{"id":3039,"date":"2023-07-19T12:29:39","date_gmt":"2023-07-19T12:29:39","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/"},"modified":"2023-07-19T12:29:39","modified_gmt":"2023-07-19T12:29:39","slug":"pentingnya-statistik-dalam-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/","title":{"rendered":"Pentingnya statistika dalam psikologi (beserta contohnya)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bidang <strong>statistik<\/strong> berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi dan penyajian data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam bidang psikologi, statistik penting karena alasan berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 1<\/strong> : Statistik deskriptif memungkinkan psikolog merangkum data terkait kinerja manusia, kebahagiaan, dan ukuran lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 2<\/strong> : Model regresi memungkinkan psikolog mengukur hubungan antara variabel yang berkaitan dengan kinerja manusia, kebahagiaan, dan ukuran lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 3<\/strong> : Pengujian hipotesis memungkinkan psikolog membandingkan efektivitas berbagai metode, teknik, dan prosedur terhadap kinerja manusia, kebahagiaan, dan ukuran lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di sisa artikel ini, kami mengembangkan masing-masing alasan tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 1: Gunakan statistik deskriptif untuk merangkum data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-inferensial-deskriptif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Statistik deskriptif<\/a> digunakan untuk <em>mendeskripsikan<\/em> data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Psikolog sering menggunakan statistik deskriptif untuk merangkum data tentang individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang <a href=\"https:\/\/www.apa.org\/ed\/graduate\/specialize\/industrial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">psikolog industri dan organisasi<\/a> mungkin menghitung statistik deskriptif berikut untuk orang-orang yang bekerja di perusahaan tertentu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kepuasan keseluruhan terhadap gaji (misalnya, skala 1 hingga 7)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kepuasan keseluruhan dengan budaya tempat kerja<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kepuasan keseluruhan dengan jam kerja<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan pengukuran tersebut, seorang psikolog I\/O dapat lebih memahami tingkat kepuasan karyawan di perusahaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mereka kemudian dapat menggunakan metrik ini untuk memberi informasi kepada organisasi tentang bidang-bidang yang dapat ditingkatkan untuk menjadikan tempat kerja menjadi lingkungan yang lebih menyenangkan bagi karyawan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 2: Gunakan model regresi untuk mengukur hubungan antar variabel<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistika juga digunakan dalam psikologi dalam bentuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah model yang memungkinkan psikolog mengukur hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang psikolog mungkin memiliki akses terhadap data total jam yang dihabiskan untuk berolahraga per hari, total jam yang dihabiskan untuk bekerja per hari, dan kebahagiaan keseluruhan (misalnya dalam skala 0 hingga 100) individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mereka kemudian dapat membuat model regresi linier berganda berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kebahagiaan = 76,4 + 9,3 (jam yang dihabiskan untuk berolahraga per hari) \u2013 0,4 (jam yang dihabiskan untuk bekerja per hari)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menginterpretasikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">koefisien regresi<\/a> pada model ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap tambahan jam yang dihabiskan untuk berolahraga per hari, keseluruhan kebahagiaan meningkat rata-rata 9,3 poin (dengan asumsi jam yang dihabiskan untuk bekerja tetap konstan).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap tambahan jam yang dihabiskan untuk bekerja per hari, keseluruhan kebahagiaan menurun rata-rata 0,4 poin (dengan asumsi jam yang dihabiskan untuk berolahraga tetap konstan).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan model ini, seorang psikolog dapat dengan cepat memahami bahwa lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan secara keseluruhan dan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja dikaitkan dengan rendahnya kebahagiaan secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mereka juga dapat mengukur dengan tepat seberapa besar pengaruh olahraga dan pekerjaan terhadap kebahagiaan secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Alasan 3: Gunakan pengujian hipotesis untuk membandingkan metode<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik juga digunakan dalam psikologi dalam bentuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengujian hipotesis<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah tes yang dapat digunakan psikolog untuk menentukan apakah terdapat signifikansi statistik antara berbagai metode, teknik, atau prosedur.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang psikolog olahraga percaya bahwa metode pelatihan baru mampu meningkatkan kesejahteraan mental pemain bola basket perguruan tinggi. Untuk mengujinya, ia dapat mengukur kesejahteraan (misalnya dalam skala 1 hingga 7) dari 40 pemain sebelum dan sesudah menerapkan metode latihan baru selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia kemudian dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t untuk sampel berpasangan<\/a> menggunakan hipotesis berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>after<\/sub> = \u03bc <sub>before<\/sub> (rata-rata kesejahteraan sebelum dan sesudah menggunakan metode ini sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>setelah<\/sub> &gt; \u03bc <sub>sebelum<\/sub> (rata-rata kesejahteraan lebih tinggi setelah menggunakan metode ini)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">p-value<\/a> pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka hipotesis nol dapat ditolak dan disimpulkan bahwa metode baru mengarah pada peningkatan kesejahteraan pemain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Ini hanyalah salah satu contoh pengujian hipotesis yang digunakan dalam psikologi. Uji umum lainnya meliputi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t satu sampel<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t dua sampel<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> , dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artikel berikut menjelaskan pentingnya statistik dalam bidang lain:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-penelitian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik dalam penelitian<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-pelayanan-kesehatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik dalam kesehatan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik dalam bisnis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-perekonomian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik dalam perekonomian<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pentingnya statistik dalam pendidikan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bidang statistik berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi dan penyajian data. Dalam bidang psikologi, statistik penting karena alasan berikut: Alasan 1 : Statistik deskriptif memungkinkan psikolog merangkum data terkait kinerja manusia, kebahagiaan, dan ukuran lainnya. Alasan 2 : Model regresi memungkinkan psikolog mengukur hubungan antara variabel yang berkaitan dengan kinerja manusia, kebahagiaan, dan ukuran lainnya. Alasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-19T12:29:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/\",\"name\":\"Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-19T12:29:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-19T12:29:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pentingnya statistika dalam psikologi (beserta contohnya)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-19T12:29:39+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/","name":"Pentingnya Statistika dalam Psikologi (dengan Contoh) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-19T12:29:39+00:00","dateModified":"2023-07-19T12:29:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan pentingnya statistik dalam psikologi, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pentingnya-statistik-dalam-psikologi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pentingnya statistika dalam psikologi (beserta contohnya)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3039"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3039"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3039\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}