{"id":317,"date":"2023-08-02T14:52:18","date_gmt":"2023-08-02T14:52:18","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/"},"modified":"2023-08-02T14:52:18","modified_gmt":"2023-08-02T14:52:18","slug":"homoskedastisitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/","title":{"rendered":"Homoskedastisitas"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu homoskedastisitas dalam statistik. Nah, Anda akan mengetahui pengertian homoskedastisitas, apa saja penyebab model regresi tidak homoskedastisitas dan bagaimana cara memperbaikinya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-la-homocedasticidad\"><\/span> Apa itu homoskedastisitas?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Homoskedastisitas<\/strong> merupakan ciri model regresi yang kesalahan variabel penjelasnya mempunyai varian yang konstan. Artinya, jika varian error suatu model regresi konstan, maka model tersebut menunjukkan homoskedastisitas sehingga merupakan model homoskedastik.<\/p>\n<p> Ingatlah bahwa kesalahan (atau sisa) didefinisikan sebagai selisih antara nilai sebenarnya dan nilai yang diperkirakan oleh model regresi.<\/p>\n<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-2028e64ca2c0035860e93c4bf244e2f1_l3.png\" class=\"ql-img-inline-formula quicklatex-auto-format\" alt=\"e_i=y_i-\\widehat{y}_i\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\" height=\"18\" width=\"87\" style=\"vertical-align: -4px;\"><\/p>\n<\/p>\n<p> Saat menjalankan model regresi, kita akan mendapatkan nilai yang berbeda dari ekspresi sebelumnya untuk setiap observasi. Jadi, model statistik homoskedastis adalah model yang varian kesalahan perhitungannya konstan sepanjang observasi. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/homoscedasticite-et-heteroscedasticite.png\" alt=\"homoskedastisitas dan heteroskedastisitas\" class=\"wp-image-6840\" width=\"581\" height=\"226\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Model regresi harus menunjukkan homoskedastisitas; sebenarnya, ini adalah salah satu asumsi model regresi sebelumnya. Jika residunya tidak homoskedastik, sebaiknya model diulang dengan cara lain untuk mendapatkan homoskedasitas. Jika tidak, estimasi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi\/\">koefisien regresi<\/a> kemungkinan besar akan salah dan kesalahan dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontras-hipotesis\/\">pengujian hipotesis<\/a> juga akan terjadi karena diterimanya hipotesis nol yang seharusnya ditolak. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"causas-de-la-ausencia-de-homocedasticidad\"><\/span> Penyebab Kurangnya Homoskedastisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Penyebab paling umum mengapa suatu model tidak homoskedastisitas adalah:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ketika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/rentang-statistik\/\">rentang data<\/a> sangat lebar dibandingkan dengan rata-rata. Jika dalam sampel statistik yang sama terdapat nilai yang sangat besar dan nilai yang sangat kecil, kemungkinan besar model regresi yang diperoleh tidak homoskedastik.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Menghilangkan variabel dalam model regresi juga mengakibatkan kurangnya homoskedastisitas. Logikanya, jika suatu variabel yang relevan tidak dimasukkan dalam model, maka variasinya akan dimasukkan dalam residu dan belum tentu tetap.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Perubahan dalam struktur dapat menyebabkan model tidak sesuai dengan kumpulan data dan, oleh karena itu, varians dari residu tidak konstan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ketika beberapa variabel memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan variabel penjelas lainnya, maka model tersebut mungkin tidak memiliki homoskedastisitas. Dalam hal ini, variabel-variabel tersebut dapat direlatifkan untuk menyelesaikan masalah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Namun, ada beberapa kasus yang secara inheren sulit untuk disajikan sebagai homoskedastisitas. Misalnya, jika kita memodelkan pendapatan seseorang dengan pengeluaran makanannya, maka orang yang lebih kaya mempunyai variabilitas yang jauh lebih besar dalam pengeluaran makanannya dibandingkan orang yang lebih miskin. Karena orang kaya kadang makan di restoran mahal dan kadang di restoran murah, berbeda dengan orang miskin yang selalu makan di restoran murah. Oleh karena itu, sulit untuk mencapai homoskedastisitas dalam model regresi. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"correccion-de-los-datos-para-obtener-homocedasticidad\"><\/span> Mengoreksi data untuk mencapai homoskedastisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Apabila model regresi yang diperoleh tidak homoskedastik, maka dapat dilakukan koreksi sebagai berikut untuk mencapai homoskedasitas:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hitung logaritma natural dari variabel bebas, hal ini umumnya berguna ketika varians dari residu meningkat dalam grafik.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bergantung pada plot sisa, jenis transformasi variabel independen lain mungkin lebih praktis. Misalnya, jika grafik berbentuk parabola, kita dapat menghitung kuadrat variabel bebas dan menambahkan variabel tersebut ke model.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Variabel lain juga dapat digunakan untuk model; dengan menghapus atau menambahkan variabel, varians dari residu dapat diubah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Daripada menggunakan kriteria kuadrat terkecil, kriteria kuadrat terkecil tertimbang dapat digunakan.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"homocedasticidad-y-heterocedasticidad\"><\/span> Homoskedastisitas dan heteroskedastisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Terakhir, kita akan melihat perbedaan antara homoskedastisitas dan heteroskedastisitas, karena keduanya merupakan konsep statistik penting dalam model regresi.<\/p>\n<p> <strong>Heteroskedastisitas<\/strong> merupakan suatu sifat statistik yang mengandung arti bahwa residu model regresi tidak mempunyai varian yang konstan, sehingga variabilitas kesalahannya tidak sama di seluruh plot.<\/p>\n<p> <strong>Perbedaan antara homoskedastisitas dan heteroskedastisitas<\/strong> terletak pada keteguhan varians error. Homoskedastisitas berarti varian errornya konstan, sedangkan heteroskedastisitas berarti varian errornya tidak konstan. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/heteroskedastisitas\/\">Heteroskedastisitas<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu homoskedastisitas dalam statistik. Nah, Anda akan mengetahui pengertian homoskedastisitas, apa saja penyebab model regresi tidak homoskedastisitas dan bagaimana cara memperbaikinya. Apa itu homoskedastisitas? Homoskedastisitas merupakan ciri model regresi yang kesalahan variabel penjelasnya mempunyai varian yang konstan. Artinya, jika varian error suatu model regresi konstan, maka model tersebut menunjukkan homoskedastisitas sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Homoskedastisitas<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Homoskedastisitas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T14:52:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-2028e64ca2c0035860e93c4bf244e2f1_l3.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/\",\"name\":\"\u25b7 Homoskedastisitas\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T14:52:18+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T14:52:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Homoskedastisitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Homoskedastisitas","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Homoskedastisitas","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T14:52:18+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-2028e64ca2c0035860e93c4bf244e2f1_l3.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/","name":"\u25b7 Homoskedastisitas","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T14:52:18+00:00","dateModified":"2023-08-02T14:52:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu homoskedastisitas dalam statistik, penyebab model regresi tidak homoskedastisitas, dan cara mengatasinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/homoskedastisitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Homoskedastisitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=317"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}