{"id":2979,"date":"2023-07-19T19:32:22","date_gmt":"2023-07-19T19:32:22","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/"},"modified":"2023-07-19T19:32:22","modified_gmt":"2023-07-19T19:32:22","slug":"nilai-p-kurang-dari-0-01","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/","title":{"rendered":"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji hipotesis<\/a> digunakan untuk menguji benar atau tidaknya suatu hipotesis tentang suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-vs-parameter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">parameter populasi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap kali kami melakukan uji hipotesis, kami selalu mendefinisikan hipotesis nol dan hipotesis alternatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> Data sampel berasal dari kebetulan saja.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> data sampel dipengaruhi oleh sebab yang tidak acak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">p-value<\/a> uji hipotesis berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,01), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita mempunyai bukti yang cukup untuk menyatakan hipotesis alternatif tersebut benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p tidak kurang dari 0,01, maka kita gagal menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita tidak mempunyai cukup bukti untuk mengatakan hipotesis alternatif itu benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dan cara menafsirkan nilai p lebih besar dari 0,01 dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: mengartikan nilai P kurang dari 0,01<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan sebuah pabrik mengklaim memproduksi baterai dengan berat rata-rata 2 ons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang auditor masuk dan menguji hipotesis nol yang menyatakan bahwa berat rata-rata sebuah baterai adalah 2 ons terhadap hipotesis alternatif bahwa berat rata-rata bukan 2 ons, dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,01.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u03bc = 2 ons<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> \u03bc \u2260 2 ons<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Auditor melakukan uji hipotesis untuk mean dan mendapatkan nilai p sebesar <strong>0,0046<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p sebesar <strong>0,0046<\/strong> lebih kecil dari tingkat signifikansi <strong>0,01<\/strong> , maka auditor menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ia menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti yang mengatakan bahwa berat rata-rata sebenarnya dari baterai yang diproduksi di pabrik ini bukanlah 2 ons.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: mengartikan nilai P lebih besar dari 0,01<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita asumsikan suatu tanaman tumbuh rata-rata 20 inci selama musim tanam tiga bulan. Namun, seorang ahli agronomi memperkirakan bahwa pupuk tertentu akan membuat tanaman ini tumbuh rata-rata lebih dari 20 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, dia menerapkan pupuk pada setiap tanaman di lahan tertentu selama tiga bulan musim tanam.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia kemudian melakukan uji hipotesis menggunakan hipotesis berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u03bc = 20 inci (pupuk tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan rata-rata)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> \u03bc &gt; 20 inci (pupuk akan menyebabkan peningkatan rata-rata pertumbuhan)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah melakukan uji hipotesis untuk mean, ilmuwan mendapatkan nilai p sebesar <strong>0,3488<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p <strong>0,3488<\/strong> lebih besar dari tingkat signifikansi <strong>0,01<\/strong> , ilmuwan gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ia menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti yang mengatakan bahwa pupuk menyebabkan peningkatan rata-rata pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang nilai-p dan pengujian hipotesis:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan tentang nilai P dan signifikansi statistik<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-t-vs-nilai-p\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan nilai T dan nilai P dalam statistik<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-vs-alfa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nilai P vs. Alfa: Apa Bedanya?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji hipotesis digunakan untuk menguji benar atau tidaknya suatu hipotesis tentang suatu parameter populasi . Setiap kali kami melakukan uji hipotesis, kami selalu mendefinisikan hipotesis nol dan hipotesis alternatif: Hipotesis nol (H 0 ): Data sampel berasal dari kebetulan saja. Hipotesis alternatif ( HA ): data sampel dipengaruhi oleh sebab yang tidak acak. Jika p-value [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-19T19:32:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/\",\"name\":\"Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-19T19:32:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-19T19:32:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-19T19:32:22+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/","name":"Cara menafsirkan nilai P kurang dari 0,01 (dengan contoh) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-19T19:32:22+00:00","dateModified":"2023-07-19T19:32:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 dalam pengujian hipotesis, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-kurang-dari-0-01\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menafsirkan nilai p kurang dari 0,01 (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2979"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2979\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}