiga faktor tersebut yang signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat melihat bahwa ketiga faktor tersebut \u2013 program, gender dan pembagian \u2013 signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang kita dapat menggunakan dplyr lagi untuk mencari rata-rata peningkatan tinggi lompatan untuk program, gender, dan divisi secara terpisah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (dplyr)\n<\/span>\n#find mean jumping increase by program<\/span>\ndf %&gt;%\n  group_by(program) %&gt;%\n  summarize(mean_height = mean(height))\n\n# A tibble: 2 x 2\n  program mean_height\n           \n1 1 5.2\n2 2 3.3\n\n<span style=\"color: #008080;\">#find mean jumping increase by gender\n<\/span>df %&gt;%\n  group_by(gender) %&gt;%\n  summarize(mean_height = mean(height))\n\n# A tibble: 2 x 2\n  gender mean_height\n          \n1 F 2.95\n2M 5.55\n\n<span style=\"color: #008080;\">#find mean jumping increase by division\n<\/span>df %&gt;%\ngroup_by(division) %&gt;%\nsummarize(mean_height = mean(height))\n\n# A tibble: 2 x 2\n  division mean_height\n            \n1 1 4.95\n2 2 3.55<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat mengamati hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan individu yang menggunakan program latihan 1 ( <strong>5,2 inci<\/strong> ) lebih besar dibandingkan dengan rata-rata peningkatan tinggi lompatan individu yang menggunakan program latihan 2 <strong>(3,3 inci<\/strong> ).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan pria ( <strong>5,55 inci<\/strong> ) lebih besar dibandingkan rata-rata peningkatan tinggi lompatan wanita <strong>(2,95 inci<\/strong> ).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata peningkatan tinggi lompatan pemain Divisi 1 ( <strong>4,95 inci<\/strong> ) lebih besar dibandingkan rata-rata peningkatan tinggi lompatan pemain Divisi 2 <strong>(3,55 inci<\/strong> ).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai kesimpulan, kami dapat mengatakan bahwa program pelatihan, gender, dan pembagian merupakan indikator signifikan peningkatan tinggi lompatan pemain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami juga dapat mengatakan bahwa tidak ada efek interaksi yang signifikan antara ketiga faktor ini.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara menyesuaikan model ANOVA lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan ANOVA dua arah di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA tiga arah digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang tersebar pada tiga faktor. Contoh berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA tiga arah di R. Contoh: ANOVA tiga arah di R Misalkan seorang peneliti ingin menentukan apakah dua program pelatihan menghasilkan peningkatan rata-rata yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T19:20:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/\",\"name\":\"Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-21T19:20:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T19:20:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova tiga arah di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-21T19:20:33+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/","name":"Cara melakukan ANOVA tiga arah di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-21T19:20:33+00:00","dateModified":"2023-07-21T19:20:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA tiga arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-tiga-arah-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova tiga arah di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}