{"id":3134,"date":"2023-07-19T01:25:27","date_gmt":"2023-07-19T01:25:27","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/"},"modified":"2023-07-19T01:25:27","modified_gmt":"2023-07-19T01:25:27","slug":"cohens-d-ke-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/","title":{"rendered":"Cara menghitung d cohen di r (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, kita sering menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata dua kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, meskipun nilai p dapat memberi tahu kita apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara dua kelompok, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-efek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ukuran efek<\/a> dapat memberi tahu kita seberapa besar perbedaan tersebut sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu ukuran ukuran efek yang paling umum adalah <strong>Cohen&#8217;s d<\/strong> , yang dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">D Cohen = ( <span style=\"text-decoration: overline;\">x1<\/span> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x2<\/span> ) <sub>\/<\/sub> <sub>\u221a<\/sub> <span style=\"border-top: 1px solid black;\"><sup>(<\/sup> <sup>s12<\/sup> <sub>+<\/sub> <sub>s22<\/sub> ) \/ 2<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>1<\/sub> , <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>2<\/sub> : rata-rata sampel 1 dan sampel 2<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> , s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> : masing-masing varian sampel 1 dan sampel 2<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan rumus ini, inilah cara kami menafsirkan d Cohen:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">A <em>d<\/em> sebesar <strong>0,5<\/strong> menunjukkan bahwa rata-rata kedua kelompok berbeda sebesar 0,5 standar deviasi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">A <em>d<\/em> dari <strong>1<\/strong> menunjukkan bahwa rata-rata kelompok berbeda sebesar 1 standar deviasi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">A <em>d<\/em> dari <strong>2<\/strong> menunjukkan bahwa rata-rata kelompok berbeda sebesar 2 standar deviasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara lain untuk menafsirkan d Cohen: ukuran efek 0,5 berarti nilai rata-rata orang di kelompok 1 adalah 0,5 standar deviasi di atas rata-rata orang di kelompok 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita sering menggunakan aturan praktis berikut untuk menafsirkan d Cohen:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>0,2<\/strong> mewakili ukuran efek yang kecil.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>0,5<\/strong> mewakili ukuran efek sedang.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>0,8<\/strong> mewakili ukuran efek yang besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung d Cohen di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Cara menghitung d Cohen di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli botani menerapkan dua jenis pupuk yang berbeda pada tanaman untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan dalam rata-rata pertumbuhan tanaman (dalam inci) setelah satu bulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua metode yang dapat kita gunakan untuk menghitung d Cohen dengan cepat di R:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 1: Gunakan paket lsr<\/strong><\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">library<\/span> (lsr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define plant growth values for each group\n<span style=\"color: #000000;\">group1 &lt;- c(8, 9, 11, 11, 12, 14, 15, 16, 16, 18, 20, 21)\ngroup2 &lt;- c(7, 9, 10, 10, 11, 11, 12, 14, 14, 16, 20, 23)<\/span>\n\n#calculate Cohen's d\n<span style=\"color: #000000;\">cohensD(group1, group2)\n\n[1] 0.2635333\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 2: Gunakan paket effsize<\/strong><\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">library<\/span> (effsize)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define plant growth values for each group\n<span style=\"color: #000000;\">group1 &lt;- c(8, 9, 11, 11, 12, 14, 15, 16, 16, 18, 20, 21)\ngroup2 &lt;- c(7, 9, 10, 10, 11, 11, 12, 14, 14, 16, 20, 23)<\/span>\n\n#calculate Cohen's d\n<span style=\"color: #000000;\">cohen.d(group1, group2)\n\nCohen's d\n\nd estimate: 0.2635333 (small)\n95 percent confidence interval:\n     lower upper \n-0.5867889 1.1138555<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kedua metode menghasilkan hasil yang sama: d Cohen adalah <strong>0,2635<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya rata-rata tinggi tanaman yang mendapat pupuk #1 lebih besar <strong>0,2635<\/strong> standar deviasi dibandingkan rata-rata tinggi tanaman yang mendapat pupuk #2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan aturan praktis yang disebutkan sebelumnya, kami akan menafsirkan ini sebagai ukuran efek yang kecil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, baik terdapat perbedaan rata-rata pertumbuhan tanaman yang signifikan secara statistik antara kedua pupuk tersebut, perbedaan rata-rata antara kelompok tersebut tidaklah signifikan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menawarkan informasi tambahan tentang ukuran efek dan d Cohen:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ukuran-efek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ukuran efek: apa itu dan mengapa itu penting<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung d Cohen di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, kita sering menggunakan nilai p untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata dua kelompok. Namun, meskipun nilai p dapat memberi tahu kita apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara dua kelompok, ukuran efek dapat memberi tahu kita seberapa besar perbedaan tersebut sebenarnya. Salah satu ukuran ukuran efek yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-19T01:25:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/\",\"name\":\"Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-19T01:25:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-19T01:25:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung d cohen di r (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-19T01:25:27+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/","name":"Cara menghitung d Cohen di R (dengan contoh) - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-19T01:25:27+00:00","dateModified":"2023-07-19T01:25:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung d Cohen di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cohens-d-ke-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung d cohen di r (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3134\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}