{"id":277,"date":"2023-08-03T06:08:47","date_gmt":"2023-08-03T06:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/"},"modified":"2023-08-03T06:08:47","modified_gmt":"2023-08-03T06:08:47","slug":"pengujian-hipotesis-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/","title":{"rendered":"Pengujian hipotesis"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menunjukkan apa itu pengujian hipotesis dalam statistik. Nah, Anda akan menemukan penjelasan cara melakukan uji hipotesis dan segala konsep statistik yang perlu Anda ketahui untuk melakukan uji hipotesis. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-una-prueba-de-hipotesis\"><\/span> Apa itu pengujian hipotesis?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dalam statistik, <strong>uji hipotesis<\/strong> adalah metode yang digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis. Dengan kata lain, uji hipotesis digunakan untuk menentukan apakah suatu hipotesis ditolak atau diterima mengenai nilai suatu parameter statistik suatu populasi.<\/p>\n<p> Dalam pengujian hipotesis, sampel data dianalisis dan, berdasarkan hasil yang diperoleh, diputuskan untuk menolak atau menerima hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya tentang suatu parameter populasi.<\/p>\n<p> Salah satu ciri pengujian hipotesis adalah seseorang tidak pernah dapat yakin apakah keputusan untuk menolak atau menerima suatu hipotesis adalah keputusan yang benar. Jadi, dalam pengujian hipotesis, suatu hipotesis ditolak atau tidak didasarkan pada apa yang kemungkinan besar benar, namun, meskipun terdapat bukti statistik untuk menolak atau menerima hipotesis tersebut, kesalahan selalu dapat terjadi. Di bawah ini kami akan menjelaskan secara rinci tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan uji hipotesis. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"hipotesis-nula-e-hipotesis-alternativa\"><\/span> Hipotesis nol dan hipotesis alternatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Hipotesis uji selalu memiliki hipotesis nol dan hipotesis alternatif, yang didefinisikan sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> )<\/strong> : hipotesis yang menyatakan bahwa hipotesis awal yang dibuat mengenai suatu parameter populasi adalah salah. Oleh karena itu hipotesis nol adalah hipotesis yang ingin kita tolak.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Hipotesis alternatif (H <sub>1<\/sub> )<\/strong> : merupakan hipotesis penelitian yang ingin dibuktikan. Dengan kata lain hipotesis alternatif merupakan hipotesis yang telah diajukan sebelumnya oleh peneliti dan dalam upaya membuktikan kebenarannya maka akan dilakukan pengujian hipotesis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Untuk mempelajari lebih lanjut tentang hipotesis nol dan hipotesis alternatif, klik tautan berikut: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-nol-dan-alternatif\/\">Perbedaan antara hipotesis nol dan hipotesis alternatif<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"tipos-de-pruebas-de-hipotesis\"><\/span>Jenis Pengujian Hipotesis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Pengujian hipotesis dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengujian hipotesis dua sisi (atau pengujian hipotesis dua sisi)<\/strong> : Hipotesis alternatif dari pengujian hipotesis menyatakan bahwa parameter populasi \u201cberbeda\u201d dengan suatu nilai tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengujian hipotesis satu sisi (atau pengujian hipotesis satu sisi)<\/strong> : Hipotesis alternatif dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa parameter populasi &#8220;lebih besar dari&#8221; (ekor kanan) atau &#8220;kurang dari&#8221; (ekor kiri) suatu nilai tertentu.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-12 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color\" style=\"color:#ff8a05\"> <strong>Pengujian hipotesis dua sisi<\/strong> <\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-4f0c1b65b50009900a6facbefea23ca1_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"\\begin{cases}H_0: \\mu=\\mu_0\\\\[2ex]H_1:\\mu\\neq\\mu_0\\end{cases}\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"65\" width=\"102\" style=\"vertical-align: 0px;\"><\/p>\n<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color\" style=\"color:#ff8a05\"> <strong>Pengujian hipotesis satu sisi (sisi kanan)<\/strong> <\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-1393df603c93485a0f75ebd0116c46a2_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"\\begin{cases}H_0: \\mu\\leq \\mu_0\\\\[2ex]H_1:\\mu>\\mu_0\\end{cases}&#8221; title=&#8221;Rendered by QuickLaTeX.com&#8221; height=&#8221;65&#8243; width=&#8221;102&#8243; style=&#8221;vertical-align: 0px;&#8221;><\/p>\n<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color\" style=\"color:#ff8a05\"> <strong><strong>Pengujian hipotesis satu sisi (sisi kiri)<\/strong><\/strong> <\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-570fdfa44817f5392b33075476008f80_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"\\begin{cases}H_0: \\mu\\geq\\mu_0\\\\[2ex]H_1:\\mu<\\mu_0\\end{cases}\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"65\" width=\"102\" style=\"vertical-align: 0px;\"><\/p>\n<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"region-de-rechazo-y-region-de-aceptacion-de-una-prueba-de-hipotesis\"><\/span> Daerah penolakan dan daerah penerimaan suatu uji hipotesis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Seperti yang akan kita lihat secara rinci di bawah ini, pengujian hipotesis terdiri dari penghitungan nilai karakteristik dari setiap jenis uji hipotesis, nilai ini disebut statistik uji hipotesis. Oleh karena itu, setelah statistik uji dihitung, perlu diperhatikan di mana dari dua wilayah berikut ini untuk mencapai kesimpulan:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Daerah penolakan (atau daerah kritis)<\/strong> : Merupakan luas grafik sebaran acuan uji hipotesis yang terdiri dari penolakan hipotesis nol (dan penerimaan hipotesis alternatif).<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Wilayah penerimaan<\/strong> : Merupakan wilayah grafik sebaran acuan pengujian hipotesis yang terdiri dari menerima hipotesis nol (dan menolak hipotesis alternatif).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Singkatnya, jika statistik uji berada dalam zona penolakan, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Sebaliknya, jika statistik uji berada dalam wilayah penerimaan, maka hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/test-dhypothese-de-contraste.png\" alt=\"Kontras hipotesis\" class=\"wp-image-5660\" width=\"311\" height=\"600\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Nilai yang menentukan batas daerah penolakan dan daerah penerimaan disebut <strong>nilai kritis<\/strong> , demikian pula interval nilai yang menentukan daerah penolakan disebut <strong>interval kepercayaan<\/strong> . Dan kedua nilai tersebut bergantung pada <strong>tingkat signifikansi<\/strong> yang dipilih. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/interval-kepercayaan\/\">Cara menghitung interval kepercayaan<\/a><\/div>\n<p> Di sisi lain, keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis nol juga dapat dilakukan dengan membandingkan <strong>nilai p<\/strong> (atau p-value) yang diperoleh dari uji hipotesis dengan tingkat signifikansi yang dipilih. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p\/\">nilai P<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-una-prueba-de-hipotesis\"><\/span> Bagaimana melakukan uji hipotesis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Untuk melakukan uji hipotesis, langkah-langkah berikut harus diikuti:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dari uji hipotesis.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Tetapkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-signifikansi\/\">tingkat signifikansi alfa (\u03b1)<\/a> yang diinginkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hitung statistik uji hipotesis.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Menentukan nilai kritis uji hipotesis untuk mengetahui daerah penolakan dan daerah penerimaan uji hipotesis.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Amati apakah statistik uji hipotesis berada pada daerah penolakan atau daerah penerimaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Jika statistik berada dalam wilayah penolakan, hipotesis nol ditolak (dan hipotesis alternatif diterima). Namun jika statistik berada dalam zona penerimaan, hipotesis nol diterima (dan hipotesis alternatif ditolak).<\/span> <\/li>\n<\/ol>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-hipotesis-untuk-mean\/\">Latihan pengujian hipotesis yang terpecahkan untuk mean<\/a><br \/> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-hipotesis-untuk-proporsi\/\">Latihan pengujian hipotesis untuk proporsi yang terpecahkan<\/a><br \/> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-untuk-varians\/\">Latihan pengujian hipotesis varians yang terpecahkan<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"errores-de-una-prueba-de-hipotesis\"><\/span> Kesalahan Pengujian Hipotesis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dalam menguji hipotesis, dengan menolak satu hipotesis dan menerima hipotesis uji lainnya, salah satu dari dua kesalahan dapat dibuat:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Kesalahan tipe I<\/strong> : Ini adalah kesalahan yang dibuat dengan menolak hipotesis nol padahal hipotesis tersebut benar.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Kesalahan tipe II<\/strong> : Ini adalah kesalahan yang dibuat dengan menerima hipotesis nol padahal hipotesis itu salah.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/erreur-type-i-et-erreur-type-ii.png\" alt=\"kesalahan tipe I dan kesalahan tipe II\" class=\"wp-image-5683\" width=\"456\" height=\"120\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Di sisi lain, probabilitas melakukan setiap jenis kesalahan disebut sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Probabilitas alfa (\u03b1)<\/strong> : adalah probabilitas terjadinya kesalahan tipe I.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Probabilitas beta (\u03b2)<\/strong> : adalah probabilitas terjadinya kesalahan tipe II.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Demikian pula, <strong>kekuatan pengujian hipotesis<\/strong> didefinisikan sebagai probabilitas menolak hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ) padahal hipotesis tersebut salah, atau dengan kata lain probabilitas memilih hipotesis alternatif (H <sub>1<\/sub> ) padahal hipotesis tersebut benar. . Oleh karena itu, kekuatan uji hipotesis sama dengan 1-\u03b2.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menunjukkan apa itu pengujian hipotesis dalam statistik. Nah, Anda akan menemukan penjelasan cara melakukan uji hipotesis dan segala konsep statistik yang perlu Anda ketahui untuk melakukan uji hipotesis. Apa itu pengujian hipotesis? Dalam statistik, uji hipotesis adalah metode yang digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis. Dengan kata lain, uji hipotesis digunakan untuk menentukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Pengujian hipotesis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Pengujian hipotesis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-03T06:08:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-4f0c1b65b50009900a6facbefea23ca1_l3.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\",\"name\":\"\u25b7 Pengujian hipotesis\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-03T06:08:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-03T06:08:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengujian hipotesis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Pengujian hipotesis","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Pengujian hipotesis","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-03T06:08:47+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-4f0c1b65b50009900a6facbefea23ca1_l3.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/","name":"\u25b7 Pengujian hipotesis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-03T06:08:47+00:00","dateModified":"2023-08-03T06:08:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu pengujian hipotesis dalam statistik, bagaimana melakukan pengujian hipotesis, dan menyelesaikan latihan pengujian hipotesis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengujian hipotesis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}