{"id":3232,"date":"2023-07-18T13:34:22","date_gmt":"2023-07-18T13:34:22","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/"},"modified":"2023-07-18T13:34:22","modified_gmt":"2023-07-18T13:34:22","slug":"pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/","title":{"rendered":"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua prosedur yang paling umum digunakan dalam statistik adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengujian hipotesis<\/a> dan interval kepercayaan .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Inilah perbedaan keduanya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji hipotesis<\/strong> adalah uji statistik formal yang digunakan untuk menentukan apakah hipotesis tentang suatu parameter populasi benar.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan<\/strong> adalah rentang nilai yang kemungkinan memuat parameter populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini membagikan gambaran singkat masing-masing metode beserta persamaan dan perbedaannya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Dasar-dasar Pengujian Hipotesis<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji hipotesis digunakan untuk menguji benar atau tidaknya suatu hipotesis tentang suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-vs-parameter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">parameter populasi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian hipotesis dunia nyata, peneliti akan memperoleh <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak<\/a> dari populasi dan melakukan uji hipotesis pada data sampel, menggunakan hipotesis nol dan alternatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> Data sampel berasal dari kebetulan saja.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif ( <sub>HA<\/sub> ):<\/strong> data sampel dipengaruhi oleh sebab yang tidak acak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">p-value<\/a> uji hipotesis berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (misalnya \u03b1 = 0,05), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita mempunyai bukti yang cukup untuk menyatakan hipotesis alternatif itu benar.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Pengujian Hipotesis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan sebuah pabrik manufaktur ingin menguji apakah suatu metode baru mengubah jumlah widget cacat yang diproduksi per bulan atau tidak, yang saat ini berjumlah 250.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, mereka dapat mengukur jumlah rata-rata widget rusak yang diproduksi sebelum dan sesudah menggunakan metode baru selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mereka dapat melakukan uji hipotesis dengan menggunakan hipotesis berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>after<\/sub> = \u03bc <sub>before<\/sub> (rata-rata jumlah widget yang rusak sama sebelum dan sesudah menggunakan metode baru)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>setelah<\/sub> \u2260 \u03bc <sub>sebelum<\/sub> (rata-rata jumlah widget cacat yang dihasilkan sebelum dan sesudah menggunakan metode baru berbeda)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah mereka menjalankan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji-t satu sampel<\/a> dan mendapatkan nilai p sebesar 0,0032.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini kurang dari \u03b1 = 0,05, fasilitas tersebut dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa metode baru ini menghasilkan perubahan dalam jumlah widget cacat yang diproduksi per bulan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Dasar-dasar Interval Keyakinan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan adalah rentang nilai yang kemungkinan memuat parameter populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung interval kepercayaan di dunia nyata, peneliti akan memperoleh <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak<\/a> dari populasi dan menggunakan rumus berikut untuk menghitung interval kepercayaan untuk rata-rata populasi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan =<\/strong> <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> +\/- z*(s\/\u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">n<\/span> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> :<\/strong> mean sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z:<\/strong> nilai z yang dipilih<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s:<\/strong> deviasi standar sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n:<\/strong> ukuran sampel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai z yang Anda gunakan bergantung pada tingkat kepercayaan yang Anda pilih. Tabel berikut menunjukkan nilai z yang sesuai dengan pilihan tingkat kepercayaan yang paling umum:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat kepercayaan diri<\/strong><\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>nilai z<\/strong><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,90<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">1.645<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,95<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">1.96<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">0,99<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">2.58<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Interval Keyakinan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang ahli biologi ingin memperkirakan berat rata-rata penyu pada suatu populasi tertentu dan dia mengumpulkan sampel penyu secara acak dengan informasi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel <strong>n = 25<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata berat sampel <strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span><\/strong> <strong>= 300<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Simpangan baku sampel <strong>s = 18,5<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menghitung interval kepercayaan 90% untuk bobot rata-rata populasi sebenarnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan 90%:<\/strong> 300 +\/- 1,645*(18,5\/\u221a25) = <strong>[293,91, 306,09]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ahli biologi yakin 90% bahwa berat rata-rata penyu dalam populasi ini adalah antara 293,1 pon dan 306,09 pon.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengujian Hipotesis versus Interval Keyakinan: Kapan Menggunakan Masing-masing<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Keputusan untuk menggunakan uji hipotesis atau interval kepercayaan bergantung pada pertanyaan yang ingin Anda jawab.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus menggunakan <strong>interval kepercayaan<\/strong> ketika ingin memperkirakan nilai parameter populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus menggunakan <strong>pengujian hipotesis<\/strong> ketika Anda ingin menentukan apakah hipotesis tentang parameter populasi mungkin benar atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji pengetahuan Anda tentang kapan harus menggunakan setiap prosedur, pertimbangkan skenario berikut.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Skenario 1: Berjam-jam dihabiskan untuk belajar<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang peneliti universitas ingin mengukur jumlah rata-rata jam yang dihabiskan mahasiswa untuk belajar per minggu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Prosedur apa yang harus dia gunakan untuk menjawab pertanyaan ini?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia harus menggunakan <strong>interval kepercayaan<\/strong> karena dia ingin memperkirakan nilai parameter populasi.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Skenario 2: Obat baru<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang dokter ingin menguji apakah suatu obat baru mampu menurunkan tekanan darah lebih dari obat standar saat ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Prosedur apa yang harus dia gunakan untuk menjawab pertanyaan ini?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia harus menggunakan <strong>pengujian hipotesis<\/strong> karena dia ingin memahami apakah hipotesis tertentu mengenai suatu parameter populasi benar atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang <strong>pengujian hipotesis<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Pengujian Hipotesis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t satu sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji t dua sampel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar uji-t sampel berpasangan<\/a><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang <strong>interval kepercayaan<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p> Pengantar Interval Keyakinan<br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/interval-kepercayaan-rata-rata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interval kepercayaan untuk suatu mean<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/proporsi-interval-kepercayaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interval kepercayaan untuk suatu proporsi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua prosedur yang paling umum digunakan dalam statistik adalah pengujian hipotesis dan interval kepercayaan . Inilah perbedaan keduanya: Uji hipotesis adalah uji statistik formal yang digunakan untuk menentukan apakah hipotesis tentang suatu parameter populasi benar. Interval kepercayaan adalah rentang nilai yang kemungkinan memuat parameter populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu. Tutorial ini membagikan gambaran singkat masing-masing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-18T13:34:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/\",\"name\":\"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-18T13:34:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-18T13:34:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-18T13:34:22+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/","name":"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-18T13:34:22+00:00","dateModified":"2023-07-18T13:34:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengujian hipotesis dan interval kepercayaan, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-vs-interval-kepercayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengujian hipotesis dan interval kepercayaan: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3232"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3232"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3232\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}