{"id":3063,"date":"2023-07-19T09:36:46","date_gmt":"2023-07-19T09:36:46","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-19T09:36:46","modified_gmt":"2023-07-19T09:36:46","slug":"nelayan-lsd-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/","title":{"rendered":"Cara menggunakan perbedaan signifikan terkecil (lsd) fisher di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsi yang digunakan dalam ANOVA satu arah adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub><\/strong> : Rata-ratanya sama untuk setiap kelompok.<\/span><\/li>\n<li> <strong>H <sub style=\"color: #000000;\">A<\/sub><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">: Setidaknya salah satu caranya berbeda dengan yang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p dari ANOVA berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (seperti \u03b1 = 0,05), kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa setidaknya salah satu mean kelompok berbeda dari mean kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun untuk mengetahui secara pasti kelompok mana yang berbeda satu sama lain, kita perlu melakukan tes post-hoc.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes post hoc yang umum digunakan adalah <strong>uji Fisher\u2019s Least Significant Difference (LSD)<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menggunakan fungsi <strong>LSD.test()<\/strong> dari paket <strong>agricolae<\/strong> untuk melakukan pengujian ini di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Tes LSD Fisher di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang profesor ingin mengetahui apakah tiga teknik belajar yang berbeda menghasilkan nilai ujian yang berbeda di kalangan siswa.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, dia secara acak menugaskan 10 siswa untuk menggunakan setiap teknik belajar dan mencatat hasil ujian mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut tabel<\/span> <span style=\"color: #000000;\">hasil ujian masing-masing siswa berdasarkan teknik belajar yang digunakan:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-16018 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/moinssigdiff1.png\" alt=\"\" width=\"267\" height=\"287\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut untuk membuat kumpulan data ini dan melakukan ANOVA satu arah di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<span style=\"color: #000000;\">df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (technique = rep(c(\"tech1\", \"tech2\", \"tech3\"), each = <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> ),\n                   score = c(72, 73, 73, 77, 82, 82, 83, 84, 85, 89,\n                             81, 82, 83, 83, 83, 84, 87, 90, 92, 93,\n                             77, 78, 79, 88, 89, 90, 91, 95, 95, 98))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame\n<\/span>head(df)\n\n  technical score\n1 tech1 72\n2 tech1 73\n3 tech1 73\n4 tech1 77\n5 tech1 82\n6 tech1 82\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit one-way ANOVA\n<\/span>model &lt;- aov(score ~ technique, data = df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of one-way ANOVA\n<\/span>summary(model)\n\n            Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)  \ntechnical 2 341.6 170.80 4.623 0.0188 *\nResiduals 27,997.6 36.95                 \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p pada tabel ANOVA (0,0188) kurang dari 0,05, maka kita dapat menyimpulkan bahwa semua rata-rata nilai ujian antara ketiga kelompok tidak sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, kita dapat melakukan uji LSD Fisher untuk menentukan mean kelompok mana yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (agricolae)<\/span>\n\n#perform Fisher's LSD\n<span style=\"color: #000000;\">print( <span style=\"color: #3366ff;\">LSD.test<\/span> (model,\" <span style=\"color: #ff0000;\">technic<\/span> \"))\n            \n$statistics\n   MSerror Df Mean CV t.value LSD\n  36.94815 27 84.6 7.184987 2.051831 5.57767\n\n$parameters\n        test p.adjusted name.t ntr alpha\n  Fisher-LSD none technical 3 0.05\n\n$means\n      std score r LCL UCL Min Max Q25 Q50 Q75\ntech1 80.0 5.868939 10 76.05599 83.94401 72 89 74.00 82.0 83.75\ntech2 85.8 4.391912 10 81.85599 89.74401 81 93 83.00 83.5 89.25\ntech3 88.0 7.557189 10 84.05599 91.94401 77 98 81.25 89.5 94.00\n\n$comparison\nNULL\n\n$groups\n      score groups\ntech3 88.0 a\ntech2 85.8a\ntech1 80.0 b\n\nattr(,\"class\")\n[1] \u201cgroup\u201d\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian hasil yang paling menarik bagi kami adalah bagian yang disebut <strong>$groups<\/strong> . Teknik yang mempunyai karakter berbeda pada kolom <strong>grup<\/strong> sangatlah berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Teknik 1 dan Teknik 3 memiliki rata-rata nilai ujian yang sangat berbeda (karena teknologi1 bernilai \u201cb\u201d dan teknik3 bernilai \u201ca\u201d).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Teknik 1 dan Teknik 2 memiliki rata-rata nilai ujian yang sangat berbeda (karena teknologi1 bernilai \u201cb\u201d dan teknik2 bernilai \u201ca\u201d).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Teknik 2 dan Teknik 3 <strong>tidak mempunyai<\/strong> rata-rata nilai ujian yang berbeda secara signifikan (karena keduanya mempunyai nilai \u201ca\u201d)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-bonferroni-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes post hoc Bonferroni di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/manajer-tes-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes post-hoc Scheffe di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Asumsi yang digunakan dalam ANOVA satu arah adalah: H 0 : Rata-ratanya sama untuk setiap kelompok. H A : Setidaknya salah satu caranya berbeda dengan yang lain. Jika nilai p dari ANOVA berada di bawah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menggunakan Fisher&#039;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menggunakan Fisher&#039;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-19T09:36:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/moinssigdiff1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/\",\"name\":\"Cara menggunakan Fisher&#39;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-19T09:36:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-19T09:36:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menggunakan perbedaan signifikan terkecil (lsd) fisher di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menggunakan Fisher&#39;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menggunakan Fisher&#39;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-19T09:36:46+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/moinssigdiff1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/","name":"Cara menggunakan Fisher&#39;s Least Significant Difference (LSD) dalam R - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-19T09:36:46+00:00","dateModified":"2023-07-19T09:36:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan Perbedaan Signifikan Terkecil (LSD) Fisher di R, beserta sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nelayan-lsd-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menggunakan perbedaan signifikan terkecil (lsd) fisher di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3063"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3063"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3063\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}