{"id":2902,"date":"2023-07-20T04:21:53","date_gmt":"2023-07-20T04:21:53","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/"},"modified":"2023-07-20T04:21:53","modified_gmt":"2023-07-20T04:21:53","slug":"r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/","title":{"rendered":"Cara memperbaikinya di r: fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot;"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesalahan yang mungkin Anda temui saat menggunakan R adalah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Aggregation function missing: defaulting to length\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan ini terjadi ketika Anda menggunakan fungsi <strong>dcast<\/strong> dalam paket <strong>reshape2<\/strong> untuk mengonversi bingkai data dari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/data-panjang-vs-data-lebar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">format panjang ke format lebar<\/a> , namun beberapa nilai dapat ditempatkan di sel individual bingkai data lebar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara memperbaiki kesalahan ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana cara mereproduksi kesalahan tersebut<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kerangka data berikut di R yang berisi informasi tentang penjualan berbagai produk:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (store=c('A', 'A', 'A', 'A', 'B', 'B', 'B', 'B'),\n                 promotion=c('Y', 'Y', 'N', 'N', 'Y', 'Y', 'N', 'N'),\n                 product=c(1, 2, 1, 2, 1, 2, 1, 2),\n                 sales=c(12, 18, 29, 20, 30, 11, 15, 22))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>df\n\n  store promotion product sales\n1 AY 1 12\n2 AY 2 18\n3 YEAR 1 29\n4 YEAR 2 20\n5 BY 1 30\n6 BY 2 11\n7 BN 1 15\n8 BN 2 22<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang misalkan kita mencoba menggunakan fungsi <strong>dcast<\/strong> untuk mengubah bingkai data dari format panjang ke format lebar:<\/span><\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (reshape2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#convert data frame to wide format\n<\/span>df_wide &lt;- dcast(df, store ~ product, value. <span style=\"color: #3366ff;\">var<\/span> = \" <span style=\"color: #ff0000;\">sales<\/span> \")\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view result\n<\/span>df_wide\n\nAggregation function missing: defaulting to length\n  store 1 2\n1 to 2 2\n2 B 2 2<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa fungsi dcast berfungsi tetapi kami menerima pesan peringatan <strong>Fungsi Agregat Hilang<\/strong> .<\/span><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alasan kami menerima pesan peringatan adalah karena untuk setiap kombinasi <strong>toko<\/strong> dan <strong>produk<\/strong> , terdapat dua nilai potensial yang dapat kami gunakan untuk <strong>penjualan<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya untuk toko A dan produk 1, nilai penjualannya bisa 12 atau 29.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi fungsi <strong>dcast<\/strong> defaultnya adalah &#8220;panjang&#8221; sebagai fungsi agregasinya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, database besar memberi tahu kita bahwa untuk toko A dan produk 1, terdapat total <strong>2<\/strong> nilai penjualan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda ingin menggunakan fungsi agregasi yang berbeda, Anda dapat menggunakan <strong>fun.aggregate<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menggunakan sintaks berikut untuk menghitung jumlah penjualan berdasarkan <strong>toko<\/strong> dan <strong>produk<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (reshape2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#convert data frame to wide format\n<\/span>df_wide &lt;- dcast(df, store ~ product, value. <span style=\"color: #3366ff;\">var<\/span> = \" <span style=\"color: #ff0000;\">sales<\/span> \", fun. <span style=\"color: #3366ff;\">aggregate<\/span> =sum)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view result<\/span>\ndf_wide\n\n  store 1 2\n1 A 41 38\n2 B 45 33\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menginterpretasikan nilai dalam bingkai data besar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah penjualan toko A dan produk 1 adalah <strong>41<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah penjualan toko A dan produk 2 adalah <strong>38<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah penjualan toko B dan produk 1 adalah <strong>45<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah penjualan toko B dan produk 2 adalah <strong>33<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kali ini kami tidak menerima pesan peringatan apa pun karena kami menggunakan argumen <strong>fun.aggregate<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara memperbaiki kesalahan umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-konstanta-string-yang-tidak-terduga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memperbaikinya di R: konstanta string yang tidak terduga<\/a><br \/> Cara memperbaiki di R: Rumus template tidak valid di ExtractVars<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/argumen-r-tidak-numerik-atau-logis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memperbaikinya di R: argumen bukan numerik atau logis: return na<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesalahan yang mungkin Anda temui saat menggunakan R adalah: Aggregation function missing: defaulting to length Kesalahan ini terjadi ketika Anda menggunakan fungsi dcast dalam paket reshape2 untuk mengonversi bingkai data dari format panjang ke format lebar , namun beberapa nilai dapat ditempatkan di sel individual bingkai data lebar. Contoh berikut menunjukkan cara memperbaiki kesalahan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-20T04:21:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/\",\"name\":\"Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-20T04:21:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-20T04:21:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara memperbaikinya di r: fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-20T04:21:53+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/","name":"Cara memperbaikinya di R: Fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot; - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-20T04:21:53+00:00","dateModified":"2023-07-20T04:21:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara memperbaiki kesalahan berikut di R: Fungsi agregat hilang, nilai default &quot;panjang&quot;.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-fungsi-agregasi-tidak-ada-secara-default\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara memperbaikinya di r: fungsi agregat hilang, defaultnya adalah &quot;panjang&quot;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}