{"id":2550,"date":"2023-07-21T18:53:15","date_gmt":"2023-07-21T18:53:15","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/"},"modified":"2023-07-21T18:53:15","modified_gmt":"2023-07-21T18:53:15","slug":"model-bersarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/","title":{"rendered":"Apa itu model bersarang? (definisi &amp; #038; contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Model bersarang<\/strong> hanyalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi<\/a> yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mempunyai model regresi berikut (sebut saja Model A) yang memprediksi jumlah poin yang dicetak oleh seorang pemain bola basket berdasarkan empat variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Poin = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> (menit) + \u03b2 <sub>2<\/sub> (tinggi) + \u03b2 <sub>3<\/sub> (posisi) + \u03b2 <sub>4<\/sub> (tembakan) + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh model bertingkat (sebut saja Model B) adalah model berikut yang hanya memiliki dua variabel prediktor dari Model A:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Poin = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> (menit) + \u03b2 <sub>2<\/sub> (tinggi) + \u03b5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengatakan bahwa <strong>Model B bersarang di dalam Model A<\/strong> karena Model B berisi subset variabel prediktor dari Model A.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, pertimbangkan jika kita memiliki model lain (sebut saja Model C) yang berisi tiga variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Poin = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> (menit) + \u03b2 <sub>2<\/sub> (tinggi) + \u03b2 <sub>3<\/sub> (percobaan lemparan bebas)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kami tidak akan mengatakan bahwa Model C dimasukkan ke dalam Model A<\/strong> karena setiap model berisi variabel prediktor yang tidak terdapat dalam model lainnya.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Pentingnya model bersarang<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita sering menggunakan model bertingkat dalam praktiknya ketika kita ingin mengetahui apakah model dengan kumpulan variabel prediktor lengkap dapat lebih cocok dengan kumpulan data dibandingkan model dengan subkumpulan variabel prediktor tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam skenario di atas, kita dapat memasukkan <strong>model komprehensif<\/strong> menggunakan menit bermain, tinggi badan, posisi, dan upaya tembakan untuk memprediksi jumlah poin yang dicetak oleh pemain bola basket.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, kami mungkin curiga bahwa posisi dan percobaan tembakan mungkin tidak memprediksi poin dengan baik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kami dapat menyesuaikan <strong>model bertingkat<\/strong> yang hanya menggunakan menit bermain dan nada untuk memprediksi poin yang dicetak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian dapat membandingkan kedua model untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika tidak ada perbedaan yang signifikan antar model, kita dapat menghapus percobaan posisi dan tembakan sebagai variabel prediktor karena tidak meningkatkan model secara signifikan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara mengurai model bersarang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan apakah model bertingkat berbeda secara signifikan dari model &#8220;penuh&#8221;, kami biasanya melakukan uji rasio kemungkinan yang menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> Model lengkap dan model tersarang sama-sama cocok dengan data. Jadi, Anda harus <strong>menggunakan model bersarang<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> Model lengkap lebih cocok dengan data dibandingkan model tersarang. Jadi harus <strong>menggunakan template yang lengkap<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji rasio kemungkinan menghasilkan statistik uji Chi-kuadrat dan nilai p yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> dari pengujian tersebut berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya 0,05), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa model lengkap memberikan kesesuaian yang jauh lebih baik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan uji rasio kemungkinan menggunakan R dan Python:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji rasio kemungkinan di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-rasio-kemungkinan-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Tes Rasio Kemungkinan dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Model bersarang hanyalah model regresi yang berisi subkumpulan variabel prediktor dalam model regresi lain. Misalnya, kita mempunyai model regresi berikut (sebut saja Model A) yang memprediksi jumlah poin yang dicetak oleh seorang pemain bola basket berdasarkan empat variabel prediktor: Poin = \u03b2 0 + \u03b2 1 (menit) + \u03b2 2 (tinggi) + \u03b2 3 (posisi) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T18:53:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\",\"name\":\"Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-21T18:53:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T18:53:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu model bersarang? (definisi &amp; #038; contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-21T18:53:15+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/","name":"Apa itu model bersarang? (Definisi dan contoh) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-21T18:53:15+00:00","dateModified":"2023-07-21T18:53:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan model bersarang dalam statistik, termasuk definisi formal dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/model-bersarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu model bersarang? (definisi &amp; #038; contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2550"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2550\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}